spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaPenguatan Karakter Religius, MTs Muhammadiyah 20 Surabaya Gelar Program Pesantren Tafaqquh Fiddin...

    Penguatan Karakter Religius, MTs Muhammadiyah 20 Surabaya Gelar Program Pesantren Tafaqquh Fiddin (PTF)

    Surabaya, kartanusa — Dalam rangka memperkuat pendalaman ilmu agama serta pembentukan karakter peserta didik, MTs Muhammadiyah 20 Surabaya resmi menggulirkan kegiatan Pesantren Tafaqquh Fiddin (PTF). Program pembinaan intensif ini dijadwalkan berlangsung secara rutin setiap akhir pekan, yakni mulai hari Jumat hingga Sabtu, dengan titik pusat kegiatan di Lantai 2 Boarding School MTs Muhammadiyah 20 Surabaya.

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dyn Fikrullah, M.Pd., Kepala MTs Muhammadiyah 20 Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh peserta didik. Pelaksanaan perdana program ini dimulai pada Jum’at, 24 Juli 2026.

    “Kegiatan Pesantren Tafaqquh Fiddin ini dirancang untuk membekali para siswa dengan pemahaman agama yang mendalam serta pembiasaan ibadah sehari-hari dalam lingkungan pesantren. Seluruh siswa diwajibkan untuk menginap di asrama agar proses pembinaan karakter dapat berjalan secara maksimal.” Ujarnya.

    Berdasarkan jadwal yang dirilis oleh pihak madrasah, rangkaian kegiatan PTF ini dimulai pada hari Jum’at selepas pelaksanaan Shalat Jum’at. Para peserta didik kemudian mengikuti serangkaian agenda kepesantrenan hingga keesokan harinya, dan dijadwalkan kepulangan pada hari Sabtu pukul 07.00 WIB.

    Guna mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan berasrama ini, pihak madrasah juga mengimbau para orang tua/wali murid untuk mempersiapkan sejumlah perlengkapan mandiri bagi anak-anak mereka. Beberapa perlengkapan yang wajib dibawa meliputi:

    •  Baju ganti muslim/muslimah.
    • Alat mandi.
    • Alat shalat.
    • Obat-obatan pribadi

    “Melalui program Pesantren Tafaqquh Fiddin ini, MTs Muhammadiyah 20 Surabaya berharap dapat terus mencetak generasi muda Islam yang cerdas secara akademik, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki fondasi keagamaan yang kokoh sesuai dengan nilai-nilai Islam berkemajuan.” Pungkas Ustadz Fikri, panggilan akrabnya. (Humas/Gus).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here