Jakarta, kartanusa – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Republik Indonesia (RI) Prasetyo Hadi menghadiri Rapat Koordinasi Perkembangan Kondisi Ekonomi di Gedung Nusantara III, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Sabtu (06/06/2026).
Pertemuan strategis bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ini menjadi sinyal kuat eratnya koordinasi moneter dan fiskal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Mensesneg RI, Prasetyo Hadi, menyampaikan bahwa meskipun indikator makro menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat, pemerintah tetap berkomitmen mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi riil.
“Akselerasi program akan difokuskan pada bidang-bidang strategis, yaitu pangan, energi, perikanan, serta keberlanjutan industrialisasi dan hilirisasi.” Ujarnya.
Menurutnya, melalui sinergi dan kebijakan yang saling mendukung, pemerintah optimis dapat menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil.
“Melalui sinergi dan kebijakan yang saling mendukung, pemerintah optimis dapat menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil dan memperkuat nilai tukar rupiah sesuai dengan yang diharapkan.” Pungkasnya.
Kondisi ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan fundamental yang kuat dengan pertumbuhan mencapai 5,61% yoy, tertinggi pasca COVID-19, sekaligus mematahkan narasi kekhawatiran krisis.
Namun, saat ini kita tahu bahwa terdapat tantangan nyata di tingkat masyarakat akibat inflasi, depresiasi mata uang, dan kenaikan harga yang memaksa kalangan menengah menerapkan mode bertahan. (Humas/Gus).







