spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 193

    Ini Program Aksi Kantor Layanan (KL) Lazismu PCM Wonokromo

    0
    Dengan QRIS Donasi Lebih Muda

    Surabaya, kartanusa – Kantor Layanan (KL) Lazismu PCM Wonokromo terus melakukan konsolidasi dalam rangka maksimalisasi pengelolaan Zakat, Infaq dan Shodaqoh (ZIS). Setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

    SK telah diserahkan langsung oleh Ketua PCM Wonokromo Ustadz Ir. Lukman di Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo pada hari Rabu, 13 Maret 2024.

    Ustadz Munahar selaku Kepala KL Lazismu PCM Wonokromo menyampaikan bahwa konsolidasi terus dilakukan, mulai dengan pembentukan struktur kepengurusan, pembukaan rekening, rapat koordinasi program, rencana rapat kerja, dan pengumpulan ZIS ketika penerimaan raport seluruh Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan se-Wonokromo.

    “Mohon ijin menyampaikan bahwa saat ini kita telah memiliki rekening Bank Bukopin Syariah. Insyaallah ini yang kita jadikan tempat penampungan donasi”. Ujarnya di whatsapp group KL Lazismu PCM Wonokromo. Jumat (28/6/2024).

    Ia juga menyampaikan bahwa KLL PCM Wonokromo memberikan kemudahan berinfaq dengan Qris. Tak lupa mengupdate informasi perolehan infaq dari kupon Lazismu yang diedarkan pada saat penerimaan rapot di Sekolah Muhammadiyah Se-Wonokromo.

    Bendahara KL Lazismu PCM Wonokromo Ustadzah
    Laili Rahmi, S.Pd., menerima setoran donasi

    Adapun perolehan infaq sementara sebagai berikut:
    1. SDM 6 : Rp 5.280.000
    2. SMPM 4 : Rp 3.200.000
    3. SDM 7 : Rp 860.000
    4. SMAM 3 : Rp 2.636.000
    Total : Rp 11.976.000.

    “Tambahan donasi dari Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PCM Wonokromo, Rp. 1.000.000, sehingga total 12.976.000”. Imbuhnya.

    Ia pun menginformasikan jumlah donatur yang menyampaikan kesanggupan menjadi donasi setiap bulan berdasarkan pengisian formulir (https://bit.ly/FORMDONATURKLLWONOKROMO) :
    1. SDM 6 : 4 orang
    2. SDM 7 : 2 orang
    3. PCM Wonokromo : 3 orang
    Total sementara donatur tetap adalah 9 orang.

    Cak Novan pendekatan kepada calon donatur KL Lazismu PCM Wonokromo

    Sementara itu anggota pengurus KL Lazismu PCM Wonokromo Novan Mahendra Pratama, SH., MH., menyampaikan akan segera mencetak brosur, majalah atau bahan marketing Lazismu PCM Wonokromo sebagai alat tambahan dalam melakukan closing kepada calon donatur.

    “InsyaAllah, kami melakukan pendekatan kepada beberapa instansi baik swasta, maupun pemerintahan agar mengarahkan donasinya ke Lazismu Wonokromo”. Ujar Novan yang juga Ketua PCPM Wonokromo yang baru terpilih.

    Ia menyampaikan sejumlah donatur dari hasil pendekatan beberapa hari berjumlah 8 donatur yang siap mendonasikan rutin setiap bulan.

    “InsyaAllah, KL Lazismu PCM Wonokromo akan menjadi Lembaga yang dipercaya oleh masyarakat dalam menyalurkan ZIS.” Tandasnya

    Shabrina Berikan Sepeda Hadiah Gen Q Award SD Musix untuk Teman-teman Panti Asuhan

    0
    Oplus_0

    Surabaya, kartanusa – SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya menggelar Gen Q Award untuk memberikan penghargaan dan apresiasi atas aktivitas update pada Gen Q Smart. Kegiatan ini selalu dilakukan setiap akhir tahun ajaran.

    Pelaksanaan agenda pada kali di gelar pada hari Sabtu, 22/06/2024 di halaman SD Musix berbarengan dengan pentas seni dan gebyar P5; Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

    Sebagai apresiasi kepada seluruh siswa, guru, dan karyawan panitia telah menyiapkan puluhan bahkan ratusan hadiah dan dua hadiah utama berupa sepeda.

    Salah satu penerima hadiah utama pada tahun ini Arania Shabrina Ghassani Yusuf kelas III-ICP. Dia juga menerima hadiah sepeda pada Gen Q Award tahun 2023 saat masih kelas 2. Total skor yang diperoleh sebanyak 7.182.

