Surabaya, kartanusa — Sebuah rekam jejak kepemimpinan dan perjalanan pengabdian kembali dikenang oleh Ir. H. Chairul Djaelani, MMT., Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Bela Negara (DPW GBN) Jawa Timur. Dalam memori perjalanan organisasi dan tugas negara, tercatat momen penting saat penyerahan tongkat estafet kepemimpinan serta amanah penanganan bencana nasional. Selasa (29/09/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ir. Chairul Djaelani, menceritakan momen ketika posisi kepemimpinannya sebagai Ketua Keluarga Alumni HMI/Korps Alumni HMI (KBPII/KAHMI) Jawa Timur diteruskan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy. Acara pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para tokoh teras Jawa Timur pada masanya.
“Pak Muhadjir Effendy itu menggantikan saya sebagai Ketua KBPII Jawa Timur saat itu. Acara dihadiri oleh Pak Imam Utomo (Gubernur Jawa Timur) dan Pakde Soekarwo (Sekretaris Daerah Jawa Timur) yang saya undang secara langsung. Alhamdulillah, beliau berdua menyempatkan hadir.” Kenang Ir. Chairul Djaelani.
Tidak hanya bersama Prof. Muhadjir, rekam jejak tugas dan estafet pengabdian Ir. Chairul Djaelani juga bertaut erat dengan sosok Basuki Hadimuljono. Hal itu terjadi saat penanganan bencana strategis nasional di Jawa Timur. Ia juga mengungkapkan bahwa Basuki Hadimuljono hadir menggantikan peran dirinya yang sebelumnya ditugaskan sebagai Pelaksana Penanggulangan Bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo.
“Pak Basuki Hadimuljono hadir menggantikan peran saya, yang sebelumnya ditugaskan sebagai Pelaksana Penanggulangan Bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo.” Ungkap Ir. Chairul Djaelani, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) periode 2014-2019 ini.
Kisah estafet kepemimpinan dan penugasan ini menjadi bukti nyata kuatnya hubungan silaturrahim serta dedikasi para tokoh nasional dalam mengabdi bagi masyarakat Jawa Timur dan Indonesia. (Humas/Gus).









