spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaMenggali Makna dan Sumber Keberkahan Hidup: Ustadz Nadjih Ihsan Sampaikan Kajian Tauhid...

    Menggali Makna dan Sumber Keberkahan Hidup: Ustadz Nadjih Ihsan Sampaikan Kajian Tauhid di SMP Muhammadiyah 5 Surabaya

    Surabaya, kartanusa — Terus berkemajuan dan mencerahkan, Guru dan karyawan Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya mengikuti kegiatan pengajian rutin yang menghadirkan narasumber Ustadz Nadjih Ihsan, pada Rabu (12/08/2026), di Meeting Room Spemma.

    Dalam kajian yang membedah Kitab Tauhid Bab 9 ini, ditekankan pentingnya memahami konsep keberkahan secara komprehensif berdasarkan tuntunan syariat dan sunnatullah.

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Nadjih Ihsan memaparkan bahwa secara bahasa, barokah (barakah) memiliki arti katsratul khair wa tsubutuhu—yakni banyaknya kebaikan serta kebaikan tersebut mengalir dan menetap. Sementara dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), barokah diartikan sebagai karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.

    Dalam pemaparannya, Ustadz Nadjih, panggilan akrabnya, menjelaskan bahwa upaya memperoleh keberkahan tidak terlepas dari dua hal utama, yaitu melalui pendekatan syar’i (berdasarkan dalil agama) dan indrawi atau ilmiah.

    “Sesuatu benda atau barang disebut memiliki keberkahan apabila syariat yang menetapkannya.” Ujar Ustadz Nadjih di hadapan para guru dan karyawan.

    Sebagai contoh, lanjut Ustadz Nadjih, bahwa Al-Qur’an ditegaskan sebagai sumber keberkahan sebagaimana firman Allah dalam Surah Shad ayat 29, di mana Al-Qur’an diturunkan agar manusia menghayati ayat-ayatnya dan mengambil pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْۤا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ

    Artinya :“Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran.” (QS. Sad 38: Ayat 29).

    Selain teks suci dalam Al-Qur’an, lanjutnya, keberkahan juga dapat dikenali melalui fakta indrawi maupun ilmu pengetahuan, seperti melalui majelis pengajian, proses pembelajaran, doa, serta ilmu yang bermanfaat.

    Kajian tersebut juga mengulas jejak keberkahan pada diri para nabi. Di antaranya adalah kisah Nabi Muhammad SAW saat masa bayi ketika berada dalam asuhan Halimah As-Sa’diyah, di mana suami Halimah merasakan langsung limpahan berkah setelah merawat Rasulullah Muhammad SAW.

    Keberkahan serupa juga diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Maryam ayat 31, melalui pernyataan Nabi Isa AS yang dijadikan Allah sebagai sumber kebaikan dan keberkahan di mana pun berada. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    وَّجَعَلَنِيْ مُبٰـرَكًا اَيْنَ مَا كُنْتُ ۖ وَاَ وْصٰنِيْ بِا لصَّلٰوةِ وَا لزَّكٰوةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

    Artinya :“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” (QS. Maryam 19: Ayat 31).

    Menurutnya, tidak hanya pada diri manusia dan ilmu, keberkahan juga melekat pada tempat-tempat tertentu yang dimuliakan Allah, seperti Baitullah di Makkah sebagaimana termaktub dalam Surah Ali Imran ayat 96. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّا سِ لَـلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَ

    Artinya :“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 96).

    Menutup kajian penuh hikmah tersebut, Ustadz Nadjih mengingatkan bahwa keberkahan suatu negeri sangat bergantung pada kualitas keimanan dan ketakwaan penduduknya.

    Hal ini merujuk pada Surah Al-A’raf ayat 96, yang menegaskan bahwa jika penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, Allah akan membukakan pintu keberkahan yang melimpah dari langit dan bumi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ

    Artinya :“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 96). (Humas/Gus).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here