Jakarta, kartanusa – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Dr. Endi Supardi, SE., MM., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., menjalin kerja sama dengan Garuda TV dalam rangka pengisian program Ramadan 1447 H/2026 M melalui program religi Harmoni Indonesia.
Kegiatan dilaksanakan di Masjid At-Taqwa Kesatrian Jenderal KKO Ali Sadikin, Mako Kormar, Jakarta Pusat, dan dihadiri prajurit Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal) serta ASN wanita Korps Marinir. Dilansir dari laman resmi media sosial Korps Marinir TNI Angkatan Laut pada Rabu (25/02/2026).
Kolaborasi antara Korps Marinir dan media nasional tersebut menjadi wujud sinergi dalam menyebarluaskan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Program Harmoni Indonesia yang dipandu oleh Ustadz Jodi Salahudin Akbar menghadirkan penceramah Ustadz Ahmad Ridwan, LC., dengan Pangkormar sebagai narasumber utama dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada para peserta yang hadir.
Dalam ceramah bertajuk; “Ramadan Setahun Penuh”, Pangkormar menekankan bahwa ibadah puasa tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai proses pembentukan karakter umat Muslim yang bertakwa, sabar, disiplin, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
“Sebagai Prajurit Komando nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus dijalankan sepanjang tahun, khususnya oleh para prajurit, Kowal, dan ASN wanita Korps Marinir dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.” Ujarnya.
Pangkormar juga menegaskan pentingnya melaksanakan pembinaan mental rohani di setiap jiwa Prajurit Korps Marinir dan ASN bahwa setiap ibadah dengan tulus dan ikhlas, sehingga Ramadan tidak berhenti pada satu bulan saja, melainkan menjadi semangat spiritual yang terus hidup dalam keseharian.
Pesan ini disampaikan sebagai motivasi bagi para ibu ASN Korps Marinir dan prajurit Kowal agar menjadikan nilai-nilai Ramadan sebagai landasan moral dalam kehidupan keluarga maupun kedinasan.
Usai sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan peliputan dua episode kultum Pangkormar bertema; “Bilal bin Rabah, Suara yang Menggetarkan Langit” serta “Teladan Umar, Integritas di Bawah Pengawasan Allah”. (Humas/Gus).







