Mojokerto, kartanusa – Semangat kaderisasi di lingkungan Pelajar Muhammadiyah terasa kuat dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMP Muhammadiyah 1 Surabaya (Spemsa).
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Permata Biru Trawas, Mojokerto pada Sabtu–Ahad, 7–8 Februari 2026 ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus proses pembentukan karakter bagi calon pemimpin pelajar masa depan.
Suasana pegunungan Trawas yang sejuk turut mendukung terciptanya kegiatan yang khidmat, hangat, dan penuh kebersamaan. Sejak awal kegiatan, energi positif dan semangat peserta sudah terlihat.
Para kader mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari materi kepemimpinan, kemuhammadiyahan dan ke-IPM-an, hingga problem solving. Seluruh materi dikemas secara interaktif melalui diskusi kelompok, simulasi kepemimpinan, studi kasus, serta permainan edukatif yang menantang.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, berkomunikasi efektif, bekerja dalam tim, serta berani mengambil keputusan dalam berbagai situasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, Ustadz Husnur Rif’an, S.Pd., menegaskan pentingnya keseimbangan antara akhlak, akademik, dan organisasi bagi kader IPM. Ia juga mengingatkan bahwa IPM merupakan pintu awal perjalanan panjang kaderisasi Muhammadiyah.
“Kader IPM harus memiliki akhlak yang baik, menyeimbangkan akademik dan organisasi, serta terus berproses di IPM. Perjalanan kaderisasi ini akan berlanjut ke IMM, kemudian Pemuda Muhammadiyah atau Nasyiatul ‘Aisyiyah, hingga akhirnya berkiprah di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.” Tuturnya.
Momen haru mewarnai kegiatan tersebut, ketika Pembina IPM sebelumnya, Ustadz Fauzan, M.Pd., menyampaikan pesan perpisahan setelah masa pengabdiannya mendampingi IPM Spemsa.
“Pada kesempatan ini saya izin pamit. InsyaAllah estafet pembinaan akan dilanjutkan oleh Ustadz Anas. Semoga IPM Spemsa terus berkembang dan melahirkan kader-kader terbaik.” Ungkapnya penuh harap.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa LDKS IPM Spemsa bukan sekadar agenda tahunan, melainkan langkah nyata menyiapkan generasi pelajar berakhlak, berilmu, dan berjiwa kepemimpinan.
“Dari ruang pelatihan di Trawas inilah estafet kaderisasi Muhammadiyah terus bergerak, menumbuhkan harapan lahirnya pemimpin masa depan yang siap memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan persyarikatan.” Pungkasnya. (Anas).