    Jauh hari sebelum pengumuman, dia sudah mempunyai keinginan sangat mulia, dan pernah diceritakan kepada bundanya.

    “Bunda, kalau saya mendapat rejeki hadiah sepeda, saya mau berbagi.” Kata gadis ceria yang suka tantangan ini.

    “Kakak mau berbagi dengan siapa?” Tanya Maya panggilan akrab Reni Maya Sari Yusuf, M.Pd.

    “Saya ingin berbagi dengan teman-teman di panti asuhan Bunda, pasti bermanfaat juga bagi teman-tema di panti Asuhan.” Jawabnya lirih. Mendengar keinginan putri sulungnya, Maya merasa terharu.

    “Semoga nanti kamu mendapatkan hadiah lagi, ya kak.” Bisik wanita yang berprofesi dosen ini sambil memeluknya.

    Pembagian penghargaan Gen Q Award diumumkan di sela-sela tampilan para siswa pada agenda yang mengusung tema “Semua Anak adalah Bintang”. Acara ini menampilkan kreativitas dan kreasi siswa mulai kelas 1 hingga kelas 6. Untuk pengumuman hadiah utama diletakkan paling akhir.

    Pada saat pengumuman hadiah utama, ternyata Brina lah pemenangnya, sehingga dia akan mewujudkan cita-citanya untuk memberikan sepeda hadiah itu kepada teman-teman yang ada di Panti Asuhan.

    Motivasi untuk Selalu Update Aplikasi Gen Q Smart

    Pada mulanya, kata Maya, kalau ingin mendapat hadiah dari ayah dan bunda, hanya ada satu syarat, yaitu harus rajin sholat, mengaji, membantu orang tua, dan murojaah. Setiap hari ayah dan bunda akan mengontrol melalui Aplikasi Gen Q.

    “Sejak itu, alhamdulillah termotivasi dan selalu update melalui Gen Q Smart.” Kisah pengajar manajemen di salah satu perguruan di Jakarta. Malahan, lanjutnya “Adiknya ikut-ikutan rajin sholat, dia selalu sholat berjamaah jika saya sedang kerja”.

    Konten Aplikasi Gen Q Smart

    Sebagai aplikasi pengontrol ibadah bagi para siswa, kontennya berisi tentang kegiatan ibadah sehari-hari. Antara lain Sholat 5 waktu, mengaji, sholat Jum’at, puasa sunah maupun wajib, sholat tahajjud, sholat dhuha, membantu orang tua, membaca buku, dan sholat Tarawih. Masing-masing konten mempunyai skor/point.

    Ustadzah Hidayatun Ni’mah Kaur Ismuba SD Musix menjelaskan bahwa setiap selesai sholat klon konten sholat maka akan ada notifikasi berjamaah atau munfarid, jika klik berjamaah akan mendapat 2 point, tetapi jika klik munfarid akan mendapatkan 1 point.

    “Semua konten-konten pada aplikasi Gen Q Smart serial kali klik mendapatkan 1 point, kecuali puasa dan sholat berjamaah.” Ujarnya.

    Ia menyatakan bahwa aplikasi ini bukan hanya mengontrol ibadah siswa, tetapi para guru bisa memberikan tugas, mengoreksi dan menilai tugas melalui task book yang telah disiapkan.

    “Satu aplikasi berbagai manfaat bisa dirasakan oleh semuanya.” Tandasnya. (Basirun)

    Serunya Gebyar Gen Q Award Akhiri Masa Belajar di SD Musix

    0

    Surabaya, kartanusa – Mengakhiri masa belajar di SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya, gelar Gen Q Award dan Pentas Seni (Pensi) yang diikuti seluruh siswa mulai dari kelas I hingga kelas 5. Sabtu (22/06/2024).

    Untuk memberikan kesempatan berkreasi kepada seluruh siswa SD Musix, sekolah menggelar pentas seni pada acara Gen Q Award.

    “Saya berharap pada kesempatan ini, semua siswa harus berperan, jangan sampai ada satu siswapun yang tidak naik ke atas panggung.” Pesan Munahar, S.H.I., M.Pd., kepada panitia penyelenggara.

    Untuk mengakomodir pesan dari kepala sekolah, panitia berusaha utuk memujudkan dengan mengambil tema “Semua adalah Bintang”.

    Keseruan tampilan pentas seni SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya

    Disamping itu, panitia juga menyiapkan panggung super besar dengan ukuran 4 x 10 meter. Dengan pernak-pernik menarik, mulai dengan balon warna-warni mengelilingi panggung baik di sisi kanan, atas, dan kiri sehingga balon-balon itu mendominasi panggung. Sisi depan panggung dipenuhi dengan bunga kertas warna krem menambah semarak panggung.

