Gresik, kartanusa – Terus berkemajuan dan mencerahkan, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 27 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan masyarakat Desa Dapet, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Senin (06/07/2026).
Fokus utama pengabdian mereka adalah mendukung peningkatan kuantitas dan kualitas hasil pertanian sebagai sektor utama mata pencaharian masyarakat setempat.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Kelompok 27, Taufiq, mahasiswa Fakultas Hukum UMSURA, di sela kegiatan pembukaan dan pelepasan mahasiswa KKN UMSURA di Aula Kantor Bupati Gresik.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kelompok 27, Taufiq menyampaikan bahwa KKN bukan sekadar menjalankan program akademik, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama masyarakat untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di desa.
“Kami siap berkolaborasi dengan para petani dan seluruh elemen masyarakat Desa Dapet. Harapannya, kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil pertanian melalui berbagai program pemberdayaan yang akan kami jalankan.” Ujarnya.
Acara pelepasan mahasiswa KKN tersebut dihadiri Wakil Rektor IV UMSURA Dr. Radius Setiawan, M.A., Ketua Lembaga Informasi, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LIRPM) UMSURA Arin Setyawati, M.A., serta dosen pembimbing lapangan (DPL) Kelompok 27, Dr. Sholihul Huda, M.Fil.I. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Asisten I Pemerintah Kabupaten Gresik yang mewakili Bupati Gresik.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor IV UMSURA, Dr. Radius Setiawan berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga etika selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat. Menurutnya, mahasiswa merupakan tamu sekaligus representasi universitas sehingga harus mampu menghormati nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di desa.
“Jadilah tamu yang baik dengan menghormati budaya dan kearifan lokal masyarakat. Bangun komunikasi yang santun, jaga nama baik Universitas Muhammadiyah Surabaya, dan tunjukkan bahwa mahasiswa hadir untuk memberi manfaat.” Ujarnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok 27, Dr. Sholihul Huda, M. Fil. I menekankan bahwa KKN merupakan momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Menurutnya, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
“Kami mendorong mahasiswa berani belajar bersama masyarakat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di kampus harus ditransformasikan menjadi solusi yang bermanfaat bagi warga. Pada saat yang sama, mahasiswa juga akan memperoleh pengalaman berharga dari kehidupan masyarakat desa.” Ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Gresik menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN UMSURA. Asisten I Bupati Gresik menyampaikan apresiasi atas kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui program pengabdian masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada UMSURA yang telah mengirimkan mahasiswa untuk mengabdi di desa-desa di Kabupaten Gresik. Semoga sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat ini dapat semakin mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Tuturnya.
Melalui semangat kolaborasi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 27 berharap mampu menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi petani Desa Dapet. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan seremonial, tetapi juga melahirkan inovasi dan pendampingan yang mampu memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi masyarakat desa. (Gus Huda).







