spot_img
No menu items!
More
    HomeOpiniInspirasi Kehidupan : Jalan Dakwah Panglima Besar Jenderal Soedirman

    Inspirasi Kehidupan : Jalan Dakwah Panglima Besar Jenderal Soedirman

    Inspirasi Kehidupan : Jalan Dakwah Panglima Besar Jenderal Soedirman

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Bendahara Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur)

    Inilah jalan dakwah Sang Jenderal yang mestinya menjadi teladan bagi kita para generasi muda bangsa ini. Jenderal Soedirman yang dikenal dengan semangat patriotisme tak kenal menyerah, keteguhan prinsip dan integritas moral, kepemimpinan bijaksana dan rendah hati, kedisiplinan tinggi, serta ketekunan beribadah.

    “Memimpin gerilya di tengah sakit parah demi kemerdekaan, mengutamakan rakyat, dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam perjuangan dan pelayanan bangsa”

    Nilai-nilai Keteladanan Sang Jenderal

    Kader Persyarikatan Muhammadiyah, yang juga tokoh Nasional yang aktif di Kepanduan Hizbul Wathan ini mengajarkan kepada kita tentang beberapa hal penting, yakni:

    Pertama, Semangat Patriotisme dan Pantang Menyerah; Meskipun sakit TBC yang terus menggerogotinya, tetapi semangat tak pernah padam, ia tetap semangat memimpin perang gerilya demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia, tidak pernah menyerah meski dalam kesulitan.

    Generasi muda hari ini sepertinya mulai hilang semangat patriotisme, seolah-oleh merasa sudah merdeka, memahami bahwa saatnya menikmati hasil perjuangan sehingga mereka rapuh, dan muda menyerah, lebih memilih jalan pintas dalam menggapai cita-cita.

    Kedua, Keteguhan Prinsip dan Integritas; Tidak goyah mempertahankan prinsip dan kebenaran, menolak perjanjian yang merugikan bangsa, dan konsisten pada nilai luhur.

    Mempunyai keyakinan yang teguh dalam memegang prinsip kebaikan dan kebenaran juga mulai luntur. Generasi muda kita mulai tergerus arus globalisasi, yang semakin kesini menggandakan ideologi dan prinsip tentang kebaikan dan kebenaran.

    “Khawatir berlebihan tentang kesuksesan sehingga menghalalkan berbagai macam cara untuk menggapai cita-cita”

    Ketiga, Kepemimpinan Melayani; Mengedepankan kepentingan rakyat dan pasukan, bukan diri sendiri, serta menjadi pemimpin yang bijaksana dan rendah hati.

    Kelima, Kedisiplinan dan Tanggung Jawab; Sangat disiplin terhadap tugas dan tanggung jawab, bahkan saat kondisi lemah, ia tetap memberikan arahan strategis.

    Keenam, Religiusitas; Sebagai umat Muslim dan Kader Muhammadiyah, Sang Jenderal sangat taat beribadah (shalat 5 waktu, wudhu selalu dijaga), menjadikan agama sebagai pondasi mental dan moral.

    “Bahkan ini yang sering disebut sebagai jimatnya Sang Jenderal, Ketaatan dalam Beribadah sungguh menjadi jimat dalam perjuangannya”

    Ketujuh, Kesederhanaan dan Merakyat; Hidup sederhana, mudah bergaul, tidak pilih-pilih teman, dan dekat dengan rakyat serta anak buahnya.

    Kedelapan, Semangat Persatuan; Berjuang bersama rakyat tanpa membedakan latar belakang sosial.

    Dalam konteks pendidikan dan karier, memiliki integritas, berani menyuarakan kebenaran, konsisten, dan tidak mudah terpengaruh hal negatif. Karakter ini marilah kita tanamkan pada diri, keluarga dan masyarakat sekitar kita sehingga membawa kemaslahatan.

    Termasuk dalam konteks kehidupan sehari-hari, mestinya kita mencontoh sikap keteguhan, kedisiplinan, dan kerendahan hati dalam bekerja dan berinteraksi sosial. Setinggi apa jabatan, sebanyak apa kekayaan, sepandai apapun kita, tetaplah rendah hati, janganlah sombong, karena itu adalah sifat iblis.

    “Yang terakhir, marilah kita belajar menghargai jasa pahlawan, mengenang dan meneladani perjuangan mereka untuk memperkokoh cinta tanah air”

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here