    Pukul 06.30 para pemanpil sudah berdatangan di sekolah, mereka ada yang langsung berkumpul dekat dengan panggung, ada juga yang masuk kelas untuk berbenah kostum dan sekitar latihan mengulang-ulang gerakan yang akan ditampilkan.

    Tepat pukul 07.00 Mutmainatul Fuadah, S.Pd.I., dan Fathurrohmi Fitriyah, S.Pd., selalu Master of Ceremony (MC) mulai membuka acara. Mengawali acara ini pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Auliecia Putri Cahyono kelas V-B. Anak yang sudang hafal tujuh juz ini membawakan Surat Al-Mukminun ayat 1-11 dengan suara yang merdu, anak tunggal dari Bapak Cahyono ini, membuat halaman yang dipenuhi orang tua dan anak-anak menjadi tenang.

    “Ayah-bunda dan anak-anak hebat yang dirahmati oleh Allah, pada pagi hari ini anak-anak akan mendapatkan kesempatan untuk mengapresiasi diri dengan menunjukkan kebolehan kalian di atas panggung yang cukup megah ini.” Tegas sekretaris Majelis Tabligh PWM Jatim ini.

    Selanjutnya dia juga menyampaikan bahwa disamping pentas seni, yang paling penting adalah penghargaan kepada seluruh siswa, guru dan karyawan yang telah meraih poin pada aplikasi Gen Q Smart.

    Para penampil serasa tidak sabar agar segera tampil di atas panggung. Sesuai urutan yang disusun dalam rundown acara.
    “Baiklah, Ustadzah, kita sudah tidak sabar untuk menikmati sajian yang sudah diramu oleh masing-masing kelas.” Kata Fitri panggilan akrab Fathurrohmi Fitriyah.

    “Betul! Anak-anak juga sudah siap untuk tampil di panggung yang megah ini.” Sahut Ustadzah Iin panggilan Muthmainatul Fuadah.

    Selanjutnya MC mulai memanggil penampil pertama kelas V-A yang menampilkan tari Saman. Dengan kostum warna warni dengan music rancak khas melalu menjadikan tampilan anak asuh Ustadzah Hafshoh, S.Pd., mendapat apresiasi dari penonton. Tidak kalah menariknya tampilan kedua yang dibawakan oleh para siswa kelas III-B.
    Mereka membawakan tampilan drama heroic peristiwa perobekan bendera bendera Belanda di menara hotel Yamato. Drama kolosal yang melibatkan seluruh siswa kelas III-B ini disutradarai oleh Nurun Naharo, M.Pd.I., juga sebagai guru kelasnya sendiri.

    Tampilan kreatif dari masing-masing kelas ini diselingi dengan penyerahan penghargaan kepara para siswa yang aktif mengupdate aplikasi Gen Q Award selama satu tahun ajaran. Bagi mereka yang aktif panitia menyediakan puluhan hadiah, diantara hadiah-hadiah itu ada dua hadiah utama berupa sepeda masing-masing untuk peraih tertinggi bagi siswa putra dan putri

    “Setelah semua hadiah kita bagikan, tibalah saatnya akan kita serah hadiah utama berupa dua buah sepeda.” Seru Ustadzah Fitri memecah suasana.

    “Iya, siapa ya yang berhak menerima. Tentunya satu sepeda untuk siswa putra dan satu lainnya utuk siswa putri.” Sambung Ustadzah Iin. Susana menjadi tegang menunggu diumumkannya peraih penghargaan tertinggi Gen Q Awards tahun ini.

    “Baiklah saya panggil Arania Shabrina Ghassani Yusuf kelas III-ICP dan Muhammad Faizan Alvino kelas IV-B.” Seru MC memecah ketegangan disambut tepu tangan meriah dari para hadirin.

    Tampilan penutup dari tim angklung SD MUSIX

    Mereka berdua meraih award tertinggi karena telan memperoleh skor tertinggi. Masing-masing skor mereka adalah 6.553 unyuk Vino dan Sabrina mendapat skor tertinggi 7.182

    Mendengar namanya dipanggil Muhammad Faizan Alvino dipanggil Vino langsung naik ke atas panggung sedangkan Arania Shabrina Ghassani Yusuf atau Sabrina tidak ada di sekitar panggung, karena masih bersama bundanya kelas untuk mengambil Rapot.

    “Kami merasa terimakasih kepada sekolah yang telah memberikan sarana kepada anak-anak untuk melatih disiplin ibadah.” Kata Reni Maya Sari Yusuf, M.Pd., orang tua Sabrina.

