Surabaya, kartanusa – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Muhammadiyah Wonokromo Kota Surabaya. Ustadz Dr. Arfan Fahmi, SS., M.Pd., yang dikenal sebagai Ketua Majelis Dikdasmen & PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo sekaligus dosen studi pembangunan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), telah berpulang ke Rahmatullah. Cucu Pahlawan Nasional KH. Mas Mansyur ini wafat pada Minggu (7/9) pukul 01.50 WIB di ICU RSUD dr. Soetomo, Surabaya.
Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Ampel Sawahan II No. 15, Surabaya, dan rencananya akan disalatkan setelah salat Duhur di Masjid Taqwa Surabaya. Atas nama keluarga, Ir. H. Lukman, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan almarhum semasa hidup.
“Kami atas nama bapak memohon maaf atas segala kesalahan almarhum selama hidup.” Ujarnya.
Ustadz Dr. Arfan Fahmi meninggalkan seorang istri, Ibu Noer Faizah, dan tiga orang anak; Nisrina Adibah, Nafla Aqilah, dan Abyan Nawwaf. Ia merupakan putra dari Bapak Ainoerrafiq, salah satu dari enam anak KH. Mas Mansyur dari pernikahannya dengan Ibu Siti Zakijah.
Kesan Mendalam dari Kolega
Kepergian sosok yang dikenal gigih ini menyisakan duka mendalam bagi para koleganya. Ketua PCM Wonokromo, Ustadz Ir. H. Lukman, mengenang kepemimpinan almarhum yang penuh konsep brilian, ketegasan, dan konsistensi.
“Terima kasih untuk teladan integritasnya.” Ungkapnya.
Lebih lanjut, Ustadz Lukman Rahim menceritakan, betapa besarnya dedikasi Dr. Arfan Fahmi. Ia tetap berangkat ke Malaysia untuk mendampingi kegiatan studi banding dan penandatanganan kerja sama pendidikan (MoU) meskipun dalam kondisi sakit.
“Itu adalah pelajaran kepemimpinan sejati yang tak terlupakan.” Imbuhnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PCM Wonokromo, Ustadzah Luluk Humaidah, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa Ustadz Arfan adalah sosok yang semangat dan gigih.
“Ustadz Arfan Fahmi adalah sosok yang semangat dan gigih dalam memperjuangkan keinginan yang ingin dicapai.” Tandasnya.
Sementara itu, Ustadz H. Tohari, SE., Ketua Takmir Masjid Al-Mufidah periode 2008-2024 yang saat ini menjabat dewan pembina, menyampaikan Ustadz Arfan pribadi yang istiqomah.
“Bapak Arfan Fahmi adalah seorang pekerja keras, kalau untuk agama beliau sangat komitmen/istiqamah. Dalam diskusi musyawarah sangat santun dalam menyampaikan ide.” Kenangnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga, Kepala Sekolah Qur’anic and Internasional Insight SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, Ustadz Munahar, S.H.I., M.Pd., juga memiliki kenangan khusus dengan almarhum. Ketika sekolahnya berencana studi banding ke luar negeri untuk meningkatkan peningkatan SDI (Sumber Daya Insani) dan wawasan global guru/karyawannya, Ustadz Dr. Arfan tidak hanya menyetujui, tetapi juga memberikan rekomendasi Sekolah terbaik di Malaysia, membantu mengkomunikasikan dengan pimpinan lembaga di sana, bahkan mengawal dan mendampingi hingga kegiatan tersebut sukses.
“Selain gagasan-gagasan besar untuk mengembangkan sekolah Muhammadiyah di Wonokromo, beliau juga memiliki tipologi kepemimpinan yang tenang sekaligus memiliki gaya humor saat rapat atau selesai rapat guna mencairkan suasana.” Tutur Munahar.
Ustadz Zamzami Husain, salah satu guru Al-Qur’an di SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya, mengenang Ustadz Dr. Arfan sebagai sosok yang sederhana dan penuh tawadhu, namun kaya ilmu. Ia menceritakan momen pertemuan terakhir saat halal bihalal di kediaman almarhum.
“Ketika beliau dengan penuh keramahan menjamu guru-guru SD Muhammadiyah 6 Gadung, bahkan sang istri turut memasak untuk kami, akan selalu teringat sebagai kenangan baik yang tak terlupakan.” Katanya.
Selamat jalan, Ustadz Arfan Fahmi. Semoga Allah menempatkan beliau di surga-Nya yang tertinggi dan menjadikan setiap amal dan ilmu yang beliau ajarkan sebagai pahala jariyah yang terus mengalir, Aamiin. (Munahar).







