Surabaya, kartanusa – Bulan suci Ramadan 1447 H menjadi momentum bagi banyak pihak untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh seorang donatur yang enggan disebutkan namanya (Hamba Allah), dengan menggelar kegiatan bakti sosial di Rusunawa Benowo-Pakal, Surabaya, Jumat (27/02/2026).
Kegiatan ini menyasar warga kurang mampu, anak-anak yatim/piatu, serta para lansia yang menghuni blok-blok rumah susun tersebut.
Wujud Syukur dan Penguat Solidaritas
Sri Purwanti, salah satu tokoh warga di Rusunawa Benowo-Pakal, mengungkapkan bahwa bantuan ini hadir di saat yang sangat tepat. Menurutnya, aksi berbagi ini merupakan bentuk rasa syukur sang donatur sekaligus upaya memperkuat solidaritas sosial di tengah dinamika ekonomi saat ini.
”Kegiatan berbagi di bulan suci Ramadan ini adalah momentum terbaik untuk memperkuat solidaritas sosial, terutama bagi warga kami di rusun yang sedang menghadapi kondisi ekonomi yang menantang,” ujarnya.
Bantuan Sembako dan Uang Tunai
Dalam kegiatan ini, paket bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan pokok dan santunan uang tunai untuk meringankan beban harian warga, diantaranya:
Paket Sembako: Beras 5 kilogram, gula pasir, dan minyak goreng.
Santunan Anak Sekolah: Uang tunai sebesar Rp 50.000 per anak.
Santunan Lansia: Uang tunai sebesar Rp 100.000 per orang.
Warga menyambut antusias bantuan tersebut, mengingat harga bahan pokok yang cenderung mengalami kenaikan selama bulan Ramadan.
Harapan dan Doa Warga
Kehadiran bantuan ini membawa suasana haru sekaligus bahagia bagi penghuni rusun. Bantuan tersebut tidak hanya sekadar materi, tetapi menjadi simbol kepedulian yang sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan.
”Kami sangat berterima kasih kepada donatur ‘Hamba Allah’. Semoga bantuan ini membawa keberkahan dan benar-benar meringankan beban warga. Kami mendoakan semoga beliau selalu diberikan kelancaran rejeki dan usahanya semakin sukses,” pungkasnya.
Aksi diam-diam dari sosok ‘Hamba Allah’ ini menjadi inspirasi bahwa kebaikan bisa dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, tanpa harus menonjolkan identitas, demi mewujudkan kemuliaan di bulan suci. (Sigit)