    Dia juga berharap kedepannya aplikasi Gen Q Smart tetap berjalan seperti biasanya karena membawa nilai kebaikan dan kejujuran untuk anak-anak SD Musix.

    Disamping para siswa Gen Q Awards juga diberikan kepada guru dan karyawan yang aktif update Gen Q smart. Mereka adalah Imam Syafii koordinator sekuriti, Basirun guru kelas VI-A (Al-Maajid) dan Anisa Herawati, S.Pd.I. (Basirun)

    Ini Pesan Sekretaris MTT PWM Jawa Timur Pada Family Gathering GTK SDM 1 Bangkalan

    0
    oplus_0

    Mojokerto, kartanusa – SD Muhammadiyah 1 Bangkalan gelar Family Gathering dan Penguatan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) di Ballroom Wellirang Hotel Grand Wizh Hotel Trawas Mojokerto. Dengan tema “Meneguhkan Komitmen Bermuhammadiyah di AUM”.

    Hadir sebagai pemateri adalah Ustadz Dikky Syadqomullah, M.Hes., Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dan juga Ketua Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

    Mengawali materinya, Ustadz Dikky menyampaikan tentang perlunya memahami bahwa sarana itu penting, tetapi manajemen itu jauh lebih penting. Sedangkan inti dari manajemen adalah guru, sebagai sumber daya manusia yang merupakan ruh pendidikan.

    Selanjutnya dalam paparannya, Ia menyatakan bahwa guru adalah Mujahid, yang memperjuangkan agama Islam.

    “Maka guru yang menata niat dengan benar, bukan semata-mata bekerja, tapi niatkan berjuang, berjihad karena Allah SWT.” Ujarnya.

    Lantas Ia menjelaskan bahwa guru sebagai mujahid harus memperhatikan 4 hal; 1. Seorang profesional, 2. Seorang kreator, 3. Seorang penuntun, dan 4. Seorang teladan.

    Ia berharap menjadikan sekolah sebagai rumah kedua, selalu nyaman dan memikirkan tentang pengembangan sekolah.

    “Jangan lupa juga, semua ini (guru-karyawan) adalah supertim, bukan superman. Kerja tim bukan kerja sendiri, saling bekerjasama dan kolaborasi, dalam Muhammadiyah namanya kolektif kolegial.” Ungkapnya.

    Suasana Family Gathering SD Muhammadiyah 1 Bangkalan

    Tips Menjadi Guru Mujahid 

    Selanjutnya Ia menyampaikan tips menjadi Guru Mujahid yang menjadi Idola bagai anak-anak, yaitu :

    Pertama, Beriman. Setiap dari kita harus memahami bahwa semua yang kita jalani ini berlandaskan keimanan kepada Allah SWT. Dalam menjaga keimanan, perlu memperhatikan hal berikut, yaitu 1. Menata niat, 2. Ngaji (menuntut ilmu), dan 3. Introspeksi diri.

    Kedua, Beramal Shaleh. Setelah melandaskan setiap kehidupan kita dengan iman kepada Allah, maka wajib bagi kita untuk beramal sholeh. Beberapa hal menjadi perhatian kita semua, yaitu :

    1. Berteladan; Jadilah guru yang menjadi teladan, menginspirasi, dan memotivasi dalam kehidupan.

    “Hati-hati kalau jadi guru, kehadiran kita tidak ditunggu oleh siswa, mari belajar lebih baik lagi, menjadi teladan.” Celetuknya.

    2. Bersinergi; Saling membantu dan bekerjasama dalam menyelesaikan tugas pribadi maupun sekolah.

    3. Berbagi; Menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama, dan suka berbagi terhadap sesama. Karena kita menyadari bahwa kita hidup harus memberi manfaat lebih kepada orang lain.

    4. Berjamaah; Berjamaah itu penting, karena salah satu kunci kesuksesan adalah berjamaah, segala persoalan bisa terselesaikan dengan efektif dan efisien karena kita mampu menyelesaikannya secara bersama-sama.

    Ketiga, Berwasiat Kebenaran. Memahami bahwa kita ini adalah penerus dakwah Nabi Muhammad SAW, maka misi dakwah harus kita lakukan. Beberapa hal penting yang mestinya diperhatikan, yaitu; 1. Menjaga tidak dusta, 2. Menjaga tidak menggunjing, 3. Saling mengingatkan, 4. Saling mendoakan.

