Aceh Tamiang, kartanusa – Terus bergerak mencerahkan, langkah kaki Harun Arafat dan Ruli Inayah Ramadhan menembus material lumpur di Desa Sunting pada Rabu pagi, 21 Januari 2026 pukul 10.00 WIB. Mereka datang mengoordinasikan misi besar untuk memulihkan semangat belajar anak-anak yang terputus sejak banjir bandang terbesar pasca-2006 melanda wilayah ini.
“Berdasarkan data lapangan, satu unit MI Swasta di Dusun Tanjung mengalami rusak berat dengan atap yang roboh total, membuat aktivitas pendidikan lumpuh seketika.” Ujarnya Yusuf Dwipa Wijaya salah satu Relawan Muhammadiyah Jawa Timur ini.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan kerja kolaboratif yang menggerakkan seluruh energi Muhammadiyah Jawa Timur.
“Mulai dari MDMC Jatim dan Lazismu Jatim, hingga organisasi otonom seperti Kokam, Hizbul Wathan (HW), serta keterlibatan aktif dari perguruan tinggi dan mahasiswa Muhammadiyah di Jawa Timur.” Ungkapnya.
Sementara itu, Ruli Inayah Ramadhan, Relawan Muhammadiyah Jawa Timur lainnya, mengatakan bahwa mereka bersatu menyalurkan 173 paket school kit secara rinci: 23 paket untuk TK Serba Ceria, 50 paket untuk MI Swasta Sunting, 60 paket untuk SDN Sunting, serta masing-masing 20 paket untuk TK dan MTS Swasta Sunting.
“Giat kami hari ini adalah pembagian school kit, paket sembako, dan paket kebersihan bagi seluruh masyarakat Desa Sunting yang terdampak.” Ujarnya.
Di sisi lain, tim medis dari DMC RS Siti Khodijah juga berjibaku memberikan pelayanan kesehatan mobile kepada puluhan penyintas yang membutuhkan penanganan medis segera, termasuk pasien penderita stroke dengan luka ulkus yang memerlukan tindak lanjut rutin.
“Kerja keras ini memastikan bahwa warga tidak hanya mendapatkan bantuan fisik, tapi juga dukungan moral untuk bangkit.” Tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, mewakili rasa syukur masyarakat sekitar, Wahyu selaku Kepala Dusun mengapresiasi terdalamnya kepada para relawan yang datang dari seberang pulau.
“Sekali lagi, saya selaku Kepala Dusun, terima kasih banyak dari donasi-donasi maupun itu dari relawan Muhammadiyah Jawa Timur, maupun itu dari relawan dari Lazismu Jawa Timur. Saya ucapkan beribu-ribu terima kasih.” Tandas dengan penuh haru.
Sinergi ini membuktikan bahwa persaudaraan Muhammadiyah adalah ikatan yang melampaui batas geografis. (Yusuf).







