Surabaya, kartanusa – Terus berkemajuan dan mencerahkan, Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) yang berlangsung 8–10 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, menjadi momentum penting bagi HW untuk meneguhkan arah gerakan kepanduan Muhammadiyah di tengah perubahan zaman. Rabu (07/10/2026).
Dengan mengusung tema; “Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan”, Tanwir I HW tidak hanya menjadi forum permusyawaratan organisasi, tetapi juga ruang refleksi untuk memperkuat jati diri, menyatukan pemikiran, sekaligus merumuskan langkah strategis bagi kemajuan HW.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Umum (Sekum) Kwartir Pusat (Kwarpus) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Ramanda Muhammad Arsyad, mengatakan Tanwir I diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan keputusan yang memperkuat gerakan HW dalam menghadapi tantangan masa depan.
“Mari kita jadikan Tanwir ini sebagai momentum untuk menyatukan pikiran, meneguhkan jati diri, dan melahirkan langkah-langkah strategis bagi Hizbul Wathan yang berkemajuan dan siap menjawab tantangan masa depan.” Ujar Muhammad Arsyad.
Menurutnya, Tanwir memiliki posisi penting dalam perjalanan organisasi karena menjadi ruang untuk melihat kembali perjalanan gerakan, mengevaluasi berbagai program, serta mempersiapkan langkah HW agar semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Tanwir I HW 2026 juga menghadirkan sejumlah tokoh Muhammadiyah, nasional, dan daerah. Dari jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dijadwalkan hadir Ketua PP Muhammadiyah Agung Danarto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti., M.Ed.
Dari unsur pemerintahan daerah, dijadwalkan hadir Gubernur Lampung dan Wali Kota Metro. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) juga dijadwalkan hadir pada Jumat sebagai narasumber.
Selain itu, sejumlah tokoh Muhammadiyah turut menjadi bagian dalam rangkaian Tanwir, antara lain Ketua Majelis Pendidikan Kader, Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.PA., Ketua Badan Pembina Organisasi (BPO) PP Muhammadiyah Dr. Punang Amaripuja, S.E., S.T., M.I.T., serta Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Dr. Irwan Baadilla, S.Ag., M.Pd.
Kehadiran berbagai tokoh tersebut diharapkan memperkaya perspektif peserta Tanwir dalam melihat tantangan kepanduan, pendidikan kader, pembinaan generasi muda, serta kontribusi HW bagi Persyarikatan dan bangsa.
Muhammad Arsyad menegaskan bahwa semangat kepanduan berkemajuan harus diterjemahkan dalam gerakan nyata. HW tidak cukup hanya mempertahankan tradisi dan identitas, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta kebutuhan generasi muda.
Karena itu, Tanwir I HW 2026 diharapkan tidak berhenti pada rumusan-rumusan organisasi. Forum tersebut harus melahirkan gagasan yang dapat diterapkan secara nyata oleh Kwartir Pusat, Kwartir Wilayah, Kwartir Daerah hingga Qabilah.
“Dengan semangat kebersamaan, mari kita jadikan Tanwir ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan Muhammadiyah yang berkarakter, berkemajuan, dan mampu memberikan kontribusi bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan.” Pesannya.
Tanwir I HW 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro pun diharapkan menjadi titik penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyusun agenda HW dalam menghadapi tantangan kepanduan dan pembinaan generasi muda pada masa mendatang. (Humas/Gus).