    Keempat, Sabar dan Istiqomah. Menjadi guru harus yang sabar dan istiqomah dalam memegang teguh ajaran Islam. Beberapa hal perlu diperhatikan, yaitu; 1. Tidak gampang marah, 2. Tidak mutungan (putus asa), 3. Tidak sakitan (gamping sakit), 4. Tidak Irian.

    Sesi foto bersama dengan penuh semangat, kekeluargaan dan kebersamaan

    Mengapa Harus Berjamaah dengan Persyarikatan Muhammadiyah

    Pertama, Dimensi Keagamaan (Iman dan Tauhid). Di dalam organisasi Muhammadiyah membiasakan pola kehidupan yang sesuai dengan tuntunan agama Islam, mulai rajin ngaji (ilmu agama), mengamalkan agama dalam kehidupan, mengikuti Al-Qur’an dan Al-Hadits, serta membiasakan sabar, ikhlas dan istiqomah dalam menjalani hidup.

    Kedua, Dimensi Intelektual. Memahami tentang kebiasaan atau budaya intelektual selalu ada sejak awal berdiri.

    “Bahkan sebelum Muhammadiyah secara resmi berdiri, KH. Ahmad Dahlan mendirikan sekolah, sebagai bagian dari pentingnya pendidikan bagi masa depan bangsa dan negara Indonesia.” Tandasnya.

    Rajin menuntut ilmu sesuai profesi, mampu mengamalkan dalam pekerjaannya, dan mengikuti perkembangan yang ada.

    “Selanjutnya Guru juga harus ulet, kreatif dan inovatif dalam kegiatannya, tidak boleh berhenti dalam berkreasi.” Imbuhnya.

    3. Dimensi Sosial; Filantropi menjadi ciri bagi persyarikatan Muhammadiyah sejak awal, selain pendidikan.

    Menyantuni anak yatim dan  menyekolahkannya hingga berdiri amal usaha bidang sosial, pendidikan dan kesehatan, bagian dari komitmen Muhammadiyah tentang pemahaman surat Al-Maun.

    “Siap berbagi tugas, saling bekerja sama, menjadi motivasi bagi yang lain dan menjadi rahmatan lil’alamin harus menjadi ciri guru Muhammadiyah.” Katanya.

    4. Dimensi Organisasi (Kepemimpinan); Mendidik menjadi para pemimpin yang hebat untuk kepentingan agama, bangsa dan negara. Berapa banyak tokoh Muhammadiyah yang menjadi pahlawan nasional, karena nilai perjuangan dan pengabdiannya.

    Kemampuan bisa menyampaikan pendapat kita, belajar menerima pendapat orang lain, siap memimpin dan dipimpin.

    “Guru harus mampu dan mau mengevaluasi diri dan oleh anggota timnya, dalam rangka mencari tujuan yang dicita-citakan”. Tandasnya.

    Tujuh Pesan Refleksi Idul Adha 1445 H

    0

    Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Putat Jaya Sawahan Surabaya menggelar sholat Idul Adha 1445 H. Dihadiri kurang lebih 500 jama’ah memenuhi sepanjang jalan raya Dukuh Kupang No 1 Surabaya (Depan Kantor Kelurahan Putat Jaya).

    Hadir sebagai imam dan khatib sholat Idul Adha 1445 H, Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I (Wakil Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dengan tema “Memahami makna Idul Adha, Ujian Keimanan dan Ketaqwaan”.

    7 Pesan Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I dalam Refleksi Idul Adha 1445 H, yaitu :

    Pertama, Menjaga dan Meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kepada Allah SWT.

    Hal ini sesuai dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surat Ali Imron ayat 102 :

    يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَ نْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

    Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim”.

    Kedua, Memahami Makna Idul Qurban. Bahasa Arab; ‘qariba – yaqrabu – qurban wa qurbanan wa qirbanan’ yang artinya dekat. Sehingga melaksanakan qurban merupakan bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan mengerjakan sebagian perintah-Nya.

    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam Surat Al-Kausar;

    اِنَّاۤ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ

    Artinya :“Sungguh, Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak.” (QS. Al-Kausar 108: 1)

    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَا نْحَرْ

    Artinya :“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kausar 108: 2)

    اِنَّ شَا نِئَكَ هُوَ الْاَ بْتَرُ

    Artinya :“Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah).” (QS. Al-Kausar 108: 3)

    Selain dalam Al-Quran, perintah melaksanakan Qurban juga terdapat dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW bersabda:

    عَنْ َأبِي هُرَيْرَة: َأنَّ رَسُوْل اللهِ صلى الله عليه وسلم قال : مَنْ كَانَ لهُ سَعَة وَلمْ يَضَحْ فَلا يَقْربَنَّ مُصَلَّانَا (رواه احمد وابن ماجه)

