Surabaya, kartanusa – Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes., menyampaikan apresiasi kegiatan “Kajian Ramadan & Entrepreneur Exhibition 2026”, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya di Atrium UG Lagoon Avenue pada Sabtu (14/03/2026).
Kegiatan yang sangat menarik, karena bersamaan dengan momentum Semarak Ramadan 1447 H sekaligus Milad ke-48 (09 Maret 1978-09 Maret 2026), Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya.
Dengan mengusung tema; “Thibbun Nabawi Experience: Sehat dengan Sunnah, Mandiri dengan Karya Entrepreneur Muda”, pihak sekolah ingin mengenalkan gaya hidup sehat berbasis pengobatan ala Nabi kepada para siswa.
Selain itu, kegiatan ini menggabungkan 4 kegiatan sekaligus; Kajian Ramadhan, Business Day, Schoolarship Award dan Milad ke-48 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya.
“Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya sangat luar biasa, menguatkan karakter mulia bagi anak-anak, apalagi kali ini membentuk karakter entrepreneur cilik, sejak dini diajarkan tentang bagaimana berbisnis, saya rasa ini penting.” Ujar Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya.
Selanjutnya, ia mengingatkan bahwa setiap anak mempunyai potensinya masing-masing, jangan sampai ini mengabaikan hal itu. Padahal tugas kita sebagai guru adalah memunculkan potensi, dan mengawal potensi tersebut mencari prestasi yang membanggakan bagi anak-anak dan orang tua.
“Jadi, bapak/ibu saya teringat masa kecil dulu, kita tidak boleh membantu orang tua bekerja, memang harapan orang tua, kita bisa lebih fokus dalam belajar. Tapi disisi yang lain, kalau kita meneladani Rasulullah Muhammad SAW, maka Rasulullah sejak kecil sudah belajar menjadi pengusaha, mulai menggembala kambing, dan membantu berdagang di usia mudanya.” Ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan dan kesuksesan anak tidak hanya dilihat dari kemampuan akademiknya, tetapi juga non-akademik, sehingga mereka bisa berkembang sesuai dengan potensi masing-masing.
“Saya masih ingat betul, teman-teman saya yang pintar-pintar, ranking satu terus, mentok mereka menjadi pegawai, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau di kantor, maksimal gaji mereka 5-7 juta.” Ungkapnya.
Sementara itu, ada beberapa teman saya, dulunya kemampuan akademiknya biasa saja, tetapi sejak kecil, ia membantu orang tuanya, belajar berdagang, sekarang penghasilannya, omsetnya ratusan juta.
“Nah, melihat itu semua, maka tugas kita adalah mendidik mereka menjadi anak-anak yang tumbuh berkembang sesuai dengan potensi masing-masing, tidak perlu dibedakan, mereka punya masa depan masing-masing. Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya harus menumbuhkan potensi masing-masing anak menjadi pribadi yang berprestasi, baik akademik maupun non-akademik, dan yang paling adalah anak-anak berkarakter mulia; kuat aqidahnya, kuat ibadahnya, kuat akhlaknya, serta kuat pengaturannya.” Pungkasnya. (Humas/Gus).







