Magelang, kartanusa – Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia (RI), Budi Gunadi Sadikin, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam bidang kerelawanan, khususnya dalam penanganan kebencanaan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Sumatra dan Aceh. Dilansir dari laman MUHAMMADIYAH.OR.ID, pada Kamis (08/01/2026).
Hadir juga dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., sekaligus memberikan sambutan pengarahan kepada audiens yang hadir.
Relawan Muhammadiyah memiliki karakter dan kapasitas yang membedakan mereka dari relawan lainnya, berdasarkan pengamatannya langsung di berbagai lokasi bencana. Hal ini disampaikan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam Launching Kedokteran & Profesi Dokter Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA).
“Teman-teman Muhammadiyah ini berbeda. Ketika saya melihat relawan Muhammadiyah di kawasan bencana, mereka sangat tangguh, mandiri, dan memiliki standar kerja yang tinggi.” Tuturnya.
Lebih lanjut, Menkes menilai bahwa Muhammadiyah telah memiliki standar kerja berkelas internasional dalam dunia kerelawanan. Hal ini dibuktikan dengan perolehan verifikasi oleh WHO kepada Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah.
“Selain itu, ini menjadi keunggulan tersendiri sekaligus modal penting dalam memperkuat sistem penanganan bencana nasional.” Ungkapnya.
Menkes juga berharap standar dan etos kerja relawan Muhammadiyah dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi lembaga-lembaga relawan lainnya di Indonesia, sehingga penanganan kebencanaan dapat berjalan lebih profesional, terukur, dan berkelanjutan.
“Muhammadiyah tidak banyak bicara, tetapi banyak bergerak. Progres Muhammadiyah di dunia kerelawanan sangat luar biasa, dan saya berharap hal ini dapat menular ke seluruh lembaga relawan di Indonesia.” Tandasnya. (Humas/Gus).