    Artinya: “Dari Abu Hurairah, “Rasulullah SAW telah bersabda, barangsiapa yang mempunyai kemampuan, tetapi ia tidak berkurban maka janganlah ia mendekati (menghampiri) tempat shalat kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

    Allah SWT juga memberikan penegasan dalam Surat Al-Hajj ayat 37:

    لَنْ يَّنَا لَ اللّٰهَ لُحُـوْمُهَا وَلَا دِمَآ ؤُهَا وَلٰـكِنْ يَّنَا لُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ ۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَـكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

    Artinya :“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj 22: Ayat 37)

    Ketiga, Idul Adha Merupakan Ujian Keimanan dan Ketaqwaan.

    Dalam Surat Al-Ankabut ayat 1-3, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

    الٓمّٓ

    Artinya :“Alif Lam Mim.” (QS. Al-‘Ankabut 29: 1)

    اَحَسِبَ النَّا سُ اَنْ يُّتْرَكُوْۤا اَنْ يَّقُوْلُوْۤا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَـنُوْنَ

    Artinya :“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman” dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabut 29: 2)

    وَلَقَدْ فَتَـنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَـعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ

    Artinya :“Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabut 29: 3)

    Keempat, Sebagai Ujian Keikhlasan bagi orang yang beriman dan bertakwa dari sifat sombong.

    Semua yang kita lakukan dalam kehidupan kita, niatkanlah dengan ikhlas, hanya ingin mendapatkan Ridha Allah SWT. Jangan sampai ada niatan ingin dipuji oleh manusia sebagai hamba yang beriman dan bertaqwa, sholeh dan sholeh, orang baik dan lain-lain.

    Kelima, Sebagai Ujian kepedulian sosial bagi orang yang beriman dan bertakwa.

    Ingatlah bahwa semua yang ada pada diri kita, baik itu harta, kekayaan, kekuasaan, jabatan adalah amanah dan titipan dari Allah SWT yang suatu saat akan diminta kembali. Semuanya mestinya kita gunakan untuk semakin dekat kepada Allah SWT.

    Keenam, Sebagai Ujian Ukhuwah Islamiyah bagi orang yang beriman dan bertakwa.

    Pemahaman ini sangat penting, bahwa adanya Idul Qurban (Idul Adha), adanya Ibadah Haji dalam rangka menguatkan Ukhuwah Islamiyah. Dimana kita menghilangkan batas-batas strata sosial, suku, ras dan lain-lain untuk bersama menghambakan diri hanya kepada Allah dan bersama-sama menjadi manusia yang mulia, menjadi yang paling beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.

    Ketujuh, Semua Ujian Allah SWT Adalah Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Keimanan dan Ketaqwaan.

    Ingatlah bahwa semua manusia pasti diuji oleh Allah SWT tentang keimanan dan ketaqwaannya. Jangankan kita, para Nabi dan Rasul, semua juga diuji oleh Allah SWT. Ujian mereka jauh lebih berat daripada kita ummatnya, padahal mereka adalah utusan Allah, yang tentunya sangat dicintai.

    Dalam sejarahnya mereka yang mampu melampaui ujian, maka semakin ditinggikan derajatnya. Rasul Ulul Azmi sebagai gambaran naiknya level para nabi, yaitu Nabi Nuh AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Musa AS, Nabi Isa AS, dan Nabi Muhammad SAW.

    Semua ujian itu dalam rangka mengetahui sejauhmana keimanan dan ketaqwaan kita, dan juga untuk memotivasi menjadi yang lebih baik, naik level. Ingatlah bahwa ujian Allah SWT, tidak akan melampaui batas kemampuan hamba-Nya.

    Teguhkan Komitmen Bermuhammadiyah, SD Muhammadiyah I Bangkalan Gelar Family Gathering

    0

    Mojokerto, kartanusa – Keluarga besar guru dan tenaga kependidikan (GTK) SD Muhammadiyah I Bangkalan Madura menggelar family gathering dan penguatan bertajuk “Meneguhkan Komitmen Bermuhammadiyah di AUM” di Grand Whiz Hotel Trawas Mojokerto, Senin-Selasa (24-25/6/24).

    Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Ustadz Dikky Syadqomullah M.Hes, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Bangkalan, kepala sekolah, guru, karyawan serta keluarga SD Muhammadiyah I Bangkalan Madura.

    Mengawali sambutannya, Kepala SD Muhammadiyah I Bangkalan Madura Isrotul Sukma, ST., menyampaikan bahwa kegiatan family gathering tersebut dilaksanakan dengan tujuan mempererat silaturrahim bersama keluarga serta mendapatkan pencerahan, mengenal lebih dekat persyarikatan Muhammadiyah.

