Surabaya, kartanusa – Seiring meningkatnya berbagai potensi bencana di Indonesia, Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya menggelar edukasi kebencanaan bagi siswa di Ruang Utama Masjid Sholahuddin Spemma Pucang Surabaya pada Jum’at, 11 September 2026.
Kegiatan ini bertujuan membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat dengan menggandeng sejumlah instansi terkait, yakni BPBD Kota Surabaya, Satpol PP Kota Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup, serta Pemadam Kebakaran.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga diajak memahami tindakan yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya, Ustadz Misbach Noehruddin, S.Si., MM., menyampaikan bahwa bencana alam merupakan sesuatu yang tidak dapat diprediksi secara pasti. Namun, risiko dan dampaknya dapat ditekan apabila masyarakat memiliki pengetahuan serta kesiapsiagaan yang baik.
“Bencana alam adalah hal yang tidak bisa kita prediksi secara pasti kapan datangnya. Namun, dampak dan risikonya bisa kita tekan jika kita memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik.” Ujar Ustadz Misbach, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, Ustadz Misbach juga menjelaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi seluruh warga sekolah. Karena itu, pemahaman mengenai mitigasi bencana menjadi hal yang penting untuk diberikan kepada siswa sejak dini.
“Pemahaman mengenai mitigasi bencana, apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi, sangatlah krusial.” Katanya.
Ustadz Misbach juga menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berisi pembelajaran teori, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk melatih kesiapan fisik dan mental ketika menghadapi situasi darurat.
“Melalui kegiatan sosialisasi hari ini, kita tidak hanya belajar teori, tetapi juga akan melatih kesiapan fisik dan mental kita saat menghadapi situasi darurat.” Ungkap Ustadz Misbach dengan penuh antusias.

Kepada seluruh siswa, lanjut Ustadz Misbach, agar mengikuti kegiatan dengan serius dan memperhatikan setiap arahan yang diberikan oleh narasumber. Ia juga mengingatkan agar simulasi kebencanaan tidak dianggap sebagai sebuah permainan.
“Bapak berharap seluruh siswa dapat mengikuti sesi ini dengan serius, memperhatikan arahan narasumber, dan tidak menganggap simulasi ini sekadar permainan.” Tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, Ustadz Misbach juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber dan instansi yang telah berkolaborasi dalam memberikan edukasi kebencanaan kepada warga sekolah.
“Kepada tim narasumber, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan ilmu yang dibagikan kepada warga sekolah kami hari ini.” Ungkapnya.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Sekolah bersama BPBD, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, dan Pemadam Kebakaran dengan harapan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa. Kehadiran para petugas juga memungkinkan siswa mendapatkan pemahaman langsung mengenai berbagai potensi risiko serta langkah-langkah penyelamatan yang tepat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Spemma dalam membangun budaya satuan pendidikan yang aman, tanggap, dan siap menghadapi bencana.
Melalui edukasi kebencanaan sejak usia sekolah, para siswa diharapkan tidak mudah panik ketika menghadapi kondisi darurat. Mereka juga diharapkan mampu mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Bagi Spemma Pucang Surabaya, pendidikan tidak hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa yang sigap, disiplin, peduli, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran terhadap keselamatan dan lingkungan. (Cak Choir).








