spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaDosen Kebidanan UMMAD (UMJT) Ikuti Workshop Kompetensi Esensial untuk Praktik Kebidanan dari...

    Dosen Kebidanan UMMAD (UMJT) Ikuti Workshop Kompetensi Esensial untuk Praktik Kebidanan dari Konfederasi Bidan Internasional 

    Yogyakarta, kartanusa – Dosen Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) sekarang menjadi Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) mengikuti Workshop Adaptasi Kurikulum OBE Berbasis Kompetensi Utama untuk Praktik Kebidanan dari Konfederasi Bidan Internasional (Essential Competencies for Midwifery Practice ICM). Dalam rilisnya Senin (11/05/2026).

    Dosen tersebut adalah Nisa Ardhianingtyas, M.Kes., yang juga sebagai Kaprodi Kebidanan D3 UMMAD. Nisa Ardhianingtyas menjadi bagian dari 39 peserta workshop dari Program Studi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan yang berasal dari universitas, politeknik, poltekkes, ITKES maupun STIKES yang dimiliki oleh Muhammadiyah dan Aisiyah (PTMA) di tanah air.

    Penyelenggara workshop ini adalah Majelis Pendidikan Tinggi (Dikti) Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah bekerja sama dengan United Nation Population Fund (UNFPA), Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AIPKEMA).

    Serta mendapat dukungan sari Global Affairs Canada melalui Project IMPACT (Canada Indonesia Partnership for Advancing Midwifery Competency based Midwifery Education).

    Nisa Ardhianingtyas menyampaikan, workshop yang digelar 3 hari mulai Rabu-Jumat, 6-8 Mei 2026 di Yogyakarta ini dilaksanakan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan kebidanan serta penyesuaian kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang selaras dengan Kompetensi Utama untuk Praktik Kebidanan dari Konfederasi Bidan Internasional 2025.

    “Konfederasi Bidan Internasional telah merilis Essential Competencies forMidwifery Practice 2025 yang menjadi acuan global dalam pendidikan dan praktik kebidanan.” Ujar Nisa, Rabu, 6 Mei 2026.

    Lebih lanjut, Nisa Ardhianingtyas, ada lima kompetensi berstandar internasional yang ditekankan dalam Kompetensi Utama bagi Praktik Kebidanan ini, yakni:

    Pertama, Cross-Functional Competencies for Midwifery Practice atau Kompetensi Lintas Fungsi untuk Praktik Kebidanan.

    Kedua, Sexual and Reproductive Health and Rights (Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi).

    Ketiga, Antenatal Care (Asuhan Kehamilan).

    Keempat, Care During Labour and Birth (Persalinan).

    Kelima, Ongoing Care of Women and Newborns atau Perawatan Berkelanjutan bagi Wanita dan Bayi Baru Lahir.

    Workshop ini, lanjut Nisa, diselenggarakan untuk membantu PTMA dalam mengadaptasi kurikulum pendidikan kebidanan agar selaras dengan Kompetensi Utama dari Praktisi Kebidanan Konfederasi Bidan Internasioanl 2025 yang telah diadaptasi ke dalam Kerangka Nasional Kurikulum Pendidikan Kebidanan oleh Kolegium Kebidanan dan Kementerian Kesehatan.

    “Standar ini menjadi rujukan penting dalam memastikan lulusan kebidanan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan global dan perkembangan sistem kesehatan.” Jelas Nisa.

    WORKSHOP tersebut menghadirkan sejumlah narasumber mulai dari Kementerian Kesehatan RI, Maternal Health and Midwifeey Programmer Analyst UNFPA, Ketua Kolegium Kebidanan Indonesia serta Tim Penyusun Panduan Kurikulum Pendidikan Tinggi Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Dirjen Dikti Kemendiktisaintek RI serta Guru Besar Bidang Keilmuan Kebidanan Universitas Aisyiyah Yogyakarta.

    Metode workshop dilakukan dengan ceramah berupa penyampaian materi narasumber, lalu diskus menyusun kurikulum serta presentasi dan refleksi berupa penyampaian hasil kelompok untuk mendapatkan masukan.

    Menurut Nisa, tantangan lulusan kebidanan saat ini adalah mampu bersaing secara global. Dalam workshop ini dipaparkan langkah untuk menjawab tantangan tersebut yaitu dengan mengadaptasi kurikulum OBE berbasis Kompetensi Esensi dari Konfederasi Bidan Internasional Internasional (ICM).

    Kompetensi ini dimaksudkan untuk mendukung pengembangan layanan kebidanan di seluruh dunia dan karenanya dapat digunakan oleh beberapa pemangku kepentingan dan dengan berbagai cara.

    “Kebidanan UMMAD (UMJT) masuk dalam anggota AIPKEMA, dimana didalam kurikulumnya diperkuat dengan AIK, harapan kami lulusan tidak hanya kompeten dan mampu bersaing secara global tetapi juga berkarakter.” Pungkasnya. (Humas/Joko).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here