Inspirasi Kehidupan : Pentingnya Husnudzon dalam Kehidupan
Oleh Ustadzah Anita Rahmawati, S.Pd
(Guru Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya)
Dalam kehidupan manusia banyak fenomena yang terjadi dalam kehidupan. Segala kejadian di muka bumi, baik kebahagiaan maupun kesedihan sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Semua kejadian itu sudah ada hikmah dan pelajaran yang bisa kita ambil. Untuk itu kita harus selalu berprasangka baik kepada Allah dan bersyukur sehingga menjadikan kita semakin bertakwa.
Secara garis besar berprasangka baik (Husnudzon) ada 3 bagian, yaitu :
Pertama, Husnudzon Kepada Allah SWT; Seorang muslim wajib meyakini ketetapan Allah SWT. Allah memberikan nikmat berupa kecukupan harta dan kesehatan harusnya membuat kita bersyukur, bukan melalaikan dengan tidak beribadah kepada Allah.
Selain itu juga manusia husnudzon dalam menghadapi ujian dari Allah. Berprasangka baik, bersabar, berpikir positif, dan menerima setiap cobaan sehingga bertambah nilai ketakwaan kita.
Allah SWT berfirman, artinya :“Aku sesuai dengan prasangka hambaKu terhadapKu, Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepadaKu”.
Kedua, Husnudzon kepada Diri Sendiri; Menerima segala kelebihan dan kekurangan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Husnudzon kepada diri sendiri menjadikan kita semakin percaya diri dalam menjalankan kebaikan.
Ketiga, Husnudzon kepada Sesama Manusia; Husnudzon kepada manusia menimbulkan perasaan senang, nyaman, dan tentram. Jika kita berprasangka buruk dengan iri, dengki, dan benci, justru hal itu mengakibatkan hubungan dengan sesama menjadi tidak harmonis.
Terkadang setiap manusia memiliki tujuan yang sama, hanya berbeda caranya. Bukan berarti yang ia lakukan itu salah. Berprasangka baik bahwa itu cara yang ia pilih untuk mencapai tujuannya.
Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :“Jauhilah dari kalian prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kalian saling memata matai, saling mencari aib orang lain, saling berlomba-lomba mencari kemewahan dunia, saling dengki, saling memusuhi, dan saling memutuskan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” Diriwayatkan oleh Abu Hurairah R. dalam kitab Al Bukhari dan Muslim.
Hikmah Husnudzon diantaranya yaitu :
- Tercipta keharmonisan (semakin kokoh ikatan kekeluargaan).
- Hidup tentram tanpa rasa curiga, iri, dan dengki.
- Menumbuhkan kesadaran atas sunnatullah.
- Mendorong untuk beramal.