    “Karena banyak guru dan karyawan kami dari berbagai latar belakang, maka kami melaksanakan penguatan atau peneguhan ideologi Muhammadiyah yang diikuti sekitar 50 guru dan karyawan, karena bersama keluarga jadi total sekitar 100 peserta.” Ungkapnya.

    Suasana Family Gathering SD Muhammadiyah 1 Bangkalan

    Ia berharap setelah dilaksanakannya kegiatan tersebut, dalam mempersiapkan ajaran baru 2024/2025, para guru akan kembali bersemangat, menemukan banyak inspirasi dan semangat baru.

    “Karena saya rasa, inspirasi itu akan muncul jika ada semangat dalam diri kita, jadi sebagus apapun kinerja, kalau tidak ada semangat tidak akan muncul inovasi.” Tuturnya.

    Isrotul Sukma juga berharap, kedepannya guru dan karyawan SD Muhammadiyah I Bangkalan akan lebih dekat dengan Muhammadiyah bukan hanya sebagai tempat bekerja saja, namun bisa menjadi rumah berkarya bagi para guru.

    Sesi foto bersama dengan penuh semangat, kekeluargaan dan kebersamaan

    Sementara itu Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bangkalan Ustadz Drs. Suprapto, M.Pd., menyampaikan sangat bangga dan mengapresiasi kegiatan family gathering dan penguatan Muhammadiyah.

    “Kegiatan tersebut merupakan salah satu terobosan ide kreatif supaya terjalin hubungan yang akrab antara kepala, guru, dan karyawan untuk meningkatkan kualitas dalam keorganisasian.” Ujarnya.

    Ustadz Suprapto selaku Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bangkalan Madura mengatakan bahwa Ia merasa sangat senang dan bangga dengan adanya kegiatan family gathering dan penguatan atau peneguhan ideologi Muhammadiyah.

    “Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, mudah-mudahan para guru dan karyawan SD Muhammadiyah I Bangkalan akan lebih semangat lagi dalam bekerja, sehingga diharapkan nantinya prestasi akademik maupun non akademik bisa meningkat.” Tandasnya.

    Kuatkan Silaturrahim, Kokam Marda Surabaya Gelar Kopdar di SMP Muhammadiyah 6 Surabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Markas Daerah Surabaya gelar kopdar edisi 2 di SMP Muhammadiyah 6 Surabaya Jl. Kemlaten Baru Utara No 43 Kebraon Kecamatan Karangpilang. Kegiatan ini sebagai media silaturrahim dan evaluasi program kerja, dengan harapan kedepannya lebih baik. Ahad, (23/06/2024)

    Hadir dalam kegiatan seluruh anggota Kokam Surabaya, Komandan Kokam Karangpilang Cak Erwin, Komandan Kokam Marda Surabaya Cak Qodar, dan Ketua PCPM Karangpilang Cak Lukman dan hadir pula Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpilang Ustadz Rohim, S.H.I.

    Dalam sambutanya Cak Erwin selaku Komandan Kokam Karangpilang mengatakan terima kasih banyak atas kehadirannya. Dan mohon maaf jika dalam sambutan kami ada yang kurang.

    “Inilah kemampuan kami, mudah-mudahan silaturrahim ini selalu terjaga dan terjalin terus menerus.” Ujarnya.

    Cak Lukman selaku Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Karangpilang mengatakan kegiatan ini harus sering-sering dilakukan.

    “Selain sebagai ajang silaturrahmi kegiatan ini akan menambah kekompakan dan persatuan antar anggota.” Ujarnya

    Komandan Daerah Kokam Cak Qodar menyampaikan terimakasih banyak kepada tuan rumah yang telah menyambut dengan luar biasa. Sehingga kopdar yang kedua ini berlangsung dengan baik dan semarak.

    “Kegiatan ini menjadi ajang untuk bersilaturrahim dan menjadi moment untuk menyampaikan unek-unek, ide dan gagasan tentang kokam ke depan.” Tuturnya.

    Ia menjelaskan bahwa evaluasi kegiatan hari Raya Idul Adha 1445 H kemarin berlangsung dengan baik dan tertib. Baik penjagaan maupun tugas-tugas yang lainya.

    “Dalam melaksanakan tugas mari kita kerjakan dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab.” Lanjutnya.

    Ia berharap semoga kedepannya semakin lebih baik, dan lebih kompak lagi. Sesuatu yang baik untuk dilanjutkan dan sesuatu yang kurang disempurnakan.

