Jakarta, kartanusa – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI), Suyudi Ario Seto, gelar kunjungan kehormatan ke kediaman Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN) periode 2001, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Da’i Bachtiar, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Dilansir dari laman resmi media sosial Biro Humas dan Protokol BNN pada Kamis (18/06/2026).
Kegiatan tersebut selain sebagai media silaturahmi, kunjungan yang dilaksanakan menjelang peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 ini juga menjadi momentum untuk berdialog mengenai perkembangan strategis terkait penanganan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI menyampaikan sejumlah agenda kegiatan yang sedang digalakkan oleh BNN, termasuk peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni mendatang.
“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini diisi dengan rangkaian aksi yang menyentuh masyarakat luas, seperti bakti sosial, kegiatan olahraga, serta berbagai perlombaan.” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa BNN akan bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA). Menurutnya, kerja sama ini dinilai sangat penting mengingat adanya irisan tugas yang krusial, di mana tren penyalahgunaan narkotika saat ini kian menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak dan lingkungan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut juga, Kepala BNN RI menyampaikan tantangan baru yang dihadapi oleh petugas di lapangan, salah satunya adalah maraknya peredaran narkotika dalam bentuk varian cair, seperti ganja cair dan sabu cair.
“Modus baru ini sering kali menyaru di ruang publik sehingga sulit dideteksi tanpa alat tes urine khusus.” Ungkapnya.
Untuk itu, lanjutnya, BNN RI terus berupaya memperkuat kapasitas teknologi deteksi serta mengajukan dukungan optimalisasi anggaran bersama Komisi III DPR RI demi menghadapi dinamika peredaran zat adiktif baru tersebut.
Menanggapi pemaparan tersebut, Jenderal Polisi (Purn) Da’i Bachtiar menyambut hangat kehadiran Kepala BNN RI beserta jajaran kedeputian yang hadir. Ia berbagi pengalaman historis mengenai awal mula berdirinya BNN dan bagaimana koordinasi nasional serta internasional dibentuk pada masanya.
Da’i Bachtiar juga memberikan masukan berharga terkait penguatan regulasi di dalam undang-undang, khususnya yang berkaitan dengan posisi hukum penyidik BNN guna mengoptimalkan fungsi pencegahan, rehabilitasi, dan penegakan hukum secara terpadu di Indonesia. (Humas/Gus).







