Surabaya, kartanusa — Mahasiswa Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) melaksanakan wawancara mendalam terkait implementasi Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 24 Tahun 2024 tentang tugas pokok dan fungsi KUA, khususnya pada bidang pembinaan kemasjidan. Kegiatan berlangsung di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Rabu (22/04/2026).
Rombongan mahasiswa tersebut dipimpin oleh Ghulam sebagai koordinator tim. Ia didampingi empat anggota, yakni Najichah, Feri Agus, Luli Bangkit, dan Mara’tus. Kelimanya merupakan mahasiswa aktif Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) FSIP Umsura yang sedang menyusun riset kebijakan publik keagamaan.
Fokus wawancara merujuk pada Pasal 7 ayat (2) huruf e PMA 24/2024 yang menegaskan bahwa KUA mempunyai tupoksi melakukan pembinaan kemasjidan. Pembinaan itu mencakup manajemen idarah, imarah, dan ri’ayah masjid, kaderisasi takmir muda, penguatan fungsi masjid ramah anak dan disabilitas, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis masjid.
“Kami ingin tahu sejauh mana PMA 24/2024 sudah dijalankan di tingkat kecamatan. Ternyata KUA sekarang tidak hanya urus nikah, tapi juga jadi pembina 52 masjid dan 140 musala di Sukolilo. Ini mandat besar.” Ujar Ghulam di dalam wawancara.
Selama hampir satu jam, tim menggali data program unggulan KUA Sukolilo, antara lain; Pelatihan Takmir Muda, Sertifikasi Arah Kiblat Berbasis Digital, Gerakan Masjid Bersih Sehat, serta integrasi kas masjid dengan koperasi jamaah. Mereka juga mengamati laporan pembinaan dan standar operasional yang disusun KUA merujuk PMA terbaru.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Sukolilo yang juga menjabat Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Ustadz Ahmad Tholhah, M.Ag., menyambut baik inisiatif mahasiswa. Menurutnya, kampus harus jadi mitra strategis KUA dalam menerjemahkan regulasi.
“PMA 24/2024 ini mengubah wajah KUA. Masjid harus kembali jadi pusat peradaban, bukan sekadar tempat salat. Di Sukolilo kami targetkan setiap masjid punya satu program sosial unggulan ada yang fokus stunting, ada yang bank sampah, ada yang TPQ digital. Mahasiswa FSIP UMSurabaya (Umsura) bisa bantu pendampingan.” Tutur Ustadz Ahmad Tholhah.
Ustadz Tholhah juga mengapresiasi atas keberanian mahasiswa turun langsung ke lapangan. “Biasanya penelitian hanya di perpustakaan. Ini anak-anak FSIP mau dengar langsung terkait program dan strategi KUA. Saya apresiasi. Ke depan kita untuk pengabdian takmir muda.” Tambahnya.
Sementara itu, Najichah, anggota tim, mengaku banyak temuan menarik dari wawancara tersebut. “Kami baru tahu kalau KUA punya indikator kinerja pembinaan masjid. Misalnya jumlah takmir masjid, masjid yang punya SOP keuangan, dan masjid yang aksesibel untuk jama’ah. Ini nyambung dengan mata kuliah Manajemen KUA di kampus.” Katanya.
Senada, Feri Agus menyampaikan bahwa hasil wawancara akan diolah menjadi artikel dan menjadi laporan tertulis. “Kami akan catat segala program unggulan yang dimiliki KUA Sukolilo. Ustadz Tholhah sangat mengapresiasi mahasiswa yang berkunjung ke kantor beliau.” Ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, Dosen FSIP Umsura sekaligus pembina mata kuliah Ustadz Gandung Fajar Panjalu, S.H.I., M.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini bagian dari pembelajaran.
“Mahasiswa FSIP harus paham regulasi dan realitas. PMA 24/2024 ini baru, butuh banyak tangan untuk sosialisasi. Kolaborasi dengan KUA adalah langkah tepat.” Ujarnya. (Bagas AS).







