Catatan Sejarah Nusantara
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR
(Pimpinan Redaksi Kabar Berita Nusantara)
Sejarah Masjid di Melaka adalah cerminan dari peran kota ini sebagai pusat penyebaran Islam dan percampuran budaya selama berabad-abad. Dibangun pada masa yang berbeda-beda, masjid-masjid di Melaka memiliki arsitektur unik yang menceritakan kisahnya sendiri.
Berikut adalah beberapa Masjid bersejarah paling penting di Melaka:
Masjid Kampung Hulu
Dikenal sebagai Masjid tertua yang masih beroperasi di Malaysia, Masjid Kampung Hulu dibangun pada tahun 1728 pada masa pemerintahan Belanda.
Arsitektur Unik; Masjid ini merupakan contoh perpaduan budaya yang kaya. Atapnya berbentuk tumpeng piramidal tiga tingkat yang mirip dengan arsitektur masjid kuno di Jawa dan Sumatera.
Menaranya memiliki desain pagoda yang dipengaruhi arsitektur Tiongkok, sementara elemen Melayu dan Eropa juga terlihat dalam desainnya.
Sejak awal, masjid ini berfungsi sebagai pusat komunitas Muslim di Melaka, menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan.
Masjid Kampung Kling
Dibangun pada tahun 1748, tidak lama setelah Masjid Kampung Hulu, Masjid Kampung Kling juga menampilkan perpaduan arsitektur yang luar biasa.
Arsitektur Unik; Masjid ini menggabungkan unsur-unsur arsitektur Melayu, Cina, dan India. Menara masjidnya berbentuk pagoda, atapnya bertingkat tiga, dan mimbar di dalamnya memiliki ukiran kayu khas Melayu. Fitur yang paling menonjol adalah perpaduan desain yang harmonis, yang mencerminkan kerukunan antar etnis di Melaka.
Lokasi Masjid ini terletak di Jalan Tokong (sekarang Jalan Tukang Emas), yang dikenal sebagai “Jalan Harmoni” karena letaknya yang berdekatan dengan kuil Hindu dan kuil Buddha.
Masjid Tengkera
Dibangun pada tahun 1728, masjid ini juga dikategorikan sebagai salah satu masjid tertua. Masjid ini memiliki keunikan karena pernah menjadi masjid negara bagian Melaka hingga tahun 1990.
Makam Sultan Johor, Sultan Hussein Muazzam Shah, yang dikenal karena menyerahkan Singapura kepada Inggris, juga terletak di area pemakaman masjid ini.
Masjid Selat Melaka (Masjid Terapung)
Meskipun baru dan modern, Masjid Selat Melaka memiliki makna simbolis yang kuat. Dibangun pada tahun 2006 di atas panggung di tepi Pulau Melaka buatan, masjid ini dijuluki “masjid terapung” karena seolah-olah mengapung di atas air saat air pasang.
Arsitektur; Desainnya menggabungkan arsitektur Melayu dan Timur Tengah. Kubah keemasan dan menaranya yang berfungsi sebagai mercusuar modern menjadikannya landmark penting.
Sebagai Masjid modern, ia tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai daya tarik wisata utama yang sering menjadi latar belakang foto saat matahari terbenam.
Masjid-masjid di Melaka tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi bisu sejarah panjang dan identitas multikultural kota ini.
Senin, 25 Agustus 2025, Kabar Berita Nusantara (kartanusa)







