Metro, kartanusa — Sidang Tanwir I Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) yang berlangsung sejak tanggal 8 hingga 10 Oktober 2026 di Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Lampung, resmi ditutup. Forum permusyawaratan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan arah gerakan kepanduan Muhammadiyah sekaligus merumuskan langkah nyata kemajuan organisasi.
Mengusung tema; “Meneguhkan Kepanduan Berkemajuan”, Tanwir I tidak hanya menjadi ruang permusyawaratan, tetapi juga wadah refleksi agar Hizbul Wathan tetap kokoh pada jati diri sekaligus adaptif terhadap perubahan zaman. Menyongsong agenda selanjutnya, Bali resmi direncanakan sebagai lokasi penyelenggaraan Tanwir II.
Apresiasi dan Penekanan Program Nyata
Penutupan Tanwir I secara resmi dilakukan oleh Wakil Rektor IV UM Metro, Muhammad Ihsan Dacholfany. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UM Metro sebagai tuan rumah penyelenggaraan forum tingkat nasional ini.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum (Ketum) Kwartir Pusat (Kwarpus) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan, Aman Suyadi, turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kwartir Wilayah (Kwarwil) HW Lampung dan UM Metro atas dukungan penuh kelancaran acara. Ia menegaskan bahwa seluruh masukan, kritik, dan gagasan yang lahir selama persidangan merupakan ikhtiar bersama untuk memajukan organisasi.
“Hasil Tanwir ini tidak boleh berhenti sebagai dokumen dan catatan persidangan semata. Seluruh keputusan dan rekomendasi harus ditindaklanjuti melalui program kerja nyata serta penentuan prioritas yang jelas.” Tegas Aman Suyadi.

Sebagai tindak lanjut, Kwartir Pusat akan segera mengagendakan rapat khusus guna merumuskan program prioritas sesuai kebutuhan organisasi. Dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari seluruh tingkatan, mulai dari Kwartir Pusat, Kwartir Wilayah, Kwartir Daerah, hingga qabilah di sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi.
Menuju Tanwir II di Bali
Rencana pelaksanaan Tanwir II di Bali diharapkan menjadi babak lanjutan yang strategis untuk menjaga kesinambungan konsolidasi organisasi serta mengevaluasi implementasi program kerja yang telah dirumuskan.
Dengan berakhirnya Tanwir I di Lampung, seluruh jajaran kepengurusan HW didorong untuk segera menerjemahkan gagasan-gagasan besar menjadi program terukur. Langkah ini diharapkan mampu memperluas pembinaan kepanduan serta melahirkan generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, terampil, dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara. (FRS).









