Metro, kartanusa – Terus berkemajuan dan mencerahkan, Ketua Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur, Ramanda Fathurrahim Syuhadi, menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas dibukanya ajang Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.
Agenda strategis ini dijadwalkan berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung, dengan mengusung tema; “Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan”. Selasa (06/10/2026).
Fathurrahim menegaskan bahwa Tanwir I bukan sekadar forum permusyawaratan rutin, melainkan momentum penting untuk konsolidasi, refleksi, dan peneguhan jati diri HW dalam merespons tantangan zaman. Menurutnya, kepanduan yang berkemajuan harus tetap berakar kuat pada nilai-nilai dasar Islam, akhlak mulia, kedisiplinan, serta semangat fastabiqul khairat.
“Selamat dan sukses Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Semoga menghasilkan keputusan strategis yang mampu memperkuat gerakan dan dirasakan manfaatnya hingga tingkat qabilah. Yang berubah adalah cara dan pendekatan dalam mendidik generasi, namun nilai dan jati diri kepanduan harus tetap menjadi pijakan.” Ujar Fathurrahim.
Penulis buku Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur 2000–2025 tersebut juga menyoroti krusialnya proses kaderisasi berkelanjutan sejak dini, mulai dari jenjang Tunas Athfal, Athfal, Pengenal, Penghela, hingga Penuntun. Ia menilai anak-anak dan remaja perlu terus diberikan ruang untuk mengasah jiwa kepemimpinan dalam kehidupan.
“Menilai anak-anak dan remaja perlu terus diberikan ruang untuk mengasah jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian sosial melalui tradisi kegiatan luar ruang dan sistem beregu.” Ungkapnya.
Di samping menjaga tradisi, Fathurrahim mendorong adanya adaptasi teknologi modern. Menurut alumni Darul Arqom Pimpinan dan Pelatihan Instruktur Nasional (Dapinas) ini, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI) harus diintegrasikan ke dalam metode pembelajaran dan pengembangan organisasi.
Ia berharap hasil-hasil keputusan dari Tanwir I HW 2026 tidak berhenti sebagai dokumen rekomendasi belaka, tetapi ditindaklanjuti secara nyata melalui penguatan qabilah di sekolah dan ranting Muhammadiyah, peningkatan kualitas pembina, serta perluasan sinergi dengan berbagai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di seluruh Indonesia. (Humas/Gus).









