spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaDua Bulan Mengajar, Peroleh Segudang Pengalaman, Dosen UMSURA Jemput 5 Mahasiswa PLP...

    Dua Bulan Mengajar, Peroleh Segudang Pengalaman, Dosen UMSURA Jemput 5 Mahasiswa PLP di SMK MUDISA

    Surabaya, kartanusa – Terus berkemajuan dan mencerahkan, setelah kurang lebih dua bulan belajar langsung di lingkungan sekolah, lima mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA) resmi mengakhiri kegiatan praktik mereka.

    Penjemputan mahasiswa oleh Dosen Pembimbing dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) dilaksanakan pada Senin (19/10/2026), bertempat di ruang Kepala Sekolah SMK MUDISA.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMK MUDISA, Ustadz Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., dosen Pembimbing UMSURA, Ustadz Dr. Azhari, M.Pd., serta Bapak dan Ibu guru pamong yang selama ini mendampingi mahasiswa dalam menjalankan praktik di sekolah.

    Bukan Sekadar Praktik Mengajar, tetapi Belajar Menjadi Guru

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr. Azhari, M.Pd., menyampaikan bahwa PLP merupakan bagian penting dari proses pembentukan calon guru profesional. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori pembelajaran di bangku kuliah, tetapi juga harus mampu menerapkannya ketika berhadapan langsung dengan peserta didik yang memiliki karakter, kemampuan, dan kebutuhan berbeda-beda.

    “Pengalaman mengajar di sekolah menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan dalam merencanakan pembelajaran, memilih metode dan media yang tepat, mengelola kelas, serta membangun komunikasi dengan siswa.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa proses menjadi guru tidak berhenti ketika mahasiswa menyelesaikan program PLP. Pengalaman yang diperoleh selama praktik harus menjadi bekal untuk terus belajar, melakukan evaluasi, dan meningkatkan kompetensi pada masa mendatang.

    “Guru bukan sekadar orang yang menyampaikan materi, melainkan pendidik yang harus mampu menghadirkan pembelajaran bermakna bagi peserta didik.” Tegasnya.

    Kepala Sekolah: Amanah Mengajar Harus Dilaksanakan dengan Totalitas

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala SMK MUDISA, Ustadz Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pengalaman PLP merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk bertransformasi dari pembelajar di bangku kuliah menjadi calon pendidik yang siap menghadapi realitas dunia sekolah.

    Menurut Irvandy, panggilan akrabnya, mengajar di kelas tidak selalu semudah memahami teori. Seorang guru harus mampu mengenali karakter siswa, mengelola suasana kelas, menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami, serta menciptakan pembelajaran yang menarik dan tidak monoton.

    Ia juga menegaskan bahwa setiap amanah harus dijalankan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Mahasiswa juga perlu terus mengevaluasi kekurangan, baik dalam menyusun perencanaan pembelajaran, mengelola kelas, maupun membangun interaksi dengan peserta didik.

    “Ketika kita diberikan amanah untuk mengajar, laksanakanlah secara profesional dan dengan totalitas. Jangan sekadar menggugurkan kewajiban. Kepercayaan harus dijaga melalui tanggung jawab dan kesungguhan dalam menjalankan tugas.” Tutur Ustadz Irvandy, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran ini.

    Ustadz Irvandy juga mengapresiasi dosen pembimbing dan guru pamong yang telah berkolaborasi memberikan ruang belajar bagi mahasiswa. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dinilai penting untuk menyiapkan calon guru yang kompeten, berkarakter, kreatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan pendidikan.

    Siswa Ikut Bersuara: Belajar Jadi Lebih Seru!

    Salah satu momen menarik dalam kegiatan penutupan PLP adalah ketika siswa menyampaikan kesan mereka selama mengikuti pembelajaran bersama mahasiswa praktikan.

    Para siswa mengungkapkan bahwa pembelajaran terasa menyenangkan karena mahasiswa mampu menjelaskan materi dengan bahasa yang mudah dipahami serta menyisipkan permainan agar suasana kelas tidak membosankan.

    Salah seorang siswa bahkan menyampaikan bahwa penjelasan Kak Gaby membuat materi terasa lebih mudah dimengerti. Sementara itu, Kak Ipan dan mahasiswa praktikan lainnya juga mendapat kesan positif karena dinilai asyik dan mampu menciptakan suasana belajar yang seru.

    Bagi siswa, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung secara monoton. Pembelajaran dapat menjadi lebih menarik ketika guru mampu memadukan penyampaian materi, interaksi, dan permainan edukatif yang sesuai.

    Respons siswa ini sekaligus menjadi bahan refleksi berharga bagi mahasiswa bahwa keberhasilan mengajar bukan hanya diukur dari tersampaikannya materi, tetapi juga dari pemahaman, keterlibatan, dan pengalaman belajar yang dirasakan peserta didik.

    Mahasiswa: Kami Datang untuk Mengajar, tetapi Pulang Membawa Banyak Pelajaran

    Suasana haru dan penuh apresiasi juga terasa ketika mahasiswa menyampaikan kesan dan pesan selama menjalani PLP di SMK MUDISA.

    Salah satu mahasiswa mengungkapkan rasa terima kasih karena sejak pertama kali datang, mereka merasa diterima dengan baik oleh kepala sekolah, Bapak dan Ibu guru, serta seluruh keluarga besar sekolah.

    Mahasiswa juga menyampaikan apresiasi kepada guru pamong, Bu Risma, atas bimbingan dan arahan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

    Pengalaman tersebut bukan hanya memberikan kesempatan untuk mempraktikkan ilmu pendidikan, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan, kesopanan, komunikasi, kesabaran, dan cara menghadapi peserta didik dengan karakter yang beragam.

    Interaksi bersama siswa kelas X, khususnya kelas TK 3, menjadi salah satu pengalaman yang membekas. Mahasiswa belajar bahwa setiap anak memiliki keunikan tersendiri sehingga membutuhkan pendekatan yang berbeda.

    Mereka juga menyadari bahwa proses mengajar merupakan proses belajar dua arah. Mahasiswa berbagi pengetahuan kepada siswa, tetapi pada saat yang sama mereka memperoleh pelajaran berharga dari perilaku, respons, dan karakter siswa yang dihadapi setiap hari.

    Harapan pun disampaikan agar hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga dan suatu saat mereka bisa kembali bertemu dalam kesempatan yang berbeda.

    Kolaborasi Kampus dan Sekolah untuk Mencetak Guru Masa Depan

    Penjemputan lima mahasiswa PLP ini menjadi penanda berakhirnya satu tahapan praktik, sekaligus awal dari perjalanan panjang menuju profesi pendidik yang sesungguhnya.

    Pengalaman selama kurang lebih dua bulan di SMK MUDISA diharapkan menjadi modal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

    Bagi sekolah, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

    Sebab, calon guru yang baik tidak lahir hanya dari teori di ruang kuliah. Mereka tumbuh melalui pengalaman nyata, bimbingan para pendidik, keberanian menerima evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

    Dua bulan mungkin terasa singkat, tetapi pengalaman, kenangan, dan pelajaran yang diperoleh dapat menjadi bekal sepanjang perjalanan menjadi guru.

    Dari SMK MUDISA, para calon pendidik belajar satu hal penting: mengajar adalah amanah, mendidik adalah pengabdian, dan menjadi guru berarti bersedia terus belajar sepanjang hayat. (Irv).

    iklanupdate
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here