Surabaya, kartanusa — Dalam rangka memperkaya wawasan kebangsaan dan menumbuhkan semangat patriotisme, siswa-siswi kelas 6 Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya melaksanakan kegiatan “Kelas Ekspedisi Sejarah” di Museum 10 November, Surabaya, pada Rabu (04/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kunjungan edukatif luar kelas di mana setiap kelas memiliki destinasi tujuan yang berbeda. Rombongan kelas 6 Al-Biruni tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini didampingi langsung oleh wali kelas, Ustadzah Vitriani, S.Pd.
Setibanya di lokasi, para siswa bergabung bersama siswa-siswi kelas VI SD Pilar Nusantara Tuban dan disambut oleh Kak Khalia selaku tour guide yang memandu jalannya penjelajahan sejarah.
Napak Tilas Perjuangan Arek-Arek Suroboyo
Eksplorasi dimulai dengan paparan sejarah mengenai perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diraih pada 17 Agustus 1945. Kak Khalia menjelaskan bahwa Kota Surabaya memegang peranan penting sebagai salah satu kota yang mendapat serangan sengit dari Belanda dan sekutunya saat agresi militer. Rakyat Surabaya harus berjuang dengan susah payah demi mempertahankan tanah air mereka.
Suasana masa lalu semakin terasa hidup ketika para siswa diajak mendengarkan rekaman pidato heroik dari Bung Tomo.
“Pidato yang singkat, namun mampu memacu semangat juang masyarakat Surabaya pada waktu itu.” Ujar Khalia di hadapan para siswa.
Perjalanan kemudian berlanjut ke area replika Tugu Pahlawan yang menjadi ikon perjuangan 10 November. Para siswa mendapatkan penjelasan mendalam mengenai filosofi bangunan tersebut, yang terdiri atas 10 lengkungan, 11 ruas, serta memiliki ketinggian 45 meter, yang menyimbolkan tanggal bersejarah tersebut.

Menonton Film Dokumenter dan Meninjau Koleksi Museum
Tak hanya mendengarkan penjelasan, para siswa juga diajak menyaksikan pemutaran film pendek dokumenter yang mengisahkan perjuangan rakyat Surabaya menghadapi agresi militer Belanda.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke lantai dua museum untuk melihat langsung berbagai koleksi bersejarah peninggalan masa kolonial. Di sana, para siswa mengamati beragam senjata perlawanan, media komunikasi kuno, hingga sepeda onthel yang digunakan pada masa perjuangan.
Kesan Positif dari Siswa Sekolah Inovatif
Kegiatan ekspedisi sejarah ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta didik. Afga Onadio Ibrahim Fisabilillah, salah satu siswa kelas 6, mengungkapkan rasa bahagianya bisa mengikuti program ini.
“Saya senang bisa mengikuti kelas ekspedisi sejarah terakhir di Museum 10 November ini. Belajar sejarah perjuangan rakyat Surabaya, mendengarkan pidato Bung Tomo, dan melihat barang-barang zaman kolonial secara langsung.” Ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan oleh rekan sekelasnya, Sabrina Aprilia Sugiharto. Ia merasa senang karena bisa belajar langsung tentang perjuangan kemerdekaan di Kota Surabaya.
“Kegiatan kelas ekspedisi sejarah ini seru dan menyenangkan. Saya bisa belajar langsung tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan di Kota Surabaya.” Pungkasnya. (Habib Amrullah).









