spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaInspirasi Kehidupan : Merawat Persaudaraan dalam Perbedaan

    Inspirasi Kehidupan : Merawat Persaudaraan dalam Perbedaan

    Inspirasi Kehidupan : Merawat Persaudaraan dalam Perbedaan

    Oleh Ustadz H. Muhamad Jemadi, S.Ag., M.A., M.Pd.

    (Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya)

    Perbedaan dalam penetapan 1 Syawal 1447 H kembali hadir di tengah umat Islam. Sebuah realitas yang tidak baru, namun selalu menjadi ujian yang nyata: sejauh mana ibadah puasa yang telah kita jalani selama sebulan penuh benar-benar membentuk kepribadian yang matang, sabar, dan bijaksana.

    Bukankah salah satu tujuan puasa adalah melatih kita menahan amarah, mengendalikan emosi, dan memperbaiki akhlak?

    Maka ketika perbedaan muncul dan memicu perdebatan, bahkan cenderung saling menyalahkan, di situlah letak ujian sesungguhnya. Apakah kita lulus sebagai hamba yang bertakwa, atau justru tergelincir dalam sikap merasa paling benar?

    Perbedaan penetapan hari raya sejatinya merupakan bagian dari dinamika ijtihad dalam Islam. Ia lahir dari metode, pendekatan, dan keyakinan ilmiah yang berbeda.

    “Oleh karena itu, tidak semestinya perbedaan ini menjadi alasan untuk meretakkan ukhuwah, apalagi menimbulkan permusuhan”

    Kedewasaan kita sebagai umat sedang diuji. Mampukah kita menahan diri dari komentar yang menyakitkan? Mampukah kita menghargai pilihan orang lain tanpa harus kehilangan keyakinan kita sendiri? Inilah cermin keberhasilan puasa kita.

    Mari kita lebih mengutamakan kebersamaan daripada sekadar merasa lebih benar. Karena kebenaran yang dibalut dengan kesombongan hanya akan melahirkan perpecahan. Sebaliknya, perbedaan yang disikapi dengan kelapangan hati akan melahirkan kedamaian.

    Kita boleh berbeda dalam menentukan hari raya, tetapi kita tidak boleh berbeda dalam menjaga persaudaraan. Kita tetap satu dalam akidah, satu dalam tujuan, dan satu dalam harapan: menjadi umat yang diridhai Allah.

    “Akhirnya, mari kita jadikan momen ini sebagai sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah”

    Tidak saling menyalahkan, tidak saling merendahkan, dan tidak saling menjatuhkan. Karena pada hakikatnya, kita semua adalah saudara, meskipun berbeda dalam cara memandang.

    Selamat merayakan Idulfitri dengan penuh kedamaian, kapan pun kita merayakannya. Semoga hati kita tetap bersih, lapang, dan dipenuhi kasih sayang.

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here