spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaSelamat Jalan Sang Jenderal, Dewan Kehormatan PP IPHI

    Selamat Jalan Sang Jenderal, Dewan Kehormatan PP IPHI

    Selamat Jalan Sang Jenderal, Dewan Kehormatan PP IPHI

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Wakil Sekretaris PW IPHI Jawa Timur, Wakil Sekretaris DPW GBN Jawa Timur)

    Kabar duka mengenai berpulangnya sosok besar seperti Pak Try Sutrisno tentu membawa kita pada momen mendalam tentang sejarah dan perjalanan bangsa Indonesia. Sebagai Wakil Presiden ke-6 RI, beliau adalah salah satu tokoh ikonik dari era Orde Baru yang dikenal dengan pembawaannya yang tenang namun tegas.

    Berikut adalah beberapa poin mengenai warisan dan sosok beliau, yang mestinya bisa menjadi teladan bagi kita semua, terutama generasi muda bangsa ini, yakni:

    Dalam Konteks Kebangsaan

    Pertama, Sosok Prajurit Sejati; Try Sutrisno sering dianggap sebagai prototipe prajurit TNI yang paripurna. Kariernya yang gemilang—mulai dari ajudan Presiden Soeharto, Pangdam Jaya, KSAD, Panglima ABRI, hingga menjadi Wakil Presiden—menunjukkan dedikasi tanpa henti pada struktur kenegaraan.

    “Bagi banyak orang, beliau adalah simbol loyalitas dan disiplin”

    Kedua, Penjaga Ideologi Pancasila; Di masa pensiunnya pun, beliau tidak benar-benar istirahat. Pak Try dikenal sangat vokal dalam menjaga kemurnian Pancasila. Beliau sering mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan jati diri bangsa di tengah arus globalisasi. Refleksi bagi kita adalah: Sejauh mana kita masih memegang teguh nilai-nilai tersebut hari ini?

    Ketiga, Kesederhanaan di Puncak Kekuasaan; Salah satu hal yang paling mengagumkan dari beliau adalah testimoni mengenai kesederhanaannya. Banyak cerita yang beredar tentang bagaimana beliau tetap hidup bersahaja bahkan setelah menjabat di posisi tertinggi.

    “Di era di mana kemewahan pejabat sering disorot, figur Pak Try menjadi pengingat bahwa integritas tidak diukur dari harta, melainkan dari pengabdian”

    Keempat, Saksi dan Pelaku Sejarah Transisi; Beliau mendampingi Presiden Soeharto di masa-masa krusial sebelum reformasi. Merefleksikan hidup beliau berarti juga mempelajari dinamika politik Indonesia yang kompleks. Beliau adalah jembatan antara nilai-nilai kepemimpinan lama dengan tantangan zaman baru.

    “Jabatan itu amanah, bukan sekadar fasilitas”

    Sebuah pesan tersirat dari rekam jejak hidup beliau. Meninggalnya seorang tokoh bangsa selalu menjadi pengingat bahwa sebuah era akan berganti, namun nilai-nilai luhur yang mereka tinggalkan harus tetap hidup.

    Dalam Kiprahnya di Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia

    Drs. H. Kurdi Mustofa (Alm) memang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat IPHI. Beliau terpilih dalam Muktamar V IPHI di Jakarta pada tahun 2010 untuk masa bakti 2010–2015.

    Pada periode kepengurusan Kurdi Mustofa tersebut (2010–2015), Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan PP IPHI.

    Keduanya sering tampil bersama dalam acara-acara besar IPHI. Kurdi Mustofa, yang juga dikenal sebagai mantan Sekretaris Militer Presiden (Sesmilpres) era SBY, membawa manajemen organisasi yang rapi, sementara Try Sutrisno memberikan pengayoman moral dan visi kebangsaan bagi organisasi para haji tersebut.

    Kurdi Mustofa adalah Ketua Umum PP IPHI (khususnya pada periode 2010–2015), dan pada saat yang sama, Try Sutrisno mendampingi di jajaran Dewan Kehormatan/Penasihat. Keduanya merupakan tokoh kunci yang memperkuat eksistensi IPHI di era tersebut.

    Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Kurdi Mustofa, MM (2015–2018). Beliau terpilih kembali secara aklamasi dalam Muktamar VI IPHI di Jakarta pada Mei 2015 untuk masa bakti 2015–2020. Namun, beliau wafat pada 1 April 2018 sebelum masa jabatannya berakhir.

    Pada periode kepemimpinan berikutnya dilanjutkan oleh Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA, M.Si., sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), organisasi ini mengalami fase penguatan kemandirian ekonomi dan konsolidasi organisasi yang cukup signifikan.

    Berikut adalah poin-poin utama kiprah IPHI di bawah kepemimpinan Erman Suparno dan kedekatannya dengan Try Sutrisno, yakni:

    Pertama, Masa Jabatan; Erman Suparno terpilih sebagai Ketua Umum PP IPHI dalam Muktamar VI IPHI yang digelar di Jakarta pada tahun 2021, menggantikan Kurdi Mustofa. Beliau menjabat untuk periode 2021–2026.

    Kedua, Fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Umat; Sebagai mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erman Suparno membawa visi manajerial yang kuat. Fokus utamanya adalah menjadikan IPHI sebagai organisasi yang mandiri secara finansial melalui:

    • Optimalisasi Potensi Anggota: Menggerakkan potensi ekonomi para haji yang tersebar di seluruh Indonesia untuk membangun jejaring bisnis.
    • Koperasi dan UKM: Mendorong pembentukan unit-unit usaha di tingkat daerah untuk membantu kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar.

    Ketiga, Program Haji Mabrur Sepanjang Hayat; Erman Suparno melanjutkan dan memperkuat jargon Haji Mabrur Sepanjang Hayat. Beliau menekankan bahwa pasca-haji, seorang Muslim harus menjadi motor penggerak kebaikan (kesalehan sosial). IPHI di era beliau aktif dalam:

    •  Kegiatan sosial dan santunan nasional.
    • Program pembinaan bagi calon jamaah haji maupun pasca-haji agar kualitas ibadahnya tetap terjaga.

    Keempat, Hubungan dengan Try Sutrisno; Selama Erman Suparno menjabat sebagai Ketua Umum, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno tetap memegang peran sentral sebagai Ketua Dewan Kehormatan PP IPHI.

    • Erman Suparno sering berkonsultasi dengan Try Sutrisno mengenai arah kebijakan organisasi.
    • Keduanya sering terlihat bersama dalam acara-acara besar, seperti Hari Lahir (Harlah) IPHI, untuk menunjukkan soliditas organisasi. Try Sutrisno memberikan landasan moral dan kebangsaan, sementara Erman Suparno menjalankan roda operasional organisasi.

    Kelima, Konsolidasi Organisasi; Di bawah kepemimpinannya, IPHI terus memperluas jangkauan hingga ke tingkat kecamatan (Pengurus Cabang/PC) di seluruh Indonesia. Beliau dikenal aktif melakukan safari ke daerah-daerah untuk melantik pengurus wilayah dan memastikan roda organisasi berjalan sesuai AD/ART.

    Periode Erman Suparno ditandai dengan upaya profesionalisasi organisasi dan penguatan ekonomi. Beliau berhasil menjaga kesinambungan kepemimpinan dari era Kurdi Mustofa dengan tetap menempatkan figur senior seperti Try Sutrisno sebagai payung moral organisasi.

    “Selamat jalan sang Jenderal, Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni dosa, menerima segala amal, dan ditempatkan disisi Allah SWT dalam surga-Nya, Aamiin. (Senin, 2 Maret 1026)”

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here