spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaSpemma Goes to Bali Ajang Edukasi Sejarah, Budaya dan Penguatan Karakter Siswa...

    Spemma Goes to Bali Ajang Edukasi Sejarah, Budaya dan Penguatan Karakter Siswa Jelang Perpisahan

    Bali, kartanusa – Kegiatan Spemma Goes to Bali kelas 9 Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya dirancang sebagai perpaduan antara edukasi budaya, penguatan kemandirian, serta ajang “pelepasan” atau refreshing sebelum kelulusan.

    Kegiatan tersebut diikuti oleh 257 siswa dan didampingi oleh guru dan karyawan Spemma Pucang Surabaya yang berlangsung penuh khidmat, kekeluargaan dan kebersamaan yang dimulai Kamis hingga Ahad, 14-17 Mei 2026 di pulau Dewata Bali.

    “Siswa tidak hanya berwisata, tetapi juga belajar mengenai sejarah dan adat istiadat setempat.” Ujar Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., Kepala SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya.

    Destinasi Wisata Edukasi Sejarah, Budaya dan Alam

    Pertama, Pura Ulun Danu Beratan (Bedugul): Mempelajari ekosistem danau serta akulturasi budaya di pura yang ikonik.

    Kedua, Tari Barong: Menyaksikan seni pertunjukan tradisional untuk memahami nilai filosofis dalam cerita rakyat Bali.

    Ketiga, Aspek Rekreasi & Alam: Untuk melepas penat dari rutinitas sekolah, agenda ini diisi dengan kunjungan ke tempat wisata populer:

    1. Tanjung Benoa: Pusat kegiatan air (watersport). Siswa bisa mencoba banana boat, berkunjung ke Pulau Penyu (Turtle Island), atau sekadar menikmati suasana pantai.
    2. Pantai Melasti: Menikmati keindahan pantai pasir putih di balik tebing kapur yang eksotis.
    3. Tanah Lot: Menikmati pemandangan matahari terbenam (sunset) yang legendaris di pura atas laut.

    Keempat, Wisata Belanja & Oleh-Oleh: Siswa dilatih mengelola keuangan pribadi dengan berbelanja di pusat oleh-oleh khas Bali yang ramah pelajar, seperti:

    1. Joger: Khas dengan kata-kata uniknya yang telah diakui oleh dunia.
    2. Pusat Oleh-oleh Krisna dan Dewata: Destinasi wajib untuk membeli makanan khas, kain pantai, atau kerajinan tangan.

    Edukasi Karakter Siswa Spemma Pucang Surabaya 

    Ustadz Misbach menegaskan bahwa sebagai sekolah di bawah naungan Muhammadiyah, perjalanan ini tetap menyertakan pembiasaan karakter, diantaranya sholat berjamaah dan malam keakraban.

    Pertama, Shalat Berjamaah: Jadwal perjalanan disusun agar siswa tetap dapat melaksanakan shalat fardu, biasanya singgah di masjid-masjid ikonik di Bali.

    “Bahkan anak-anak juga melaksanakan sholat jama’ qoshor serta sholat diatas kendaraan. Jadi, anak-anak melaksanakan segala sesuatu terutama terkait ibadah dan muamalah yang selama ini mereka diajarkan di sekolah.” Ungkapnya.

    Kedua, Kebersamaan di Hotel: Malam keakraban atau makan malam bersama di hotel untuk mempererat ikatan antarsiswa dan guru sebelum lulus.

    Pentas Seni Penuh Kreativitas dan Kebersamaan 

    Di malam keakraban anak-anak kelas 9 Spemma Pucang Surabaya menampilkan berbagai tampilan yang telah dipersiapkan oleh masing-masing kelas di sekolah. Mereka telah berlatih selama kurang lebih 3 pekan, untuk mendapatkan hasil maksimal di acara pentas seni.

    “Menampilkan performance per kelas, mulai seni tari, musik, drama, dialog dan puisi/pantun yang sangat berkesan bagi siswa. Hal ini menggambarkan suasana yang hangat, kebersamaan dan kekeluargaan yang tentunya menjadi momentum yang tidak terlupakan.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here