Jakarta, kartanusa — Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin, 20 Juli 2026.
Sidang ini digelar untuk menyampaikan taklimat strategis kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, dengan fokus utama pada percepatan pelaksanaan program prioritas pemerintah serta penguatan fondasi pembangunan nasional.
Dalam arahannya, Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah mengemban mandat penuh dari rakyat untuk menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan bangsa.
“Berlandaskan amanat Pasal 33 dan Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola negara, membangun perekonomian yang berkeadilan, dan memastikan hasil-hasil pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh rakyat Indonesia.” Tegas Prabowo Subianto.
Capaian Strategis 20 Bulan Terakhir
Presiden Prabowo Subianto memaparkan bahwa dalam kurun waktu 20 bulan terakhir, berbagai persoalan strategis yang telah menahun dan belum terselesaikan kini mulai menunjukkan kemajuan signifikan.
“Pemerintah terus bekerja cepat dan taktis untuk menutup kebocoran kekayaan negara, memperkuat fondasi ekonomi nasional, mempercepat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta menghadirkan kesejahteraan yang merata.” Ungkap Presiden Prabowo Subianto.
Berikut adalah rincian highlight capaian kinerja Kabinet Merah Putih yang dipaparkan dalam sidang:
Pertama, Ketahanan Pangan & Energi.
- Swasembada Pangan: Berhasil mewujudkan swasembada di 8 komoditas pangan utama.
- Rekor Pertanian: Mencatatkan rekor tertinggi dalam cadangan beras nasional serta pencapaian Nilai Tukar Petani (NTP) tertinggi sepanjang sejarah.
- Kemandirian Energi: Swasembada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar resmi tercapai melalui implementasi inisiatif B50.
- Proyek Strategis Energi: Memulai kembali Proyek Gas Abadi Masela setelah tertunda selama 28 tahun, serta rampungnya proyek Kilang BBM RDMP Balikpapan.
Kedua, Penyelamatan Aset & Tata Kelola Negara.
- Pengelolaan Aset: Pembentukan Dana Kedaulatan Danantara sebagai instrumen strategis untuk mengelola aset nasional.
- Pengelolaan Sumber Daya: Berdirinya Bank Emas Indonesia yang kini telah sukses mengelola 153 ton emas.
- Restrukturisasi BUMN: Pengambilan langkah tegas berupa penutupan 250 BUMN yang tidak efisien, berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga Rp50 Triliun.
- Ekspor Nasional: Penerapan Sistem Ekspor Satu Pintu guna menghentikan kebocoran devisa negara.
Ketiga, Ekonomi Kerakyatan & Kesejahteraan.
- Pemulihan UMKM: Permasalahan kredit macet yang membebani pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi diselesaikan.
- Kesejahteraan Aparat Hukum: Kenaikan gaji hakim yang direalisasikan setelah 12 tahun tanpa penyesuaian berarti.
- Pemberdayaan Desa: Lebih dari 1.000 Koperasi Desa Merah Putih telah beroperasi secara aktif untuk memotong rantai distribusi yang panjang.
- Infrastruktur Mikro: Pembangunan 1.000 jembatan desa dan 100 Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai wilayah.
Keempat, Pendidikan & Lingkungan.
- Pendidikan Unggul: Peresmian dan pembukaan 4 Sekolah Unggul Garuda sebagai pusat pencetakan SDM berkualitas tinggi.
- Pelestarian Lingkungan: Implementasi penuh Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagai langkah nyata pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menghadapi isu perubahan iklim.
Melalui Sidang Kabinet Paripurna ini, Presiden Prabowo menginstruksikan seluruh kementerian dan lembaga untuk terus menjaga momentum positif, meningkatkan sinergi lintas sektor, serta bekerja dengan orientasi hasil yang konkret demi kemajuan dan kemakmuran bangsa Indonesia. (Humas/Gus).








