spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaPesantren Karakter SDM 24 Surabaya : Ajarkan Pentingnya Adab Berbicara Sejak Dini

    Pesantren Karakter SDM 24 Surabaya : Ajarkan Pentingnya Adab Berbicara Sejak Dini

    Surabaya, kartanusa – Upaya tingkatkan kualitas pemahaman agama dan menguatkan karakter siswa, serta sebagai komitmen terhadap Visi dan Brand Sekolah Karakter, SD Muhammadiyah 24 Surabaya gelar Pesantren Karakter yang sering dikenal dengan Perak.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula The Islamic Building (TIB) Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya pada 19–20 September 2025.

    Ratusan siswa kelas 4 antusias mengikuti Pesantren Karakter bertajuk “Became True Muslim”, program spesial yang menjadi pengalaman pertama mereka bermalam di sekolah. Selama dua hari satu malam, mereka tak hanya belajar agama, tetapi juga mengasah keterampilan dan kebersamaan.

    Program ini merupakan agenda tahunan Sekolah Karakter untuk menumbuhkan sikap mandiri, tangguh, sekaligus mengajarkan anak-anak cara beradaptasi dan berbaur dengan teman-teman baru. Bukan sekadar kegiatan religi, Pesantren Karakter juga memfasilitasi pengembangan keterampilan dan kreativitas siswa.

    Jumat sore, Aula Sekolah terasa hangat. Anak-anak duduk rapi sambil muroja’ah menunggu waktu Shalat Ashar. Materi pertama tentang adab menjaga lisan disampaikan oleh Ustadz H. Muhammad Syaikhul Islam, S.H.I., M.H.I., dengan gaya yang interaktif. Tawa kecil, acungan tangan bertanya, dan ekspresi kagum terlihat di wajah para peserta.

    “Materi pertama kami fokuskan agar anak-anak belajar selalu berkata bijak dan baik kepada siapa pun, terutama teman sebayanya.” Ungkap Ustadzah Ella Mafruchani, S.Pd., Wali Kelas sekaligus Koordinator Acara.

    Dengan menjaga lisan, lanjutnya, dirinya berharap mereka terbiasa tidak mengejek, menghina, atau berkata kasar yang dapat melukai hati teman. Anak-anak seusia ini kadang belum bisa membedakan mana bercanda yang sehat dan mana yang justru menyakiti.

    “Karena itu kami ajarkan pentingnya adab berbicara sejak dini.” Tegasnya.

    Acara dilanjutkan oleh Ustadzah Eva Dwi Tanti, S.Pd.,Gr., yang membawakan materi kedua tentang “Asyiknya Menulis Cerpen”. Ada ice breaking yang membuat rasa kantuk lenyap. Anak anak tersenyum dan berebut menjawab pertanyaan.

    “Di materi kedua, anak-anak juga sangat antusias. Mereka sebenarnya punya banyak ide cerita, hanya saja belum tahu cara menuangkannya menjadi sebuah tulisan.” Katanya.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa melalui sesi menulis cerpen ini, mereka belajar tahapan-tahapan yang benar dalam membuat cerita. Harapannya, keterampilan ini bisa menjadi bekal positif yang mereka bawa ke kehidupan sehari-hari.

    Usai materi kedua, anak-anak kembali muroja’ah dan menyetorkan hafalan Al-Qur’an. Malam pun berakhir dengan tidur bersama di aula, bangun dini hari untuk tahajud, lalu Salat Subuh berjamaah.

    Sabtu pagi, mereka berbaris di halaman untuk senam bersama di bawah sinar matahari yang hangat, sebelum kembali ke aula untuk penutupan.

    “Melalui kegiatan ini kami tidak hanya memberi materi keterampilan menulis, tapi juga akhlak seperti adab menjaga lisan. Kami terus berupaya menciptakan pendidikan yang berkemajuan dan pembaharuan.” Pungkasnya. (Syifa’).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here