Jakarta, kartanusa — Duka mendalam menyelimuti bangsa Indonesia, khususnya tenaga kesehatan yang berjuang di garda terdepan wilayah terpencil. Tragedi kemanusiaan yang menimpa Gabriella Meilani, seorang nakes yang gugur akibat aksi kekerasan penyerangan Organisasi Papua Merdeka (OPM) / Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan publik.
Doa dan belasungkawa mengalir deras bagi Gabriella Meilani. Masyarakat berharap arwah almarhumah mendapatkan ampunan, kedudukan mulia di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Salah satunya adalah Ir. H. Chairul Djaelani, MMT., Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Bela Negara (DPW GBN) Jawa Timur. Rabu (30/09/2026).
“Aksi keji yang menargetkan fasilitas dan petugas medis, yang sejatinya dilindungi oleh hukum humaniter internasional, merupakan tindakan yang sangat tidak beradab.” Tegas Ir. H. Chairul Djaelani, MMT., Ketua DPW GBN Jatim.
Desakan Pengusutan Pasokan Senjata Asing
Menurutnya, tragedi ini kembali memicu desakan kuat dari berbagai pihak agar pemerintah dan aparat keamanan bertindak tegas serta mengusut tuntas akar persoalan, terutama terkait rantai pasokan senjata api dan amunisi yang digunakan oleh kelompok pemberontak tersebut.
Ir. Chairul Djaelani juga menegaskan bahwa publik dan pengamat keamanan mendesak dilakukan penyelidikan mendalam mengenai beberapa hal penting, yakni:
Pertama, Jalur Penyelundupan Senjata: Mengidentifikasi secara transparan bagaimana senjata kelas militer dapat masuk ke tangan kelompok insurgensi di Papua.
Kedua, Dukungan Aktor Asing: Menelusuri dugaan keterlibatan pihak luar atau jaringan internasional yang menyokong pendanaan, pendistribusian senjata, maupun propaganda politik kelompok pemberontak.
Ketiga, Peningkatan Keamanan Nakes: Memastikan perlindungan maksimal bagi aparat, warga sipil, serta petugas kesehatan dan pendidikan yang bertugas di daerah rawan konflik.
“Aparat penegak hukum dan intelijen diharapkan tidak hanya menindak para pelaku lapangan, tetapi juga membongkar sampai ke akar-akarnya pihak-pihak yang memberikan dukungan logistik maupun finansial dari balik layar.” Pungkasnya. (Humas/Gus).









