Jombang, kartanusa – Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, menegaskan pentingnya menanamkan semangat tajdid (pembaharuan) yang terus-menerus di seluruh jejaring Rumah Sakit Muhammadiyah. Sabtu (20/06/2026).
“Masa depan dunia medis tidak boleh hanya dipandang sebagai proyeksi dari realitas masa kini, melainkan sebuah masa depan yang harus dirancang melalui imajinasi dan inovasi yang tiada henti.” Ujar Prof. Dr. dr. Sukadiono, MM., Ketua PWM Jawa Timur.
Lebih lanjut, Prof. Sukadiono, panggilan akrabnya, mengapresiasi kolaborasi strategis yang dijalin oleh RSM Jombang bersama Stem Cell and Cancer Research (SCCR) sebagai langkah cerdas dalam menghadirkan teknologi medis mutakhir di tengah masyarakat.
“SCCR memberikan jaminan bahwa seluruh inovasi teknologi medis yang diterapkan di bawah naungan Muhammadiyah, termasuk stem cell, telah melalui standar pengujian yang ketat dan dipastikan memenuhi kriteria halalan thayyiban.” Tegas Prof. Sukadiono, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) ini.
Menyoroti visi tersebut, Prof. Sukadiono menyampaikan: “Masa depan dunia medis bukan sekadar proyeksi masa sekarang atau masa lalu, melainkan hasil dari imajinasi dan inovasi yang tidak pernah berhenti”. Tandas Prof. Sukadiono yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) ini.
Ia juga menyampaikan harapannya, dengan total 39 Rumah Sakit Muhammadiyah yang tersebar di Jawa Timur, agar RSM Jombang dapat menjadi model dan pelopor bagi rumah sakit lainnya dalam inovasi.
“Kami berharap agar RSM Jombang dapat menjadi model dan pelopor bagi rumah sakit lainnya dalam menerapkan prinsip inovasi untuk kemajuan layanan kesehatan.” Pungkasnya. (Galih).







