Surabaya, kartanusa — Persiapan KIBAR Nasional ISMI 2026 Jawa Timur yang akan berlangsung pada 27–28 Oktober 2026 di Surabaya terus memasuki tahap pemantapan dan finalisasi. Bukan sekadar menyiapkan sebuah acara, panitia tengah mengonsolidasikan agenda strategis yang diharapkan menjadi ruang pertemuan saudagar, penguatan jejaring bisnis, pengembangan hilirisasi, serta kolaborasi ekonomi umat. Sabtu (10/10/2026).
Rangkaian kegiatan yang mencakup KIBAR, launching Coffee Traceability, Expo, workshop, business matching, Musyawarah Wilayah ISMI Jawa Timur, dan Rakornas ISMI dirancang agar saling terhubung dan menghasilkan manfaat nyata bagi peserta. Hala ini disampaikan oleh Agus M. Maksum.
“Dalam pembahasan persiapan terbaru, perhatian panitia diarahkan pada pemantapan susunan acara, kepastian narasumber, materi presentasi, kontribusi mitra, kebutuhan pameran, serta kesiapan teknis pelaksanaan. Setiap program didorong agar memiliki penanggung jawab yang jelas, tujuan yang terukur, dan tindak lanjut yang dapat dijalankan setelah kegiatan berakhir.” Ungkap Agus M. Maksum.
Dari Acara Seremonial Menuju Ekosistem Bisnis
Lebih lanjut, Agus M. Maksum menyampaikan bahwa salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah launching Coffee Traceability, sebuah inisiatif untuk memperkuat keterlacakan asal kopi dan membangun kepercayaan terhadap produk. Menurutnya, gagasan ini diharapkan membuka ruang kolaborasi antara petani, konsolidator, pengolah, pemilik merek, lembaga sertifikasi, dan pasar.
Melalui pendekatan keterlacakan, kopi tidak hanya dipandang sebagai komoditas yang diperjualbelikan, tetapi juga sebagai produk yang memiliki identitas, asal-usul, dan nilai tambah. Inisiatif ini sejalan dengan semangat hilirisasi: memperkuat posisi pelaku usaha dari hulu hingga hilir sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Expo dan workshop juga disiapkan sebagai ruang untuk mempertemukan gagasan dengan kebutuhan nyata dunia usaha. Program hilirisasi pangan, pengembangan produk unggulan daerah, penguatan pemasaran digital, dan pertemuan antarpelaku bisnis menjadi bagian dari agenda yang terus dimatangkan.
“Business matching akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperkenalkan usaha, menemukan mitra, menjajaki kerja sama, dan membuka peluang transaksi. Dengan demikian, kehadiran peserta diharapkan tidak berhenti pada mengikuti acara, tetapi berlanjut menjadi hubungan bisnis yang produktif.” Tandasnya.
Kesiapan Acara Membutuhkan Partisipasi Bersama
Pemantapan persiapan juga mencakup koordinasi antara Steering Committee, Organizing Committee, panitia daerah, mitra, sponsor, dan tim teknis. Pembagian tanggung jawab diperjelas agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib dan setiap agenda memiliki dukungan yang memadai.
Rangkaian kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi ISMI Jawa Timur melalui Muswil dan pelantikan kepengurusan baru, sekaligus memperkuat hubungan dengan ISMI Pusat dan jaringan saudagar di berbagai daerah.
Namun, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia. Kehadiran dan keterlibatan anggota ISMI menjadi faktor penting agar forum ini benar-benar hidup sebagai ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, dan pembentukan kemitraan.
Saatnya Warga ISMI Hadir dan Mengambil Peran
Seluruh warga ISMI, khususnya para saudagar, pengusaha, pengurus, dan mitra di berbagai daerah, diajak untuk meluangkan waktu dan memastikan kehadirannya pada 27–28 Oktober 2026 di Surabaya.
KIBAR bukan hanya agenda untuk ditonton, melainkan kesempatan untuk berkontribusi, memperluas jaringan, memperkenalkan usaha, dan membangun kolaborasi. Semakin kuat partisipasi anggota, semakin besar pula peluang forum ini menghasilkan manfaat bersama.
Persiapan yang serius perlu dijawab dengan kehadiran yang sungguh-sungguh. Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya dibangun melalui rapat dan program kerja, melainkan melalui perjumpaan, kepercayaan, dan kerja bersama.
Mari hadir, berjejaring, dan mengambil bagian. Kita jadikan KIBAR ISMI 2026 sebagai momentum mengubah potensi menjadi kolaborasi, kolaborasi menjadi nilai tambah, dan nilai tambah menjadi kemajuan ekonomi umat. (Agus).









