Surabaya, kartanusa – Gubernur Provinsi Jawa Timur (Jatim) Dr. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., hadir dan melepas langsung keberangkatan kelompok terbang (Kloter) terakhir Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Surabaya yang sekaligus menjadi penanda telah berakhirnya periode pemberangkatan haji Tahun 2026 M/1447 H, di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Kamis (21/05/2026).
Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Plt. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Timur, Dr. Mohamad As’adul Anam, M.Ag., bersama jajarannya lainnya, serta jajaran pejabat terkait dengan Penyelenggaraan Ibadah Embarkasi Surabaya.
Dari data yang ada, sebanyak 116 kloter dengan total Perkiraan 44 ribu lebih jemaah serta petugas diberangkatkan Embarkasi Surabaya melalui Bandara Internasional Juanda.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia Embarkasi Surabaya yang berjalan dengan lancar dan sukses.
Ia juga menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak, lintas instansi atas supportnya dalam proses pemberangkatan haji tahun 2026 M/1447 H berjalan lancar.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa jumlah jemaah haji Jawa Timur menjadi yang terbanyak di Indonesia. Menurutnya, tingginya kuota tersebut berkaitan dengan panjangnya daftar tunggu jemaah haji di Provinsi Jatim, dan sesuai dengan regulasi Undang-undang Haji yang baru.
“Ini jemaah yang kita berangkatkan dari Embarkasi Surabaya ini terbanyak di antara semua Provinsi di Indonesia. Karena memang berdasarkan undang-undang haji, prioritas adalah yang waiting list-nya paling panjang dan itu adalah Jawa Timur.” Tutur Khofifah, panggilan akrabnya, saat menyampaikan sambutannya di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Embarkasi Surabaya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa tingginya angka daftar tunggu di Jatim membuat Embarkasi Surabaya mendapat tambahan kuta sebanyak 8.000 dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia untuk memangkas masa tunggu.
“Oleh karena itu kami bersyukur dan terima kasih ini sama Pak Menteri Haji, akhirnya dari hitung-hitungan kita mendapat tambahan 8.000. Karena memang waiting list-nya paling panjang.” Pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khafifah memberikan hadiah spesial untuk dua jemaah Kloter 116; yang tertua dan termuda di Kloter terakhir.
Di akhir sambutannya, Gubernur Jawa Timur meminta supaya mendoakan Negara Tercinta Indonesia dalam keadaan aman, damai dan sejahtera, khususnya Jawa Timur, serta lebih khusus lagi untuk Surabaya dan Sidoarjo yang hari ini tergabung dalam Kloter 116. (Humas/Gus).







