Inspirasi Kehidupan : Tawasul dalam Tauhid
Oleh KH. Nadjih Ihsan
(Ahli Kitab Tauhid, Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur)
Disampaikan dalam Kajian Rutin Guru dan Karyawan SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Surabaya pada Rabu, 15 April 2026.
Pertama, Istilah tawasul dan wasilah sudah sering kita dengarkan di berbagai kajian keagamaan Islam.
Tawasul artinya ialah : jalan yang ditempuh oleh seseorang untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah.
التوسل اي : الشئ الذي يوصلهم إلى الله، يعني : يطلبون ما يكون وسيلة إلى الله سبحانه وتعالى
Tawasul artinya “sesuatu yang menghubungkan antara manusia dengan Allah, mencari sesuatu yang bisa menyambungkan antara manusia dengan Allah.”
Kedua, Dasar disyariatkannya untuk mencari wasilah kepada Allah adalah surat al-maidah ayat 35:
. ياايها الذين آمنوا إتقوا الله وابتغوا إليه الوسيلة وجاهدوا في سبيله لعلكم تفلحون، المائدة : ٣٥
Artinya :“Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang bisa mendekatkan diri kepada Nya, dan berjihad lah jalan Allah agar kamu memperoleh keberuntungan.”
يا حى يا قيوم برحمتك استغيث،رواه الترمذي
Artinya :“Wahai Dzat yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluknya, dengan Rahmad-Mu, aku mohon pertolongan.”
Ketiga, Adapun tawasul yang disyariatkan adalah tawasul yang disebutkan di dalam Alquran maupun hadits, dijelaskan oleh Nabi Muhammad, diamalkan oleh para sahabat.
التوسل المشروع هو الذي امر به القرآن وحكاه رسول الله صلى الله عليه وسلم وعمل به الصحابة.
قال قتادة : تقربوا إليه بطاعته والعمل بما يرضيه.
Qotadah mengatakan :“Dekatkanlah dirimu kepada Allah dengan mentaati perintahnya dan mengamalkan apa yang diridhoi-Nya.”
Keempat, Adapun jenis-jenis tawasul yang dari syariatkan diantaranya bisa disebutkan sebagai berikut :
١. التوسل بالأعمال الصالحة
كاالصلاة وبر الوالدين والذكر وتلاوة القرآن والصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم.
Tawasul dengan amal sholeh diantaranya salat, berbuat baik kepada orang tua, zikir, membaca Al-Qur’an, baca sholawat Nabi dan lain sebagainya.
٢. التوسل بتوحيد الله : كدعاء يونس عليه السلام حين إبتلعه الحوت
Tawasul dengan mentauhidkan Allah subhanahu wa ta’ala seperti doanya Nabi Yunus alaihissalam ketika ditelan ikan.
( فنادى فى الظلمات ان لا إله إلا انت سبحانك إني كنت من الظالمين، فاستجبنا له ونجينه من الغم، وكذالك ننجى المؤمنين) ال عمران : ١٩٣.
Maka berdoalah Yunus dalam kegelapan dengan lafal :
لا اله الا انت سبحانك اني كنت من الظالمين
Artinya :“Tidak ada Tuhan/ Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau maha suci Engkau, sungguh aku termasuk orang yang dzalim.”
Maka dikabulkanlah doa itu dan Allah menyelamatkan dari bencana yang besar, Dan demikianlah kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.
٣. التوسل بأسماء الله الحسنى ( ولله الأسماء الحسنى فادعوه بها) الاعراف : ١٨٠
Tawasul dengan menyebut al asmaul husna,
٤. التوسل إلى الله بترك المعاصى كالخمر والزنا وغيرها من المحرمات
Tawasul dengan meninggalkan kemaksiatan misalkan minum khamr, berbuat zina dan lain sebagainya dari sesuatu yang diharamkan Allah.
٥. التوسل بالإيمان
Tawasul dengan iman kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
ربنا إننا سمعنا مناديا ينادي للإيمان ان آمنوا بربكم فأمنا، ربنا فاغفرلنا ذنوبنا وكفر عنا سيئاتنا وتوفنا مع الأبرار
Artinya :“Wahai Tuhan kami sesungguhnya kami telah mendengar seruan orang yang menyeru agar kami beriman kepadamu, maka saksikanlah kami telah beriman, oleh karena itu ampunilah dosa-dosa kami, dan hapuskanlah segala kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik.” (Q.S. Ali Imran 193).
٦. التوسل بطلب الدعاء من الأنبياء والصالحين الأحياء
Tawasul dengan memohon doa para Nabi dan orang-orang yang soleh.
Kelima, Kisah mengenai Umar bin Khattab yang bertawasul kepada Allah lewat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, kemudian ketika Rasulullah wafat, berganti bertawasul kepada Allah lewat pamannya Rasulullah yakni Abbas bin Abdul Muthalib.
اللهم إنا كنا نتوسل إليك بنبينا فتسقينا، وإنا كنا نتوسل إليك بعم نبينا فاسقنا
Artinya :“Ya Allah sesungguhnya kami bertawasul kepadamu lewat nabimu, kemudian Engkau beri kami hujan, dan sekarang kami bertawasul kepada pamannya nabimu, maka berikanlah kami hujan.”
Keenam, Adapun tawasul kepada Allah lewat orang yang sudah wafat, atau dengan kemuliaan Rasulullah adalah tidak ditemukan dalil syariatnya.
وأما التوسل بالاموات وبحاه رسول الله صلى الله عليه وسلم، كقول احد ( يا رب بجاه محمد صلى الله عليه وسلم اشفني) فهذا غير مشروع لان الصحابة لم يفعلوه
Adapun tawasul dengan orang-orang yang sudah meninggal , atau dengan kemuliaan Rasulullah seperti ucapan seseorang : ya Tuhan kami dengan kemuliaan Nabi Muhammad sembuhkanlah aku, tawasul yang demikian ini tidak ditemukan dari syariat karena para sahabat tidak pernah melakukan hal yang demikian itu.







