Surabaya, kartanusa— Sebanyak 17 asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) dikerahkan untuk memperkuat pelaksanaan Uji Kompetensi Nasional bagi Calon Manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 28–29 Juli 2026 ini diselenggarakan di dua wilayah penugasan, yakni Rindam V Brawijaya di Malang dan Rindam XIII Merdeka di Tomohon.
Pelaksanaan ujian ini merupakan bentuk nyata kerja sama lintas lembaga untuk menjaga mutu ujian, di mana pihak penyelenggara menggandeng mitra strategis seperti LSP Talenta Wirausaha Nusantara dan LSP Cooperative.
Sebelum menghadapi tahap evaluasi, para peserta yang berasal dari pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) terlebih dahulu dibekali materi manajemen dan tata kelola koperasi oleh perwakilan resmi Kementerian Koperasi.
Dalam proses evaluasinya, terdapat sepuluh indikator kecakapan yang diukur melalui empat pilar kompetensi utama: keahlian merencanakan usaha, mengoperasikan gerai, menata sirkulasi keuangan, serta merancang strategi pemasaran dan penjualan secara sistematis.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur LSP Umsura, Ibu Baterun Kunsah, menegaskan bahwa seluruh utusan lembaganya merupakan tenaga tersertifikasi yang memegang lisensi penguji, menguasai aspek teknis perkoperasian, dan berpengalaman dalam asesmen.
“Kualifikasi tinggi ini dihadirkan sebagai jaminan bahwa proses seleksi berjalan kredibel dan selaras dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).” Ujarnya.
Rangkaian asesmen ini diharapkan mampu mencetak manajer koperasi yang andal dalam praktik nyata guna menggerakkan roda perekonomian masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. (Humas/GFP).








