Surabaya, kartanusa — Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah rujukan unggulan.
Kali ini, Senin (27/07/2026) Spemma sukses menyambut kunjungan kegiatan School Benchmarking/Field Trip peserta Pendidikan Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala) Tahun 2026 Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., Kepala Spemma Pucang Surabaya menyampaikan bahwa agenda strategis ini dirancang sebagai program penguatan kapasitas kepemimpinan bagi para Calon Kepala Sekolah Muhammadiyah agar mampu menghadirkan tata kelola institusi yang progresif dan berkemajuan.
“Dipilihnya Spemma sebagai lokasi tujuan bukan tanpa alasan. Rekam jejak tata kelola yang transparan, inovasi kurikulum yang adaptif, serta deretan prestasi gemilang menjadi magnet utama bagi para peserta Diksuspala 2026 untuk menggali ilmu secara langsung di sekolah inovatif tersebut.” Ujar Ustadz Misbach, panggilan akrabnya.
Fokus Penguatan Empat Pilar Utama Tata Kelola Sekolah
Dalam kunjungan tersebut, lanjut Ustadz Misbach, para peserta Diksuspala 2026 mengeksplorasi empat pilar utama tata kelola yang sukses diterapkan di Spemma Pucang Surabaya, yakni:
Pertama, Manajemen & Kepemimpinan Sekolah: Peserta mendalami gaya kepemimpinan manajerial yang efektif, strategi jitu pemasaran sekolah, serta manajemen pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang produktif dan profesional di lingkungan Spemma.
Kedua, Inovasi Kurikulum & Program Unggulan: Sesi diskusi mendalam mengupas tuntas penerapan kurikulum modern, termasuk didalamnya program bilingual/internasional, yang diintegrasikan secara harmonis dengan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), serta manajemen pembinaan ekstrakurikuler berprestasi.
Ketiga, Observasi Lingkungan & Fasilitas (School Tour): Para Kepala Sekolah diajak meninjau langsung sarana prasarana pembelajaran mutakhir, pemanfaatan teknologi digital di dalam kelas, hingga pengelolaan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah siswa.
Keempat, Sharing Session & Sinergi: Kegiatan ditutup dengan dialog interaktif antara jajaran manajerial Spemma dan peserta Diksuspala.
“Sesi ini membedah berbagai tantangan riil di lapangan beserta solusi praktis dalam memajukan amal usaha Muhammadiyah di daerah masing-masing.” Ungkap Ustadz Misbach.
Mendorong Adaptasi Best Practices untuk Sekolah Berkemajuan
Melalui kegiatan benchmarking ini, Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur berharap para peserta Diksuspala 2026 ini dapat menyerap berbagai gagasan, strategi, serta praktik baik (best practices) yang ada di Spemma Pucang Surabaya.
Selanjutnya, seluruh pengalaman dan ilmu yang diperoleh diharapkan mampu diadaptasi dan diaplikasikan secara nyata di sekolah asal masing-masing peserta, demi mewujudkan kualitas pendidikan Muhammadiyah yang semakin unggul dan berdaya saing global. (Humas/Gus).








