Bojonegoro, kartanusa — Pengurus Daerah Majelis Taklim Perempuan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PD MTP-IPHI) Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan silaturahim, kajian agama, sekaligus anjangsana ke Pengurus Cabang (PC) MTP IPHI Sumberrejo. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Aula Radio NUANSA, Sumberrejo, Bojonegoro, pada Rabu (4/11/2026) mulai pukul 12.00 hingga 15.00 WIB.
Dengan mengusung tema; “Silaturahim dan Kesehatan Perempuan”, acara ini sukses menarik antusiasme tinggi dari masyarakat. Tercatat sebanyak 461 orang hadir memadati lokasi acara, terdiri atas jajaran pengurus PD MTP-IPHI Bojonegoro, PC IPHI Sumberrejo, unsur Forkopimcam, undangan, serta para jamaah.
Membangun Kebersamaan dan Solusi Umat
Dalam kesempatan tersebut, Nyai Dra. Hj. Mursyidah Muqoffi, Ketua MTP IPHI Kabupaten Bojonegoro menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana ini tidak hanya menjadi ajang mempererat tali persaudaraan, tetapi juga wadah strategis penguatan MTP IPHI.
“Kegiatan anjangsana ini tidak hanya menjadi ajang mempererat tali persaudaraan, tetapi juga wadah strategis untuk melakukan evaluasi dan penguatan peran majelis taklim perempuan di tengah masyarakat.” Tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui kajian yang disampaikan, rangkaian acara menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya:
Pertama, Terwujudnya Kebersamaan Umat: Memperkuat soliditas dan sinergi antar-pengurus serta jamaah IPHI lintas wilayah di Kabupaten Bojonegoro.
Kedua, Evaluasi dan Koreksi Konstruktif: Tersampaikannya masukan serta koreksi positif terhadap tata kelola dan aktivitas majelis taklim perempuan agar semakin optimal.
Ketiga, Solusi Permasalahan Perempuan: Menghadirkan ruang diskusi interaktif yang memberikan solusi nyata terhadap berbagai problematik yang kerap dihadapi kaum perempuan, khususnya dalam aspek kesehatan dan kehidupan sosial.
“Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan jaringan silaturahim dan pembinaan umat melalui majelis taklim di Bojonegoro semakin kuat, serta mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.” Pungkasnya. (Humas/Gus).









