spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeAgamaFBKK SMK Provinsi Jawa Timur: Bukan Sekadar Mencetak Lulusan, Kadisdik Jatim Tekankan...

    FBKK SMK Provinsi Jawa Timur: Bukan Sekadar Mencetak Lulusan, Kadisdik Jatim Tekankan Bekal Kerja Sejak Kelas X

    Madiun, kartanusa– Masa depan lulusan SMK tidak boleh dipertaruhkan! Sekolah harus memastikan setiap peserta didik memiliki bekal keterampilan, karakter, pengalaman, dan kesiapan nyata sebelum melangkah memasuki dunia kerja. Pesan strategis inilah yang menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Penguatan Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) SMK Provinsi Jawa Timur di Hotel Merdeka, Kota Madiun. Sabtu (31/10/2026).

    Kegiatan yang dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai SMK di Jawa Timur tersebut semakin istimewa dengan prosesi pengukuhan Pengurus FBKK SMK Provinsi Jawa Timur periode 2026–2029.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., dalam sambutannya setelah pengukuhan pengurus FBKK menyampaikan pentingnya memperkuat peran SMK dalam menyiapkan lulusan yang benar-benar siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

    Menurutnya, kesiapan kerja tidak bisa dibangun secara instan menjelang kelulusan. Proses tersebut harus dimulai sejak peserta didik masuk kelas X melalui pembiasaan, pembelajaran, praktik, penguatan karakter, hingga pengalaman nyata yang relevan dengan kebutuhan industri.

    Kadisdik Jatim: Bekal Kerja Harus Dibangun Sejak Kelas X

    Dalam arahannya, Aries Agung Paewai menekankan bahwa pendidikan vokasi harus mampu membangun lima kemampuan penting bagi calon lulusan, yaitu mampu bekerja, mampu dipercaya, mampu bekerja sama, mampu belajar kembali, serta mampu menjaga diri.

    “Lima kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga karakter dan kemampuan beradaptasi (soft skills) di lingkungan kerja.” Tuturnya.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kesiapan tersebut harus dibangun secara bertahap. Sejak kelas X, siswa mulai mengenali berbagai bidang pekerjaan, budaya kerja, dan kebiasaan profesional. Ketika kelas XI, siswa memperkuat kemampuan melalui proyek, praktik, dan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Memasuki tahun terakhir, siswa mulai memantapkan kompetensi, portofolio, dan latihan seleksi kerja.

    Bahkan setelah lulus, tambahnya, sekolah diharapkan tetap memberikan pendampingan dalam proses pencarian pekerjaan dan adaptasi awal di dunia kerja. Pesan tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan SMK tidak berhenti ketika siswa menerima ijazah.

    Bukan Hanya BKK, Seluruh Ekosistem Sekolah Harus Bergerak

    Penguatan FBKK juga menuntut keterlibatan seluruh unsur pendidikan. Kepala sekolah, pengelola BKK, guru produktif, wali kelas, forum FBKK, dunia industri, hingga alumni harus memiliki tanggung jawab bersama.

    Setiap siswa juga perlu memiliki bukti kesiapan karier yang jelas, mulai dari arah pilihan setelah lulus, CV yang jujur, portofolio hasil karya, umpan balik praktik, latihan seleksi, hingga kesiapan administrasi dan transisi menuju dunia kerja.

    Dengan demikian, BKK tidak hanya menjadi tempat informasi lowongan pekerjaan, tetapi menjadi pusat layanan pengembangan karier dan penghubung strategis antara sekolah dengan dunia industri.

    Irvandy Andriansyah: SMK Harus Memastikan Lulusannya Punya Arah dan Masa Depan

    Di sela-sela kegiatan dan sesi foto bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ustadz Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., Kepala SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA), menyampaikan bahwa arahan tersebut menjadi penguatan penting bagi sekolah dalam mengembangkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada masa depan lulusan.

    Menurut Ustadz Irvandy, paradigma pendidikan SMK harus terus berkembang. Sekolah tidak cukup hanya mengajarkan keterampilan sesuai jurusan, tetapi juga harus membentuk mentalitas kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kemampuan komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar.

    “Ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kami bahwa menyiapkan lulusan SMK harus dilakukan sejak awal. Jangan sampai siswa baru dipikirkan mau bekerja ke mana ketika sudah kelas XII atau bahkan setelah lulus. Persiapan karier harus dibangun sejak kelas X, melalui pembelajaran, praktik, pembiasaan, dan pendampingan yang berkelanjutan.” Ungkap Ustadz Irvandy.

    Ia juga menegaskan bahwa SMK MUDISA terus berupaya memperkuat peran BKK dan kemitraan dengan dunia usaha serta dunia industri.

    “Kami ingin setiap anak memiliki bekal dan bukti kompetensi yang bisa ditunjukkan kepada dunia kerja. Bukan hanya ijazah, tetapi juga keterampilan, sertifikat, pengalaman praktik, portofolio, dan karakter yang baik. Kami ingin lulusan MUDISA menjadi pribadi yang siap bekerja, dapat dipercaya, amanah, mandiri, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.” Tambahnya.

    Menurutnya, ada tiga pilihan masa depan yang harus sama-sama mendapatkan perhatian sekolah, yakni bekerja, melanjutkan pendidikan, dan berwirausaha.

    Karena itu, pendampingan karier harus mampu membantu setiap siswa mengenali potensi dirinya dan menentukan langkah terbaik setelah menyelesaikan pendidikan.

    SMK MUDISA: Sekolah Bukan Hanya Tempat Belajar, Tetapi Tempat Membangun Masa Depan

    Keikutsertaan SMK MUDISA dalam Rakor Penguatan FBKK Jawa Timur menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan vokasi.

    Melalui penguatan BKK, kolaborasi industri, pembelajaran berbasis praktik, dan pengembangan kompetensi peserta didik, SMK MUDISA berupaya memastikan bahwa setiap lulusan memiliki kesempatan dan kesiapan untuk melangkah menuju masa depan.

    Sebab, ukuran keberhasilan sebuah SMK bukan semata-mata berapa banyak siswa yang lulus, melainkan seberapa siap mereka menghadapi kehidupan setelah lulus.

    SMK MUDISA terus bergerak mencetak generasi terampil, berakhlakul karimah, jujur, amanah, mandiri, siap kerja, dan berdaya saing global. SMK MUDISA,  membangun kompetensi, menguatkan karakter, mengantarkan masa depan. (Irv).

    iklanupdate
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here