Malang, kartanusa – Terus berkemajuan dan mencerahkan, perhelatan akbar Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional ke-2 (KSMN2) Tahun 2026 bersiap menyapa para santri dari berbagai penjuru tanah air. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis, rangkaian kegiatan akbar ini akan resmi dimulai pada Senin, 21 September 2026 di Bumi Perkemahan Cuban Rondo, Kabupaten Malang.
“Agenda hari pertama dimulai pukul 07.00 hingga 11.30 WIB dengan prosesi kedatangan dan registrasi peserta yang dipusatkan di Tenda Panitia.” Ujar Ustadz Ali Ahmadi, Ketua Panitia KSMN2 penuh semangat.
Selanjutnya, lanjut Gus Mamak, panggilan akrabnya, bahwa suasana akan semakin khidmat dan meriah pada sesi Seremonial Pembukaan Kemah Santri Muhammadiyah Tingkat Nasional ke-2 Tahun 2026 yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.30 WIB di Area KSM (Panggung Acara).
“Acara pembukaan ini akan diisi dengan serangkaian susunan acara mulai dari pembacaan Kalam Ilahi, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Sang Surya oleh panitia lokal, hingga Rangkaian Sambutan dari para tokoh penting tingkat regional maupun nasional.” Ungkapnya.
Gus Mamak juga menyampaikan bahwa jajaran tokoh yang dijadwalkan memberikan sambutan, yakni:
- Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM. (PWM Jawa Timur).
- Dr. H. Maskuri, M.Ed. (Ketua LP2 PPM).
- Dr. (H.C) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. (Gubernur Provinsi Jawa Timur).
- Prof. Dr. Amien Suyitno, M.Ag. (Direktur Jenderal Pendidikan Islam).
- Raja Juli Antoni, Ph.D. (Menteri Kehutanan RI).
“Puncak acara pembukaan akan ditandai dengan amanat sekaligus peresmian pembukaan kemah oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. Kemeriahan pembukaan ini juga akan dirangkai dengan agenda khusus berupa Launching Seragam Batik Nasional Santri Muhammadiyah serta Penyerahan Sertifikat Akreditasi Pesantren Muhammadiyah.” Tandas Gus Mamak.
Melalui perhelatan akbar ini, Kemah Santri Muhammadiyah diharapkan mampu menjadi momentum strategis dalam mempererat ukhuwah, membentuk karakter disiplin, serta meneguhkan peran santri Muhammadiyah sebagai pilar kemajuan bangsa di tingkat nasional. (Humas/Gus).








