Madiun, kartanusa – Terus berkemajuan dan mencerahkan, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P melakukan silaturahmi ke Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT), Selasa, 20 Oktober 2026.
Kunjungan Penasehat Presiden Republik Indonesia (RI) Bidang Haji ke UMJT tersebut diterima sejumlah pejabat struktural UMJT di kampus I UMJT. Seperti Wakil Rektor I UMJT, Dr. Fajar Junaedi, M.Scm., Plt Wakil Rektor II UMJT, Dr. Suwardi Rosyid, Direktur AIK UMJY, Suyono M.Pd.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Mantan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan tersebut sampai di halaman kampus I UMJT dan langsung menuju arah pojok kampus bagian barat depan, lokasi yang rencananya bakal jadi lokasi pendirian toko serba ada UMJT.
Dengan didampingi beberapa pejabat UMJT, mantan Rektor UMM tersebut melakukan perbincangan serius. Mereka terdengar membicarakan pendirian toko serba ada dengan nama Mentari dan cafe bagi anak muda yang berada di dalam lingkungan kampus 1 UMJT.
Perbincangan kemudian beralih ke pintu gerbang masuk kampus 1 UMJT masih dengan tema yang sama: pendirian toko serba ada dan cafe. Di lokasi ini, Prof. Muhadjir Effendy menyarankan agar sebaiknya dilakukan kunjungan Mentari Mart di Palembang yang disebutnya sebagai contoh Mentari Mart yang bagus.
Rombongan pun berpindah tempat dengan berjalan ke arah pintu masuk utama gedung kampus 1. Prof. Muhajir Effendy sejenak memasuki Ruang Rapat I yang menjadi tempat penyelenggaraan Konferensi Internasional 1st ICSIGC 2026 UMJT dengan menyapa para dosen yang sedang mengikuti Plennary Session.
Silaturahmi berlanjut di ruang tunggu di bagian administrasi kampus 1. Di sini perbincangan mulai memunculkan sejarah perjalanan persyarikatan di wilayah Madiun Raya juga perbincangan mengenai perkembangan perguruan tinggi di wilayah Kota Madiun.
“Kalau sudah mengetahui situasi dunia pendidikan tinggi di wilayah Madiun seperti itu maka UMJT harus mampu mencari alternatif pendanaan untuk kampusnya.” Ujarnya.
Satu tema yang juga menjadi perbincangan menarik dalam pertemuan tersebut adalah langkah-langkah transformasi UMJT dari sebelumnya UMMAD Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).
Menyinggung transformasi dari UMMAD menjadi UMJT, ditemui saat akhir kunjungan, Prof. Muhajir Effendy mengatakan transformasi tersebut tidak hanya sekedar berubah nama tapi juga terjadi pembenahan-pembenahan.
“Melakukan pembenahan manajemen,meningkatkan kualitas akademik, dan pelayanan kepada mahasiswa dan orang tua mahasiswa. Saya yakin transformasi yang dilakukan saat ini sudah berjalan dengan baik.” Ujar Guru Besar Bidang Sosiologi dan Pendidikan Luar Sekolah tersebut.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun, Suyono M.Pd menyampaikan kunjungan Prof. Muhajir Effendy membicarakan pendirian Mentari Mart dan tanah milik Prof. Muhajir Effendy di Madiun yang bisa digunakan untuk lokasi kampus UMJT.
“Pendirian Mentari Mart di UMJT dan persiapan tanah seluas 2,5 hektar untuk kampus UMJT.” Ujar Direktur AIK UMJT tersebut.(Humas/Joko).









