spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaSedyo Utomo Ingatkan Siswa Spemma Pucang Surabaya: Kurangi Sensasi, Perbanyak Prestasi dan...

    Sedyo Utomo Ingatkan Siswa Spemma Pucang Surabaya: Kurangi Sensasi, Perbanyak Prestasi dan Karya

    Surabaya, kartanusa — Suasana khidmat tampak pada upacara bendera hari Senin yang digelar di halaman Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya, Senin (27/07/2026). Bertindak sebagai pembina upacara, Kaur Kesiswaan Ustadz Sedyo Utomo, S.Pd., menyampaikan amanat penting yang membakar semangat para siswa untuk senantiasa produktif dan berkarakter positif.

    Dalam arahannya, Ustadz Sedyo Utomo, Kaur Kesiswaan Spemma Pucang Surabaya, menegaskan agar para pelajar Spemma Pucang Surabaya senantiasa mengutamakan pencapaian nyata alih-alih mengeksploitasi popularitas semu di media sosial. Pesan tersebut disampaikannya melalui kalimat motivasi yang sarat makna dan langsung menarik perhatian peserta upacara:

    “Anak Spemma adalah anak-anak yang banyak prestasi bukan anak-anak yang kebanyakan sensasi. Anak Spemma adalah anak-anak yang penuh karya bukan anak yang kebanyakan gaya. Anak Spemma adalah anak-anak yang fokus bukan anak-anak yang kebanyakan update status, ayo coba diikuti ya.” Ujar Ustadz Tomo, panggilan akrabnya.

    Lebih lanjut, Ustadz Tomo menyampaikan bahwa pesan tegas ini diberikan sebagai bentuk pembinaan karakter agar para siswa tidak terjebak dalam tren negatif dunia digital.

    “Pesan ini diberikan sebagai bentuk pembinaan karakter agar para siswa tidak terjebak dalam tren negatif dunia digital, seperti mencari perhatian berlebih (sensasi) atau menghabiskan waktu sia-sia untuk memperbarui status di media sosial tanpa esensi.” Ungkapnya.

    Melalui amanat ini, Ustadz Tomo berharap seluruh siswa Spemma Pucang Surabaya dapat terus menanamkan etos kerja keras, meningkatkan kreativitas dalam bentuk karya nyata.

    “Kami berharap kepada seluruh siswa Spemma Pucang Surabaya dapat terus menanamkan etos kerja keras, meningkatkan kreativitas dalam bentuk karya nyata, serta mencetak prestasi akademik maupun non-akademik yang membanggakan bagi diri sendiri, orang tua, dan almamater.” Pungkasnya.(Humas/Gus).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here