spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaKepala BPSDM Jawa Timur Sambut Hangat Kemah Santri Nasional: Bumi Majapahit Jadi...

    Kepala BPSDM Jawa Timur Sambut Hangat Kemah Santri Nasional: Bumi Majapahit Jadi Pusat Penguasaan Ilmu dan Ekonomi

    Malang, kartanusa — Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., hadir memberikan sambutan penuh apresiasi dalam perhelatan akbar Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) Ke-2 yang diselenggarakan di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Kabupaten Malang Jawa Timur. Kehadiran para santri dari seluruh penjuru tanah air disambut dengan penuh kebanggaan di bumi sejarah yang kaya akan nilai-nilai kejayaan masa lalu. Senin (21/09/2026).

    Sambutan Selamat Datang dan Pesan Gubernur Jawa Timur

    Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., Kepala BPSDM menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Jawa Timur untuk menyambut para kontingen yang hadir.

    “Selamat datang di Jawa Timur, di bumi Majapahit.” Ucap Kepala BPSDM menyampaikan pesan Gubernur Jawa Timur.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan rasa terima kasih atas dipilihnya Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah perhelatan akbar Kemah Santri Muhammadiyah Nasional (KSMN) edisi kedua ini.

    “Penyelenggaraan ini menjadi simbol kuat bahwa Jawa Timur, sebagai bumi Majapahit sekaligus bagian dari bumi Indonesia, siap menjadi pusat penguasaan ilmu pengetahuan serta motor penggerak perekonomian bangsa.” Ungkapnya.

    Potensi Besar Pesantren Muhammadiyah dan Kemandirian Ekonomi

    Dalam pemaparannya, Kepala BPSDM, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P., menyoroti potensi luar biasa yang dimiliki oleh amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan pesantren. Berdasarkan catatan data yang dimilikinya, terdapat perbedaan signifikan yang menunjukkan masifnya perkembangan lembaga pendidikan Islam khususnya di bawah naungan Muhammadiyah.

    Menurutnya, jika data dari Kementerian Agama mencatat angka sekitar 4.000, data riil yang dipegang oleh pihak pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan angka fantastis mencapai 8.000—dua kali lipat dari data Kementerian Agama.

    “Keberadaan 450 pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia sebagai kekuatan yang sangat luar biasa dalam membangun peradaban umat.” Katanya.

    Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya pengembangan “pesantren nonic” atau pesantren yang berbasis pada kemandirian ekonomi. Model pesantren ini dinilai sangat strategis dalam membekali para santri agar tidak hanya unggul secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mandiri secara finansial dan mampu menggerakkan ekonomi umat.

    Permohonan Maaf dan Apresiasi

    Menutup sambutannya, Kepala BPSDM menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc., di tengah-tengah peserta. Wagub sedianya dijadwalkan hadir langsung menggantikan Ibu Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Gubernur Jawa Timur, namun harus berhalangan karena pada saat bersamaan wajib mengikuti agenda penting berupa sidang paripurna di Gedung DPRD Jawa Timur.

    Kendati demikian, apresiasi tinggi tetap diberikan kepada seluruh panitia dan peserta. Dengan semangat disiplin, mandiri, dan berprestasi, ajang ini diharapkan mampu melahirkan kader Pemimpin bangsa yang religius, tangguh, serta siap membawa kemajuan bagi Indonesia. (Humas/Gus).

    fortasi
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here