Surabaya, kartanusa – Asosiasi Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia, dari Jawa Timur untuk Indonesia, merupakan wadah komunikasi dan koordinasi dapur MBG telah terbentuk.
Di sebuah ruang pertemuan Hotel Santika Surabaya, Ustadzah Hj. Indah, SE., dalam kesempatan tersebut menyampaikan kalimat pembuka yang sederhana. “Dari Jawa Timur untuk Indonesia. Sebuah wadah bersinergi terbentuk.” Ujarnya.
Kalimat itu menjadi penanda lahirnya sebuah wadah baru, yakni Asosiasi MBG Indonesia. Wadah ini bukan sekadar forum. Ia adalah jembatan. Tempat yayasan dan mitra dapur MBG bertemu, berbicara, dan mencari solusi.
“Jika selama ini koordinasi masih tersendat, maka asosiasi ini hadir untuk membantu.” Tegas Ustadzah Hj. Indah.
Halal Bi Halal yang digelar pada Senin (6/4/2026), menjadi saksi, dimana Ketua Umum, M. Turina Junaidy, menegaskan komitmennya. Ia tidak ingin asosiasi menjadi ruang penghakiman dan tidak pula tempat saling menyalahkan.
“Saya siap menjadi jembatan yayasan atau mitra.” Tegasnya.
Lebih lanjut, Junaidy menambahkan bahwa aturan tanpa kebersamaan akan kering, sebaliknya kebersamaan tanpa aturan akan berantakan. Maka, keduanya harus bertemu di titik tengah.
“Disiplin dalam bersinergi, InsyaAllah, semua ada solusi.” Tandasnya.
Sementara itu, Kepala KPPG Wilayah 1 Surabaya, Kusmayanti memberi dukungan agar wadah ini mampu memberi solusi. Demikian pula Kepala KPPG Wilayah 2 Jember, Said Karim, memberi penjelasan lebih teknis.
“Aturan baru, sederhana saja. Supplier kini dibatasi lima, tidak lebih dan tidak kurang. Semua usulan datang dari yayasan atau mitra. Kasatpel hanya dilapori, dan Kepala SPPG tidak perlu ikut campur dalam pengadaan. Kewenangan pengadaan bahan ada di yayasan atau mitra.” Ungkapnya.
Acara kemudian ditutup dengan makan siang bersama, dilanjutkan foto bersama, dan bersalaman untuk halal bi halal, dengan harapan terwujud kebersamaan.
Sinergi Dapur MBG telah menemukan bentuk paling sederhana, saling ta’aruf dan saling memberi. Duduk satu meja, menyantap hidangan, lalu saling membantu. Semoga segera berkiprah untuk kebaikan bersama. (Humas/Gus).