    “Agenda ke depan insyaAllah ada diklat. Mari kita siapkan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya.” Tandasnya.

    Sedangkan menurut Ustadz Rohim, S.H.I Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpilang menyampaikan kokam adalah garda terdepan dalam muhammadiyah.

    “Ini adalah jihad dijalan Allah SWT, sebagaimana yang terkandung dalam surat Al-Ankabut ayat 69 yang artinya; orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk (mencari keridhoan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaikan.” Ujar Ustadz Rohim saat memotivasi anggota kokam. (Roin)

    Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya Gelar Wisuda Purna Siswa di Royal Plaza Surabaya

    0

    Surabaya, kartanusa – Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya gelar Wisuda Purna Siswa ke 51 di lantai 2 Royal Plaza Surabaya. Kegiatan diikuti oleh 23 siswa-siswi kelas VI dan dihadiri oleh seluruh keluarga besar SDM 7 Surabaya.

    Kegiatan tersebut bersamaan dengan wisuda tahfidz, dan pentas seni dari kelas I-XI Sekolah Inovatif. Suasana acara selain penuh keharuan dan kekhidmatan karena harus berpisah, tetapi juga terhibur dengan berbagai tampilan yang asyik dan kreatif.

    Sejumlah tokoh Muhammadiyah pun hadir, baik dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah; Bendahara Ustadz Musa Abdullah, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Ustadz Dikky Syadqomullah, M.Hes, Pimpinan Cabang; Sekretaris Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Ustadz Dr. Arfan Fahmi, dan hadir juga Ketua Koordinator TPQ SDM 7 Surabaya Metode Tilawati Ustadz Khudori. Ahad (23/6/2024).

    Mengawali sambutannya, Ustadz Achmad Zainuri Arif, M.Pd.I menyampaikan rasya syukurnya kepada Allah SWT atas segala kenikmatan yang telah diberikan sehingga lancar dan sukses. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang turut serta mendukung kelancaran dan kesuksesan acara.

    “Selamat kepada anak-anak yang diwisuda, semoga anak-anak mampu menjalani jenjang pendidikan berikutnya dengan baik”. Ujarnya.

    Ia juga menyampaikan permohonan maaf, jikalau ada kesalahan ataupun kekhilafan selama membersamai belajar anak-anak selama 6 tahun.

    Siswa-siswi kelas VI Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya yang telah diwisuda

    Ustadz Ari menjelaskan tentang rangkaian kegiatan kali ini, selain Wisuda Purna Siswa, Wisuda Tahfidz Bil Hifdzi dan Bin Nadhor, Pentas Seni, juga 2 agenda penyerta lainnya, yaitu :

    Pertama, Peluncuran sebuah buku antologi cerpen hasil karya siswa mulai kelas I sampai VI. Ini buku edisi ketiga, yang dua sebelumnya adalah antologi puisi.

    Kedua, Inovatif Vest; Peluncuran seragam baru Sekolah Inovatif untuk siswa-siswi kelas I, siswa baru PPDB Tahun 2024-2025.

    “Semoga dua peluncuran ini, semakin meningkatnya kebaikan, dan kemajuan dari waktu-waktu dari Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya.” Ungkapnya.

    Selanjutnya Ia melaporkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2024-2025, naik 2 kali lipat dari sebelumnya, dari 15 siswa menjadi 30 siswa. Ia menyampaikan masih membuka PPDB Tahun ini, yang ditargetkan dua kelas.

    “Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya, terus melakukan inovasi dalam rangka meningkatkan kualitas, sehingga menjadi yang lebih baik”. Tegasnya

    Prosesi wisuda kelas VI Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya

    Ia menyampaikan tentang firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, sebagai motivasi diri, yaitu :

    اِنَّمَاۤ اَمْرُهٗۤ اِذَاۤ اَرَا دَ شَیْئًـا اَنْ يَّقُوْلَ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ

    Artinya :”Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka jadilah sesuatu itu.” (QS. Ya-Sin 36: Ayat 82)

    “Semoga tahun depan bisa naik dua kali lipat menjadi 60 siswa, Aamiin.” Imbuhnya.

    Ia lantas mengakhiri sambutan dengan menyampaikan pesan khusus untuk pimpinan yang hadir tentang pengembangan Sekolah Inovatif SDM 7 Surabaya, yaitu :

    Pertama, Mohon supportnya pembelian dan pembangunan gedung yang dicita-citakan oleh Sekolah, yang belum terselesaikan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat rumah yang disamping Sekolah bisa terbelih.

    Kedua, Kolaborasi Qurban tahun ini berjalan baik, dan perlu ditingkatkan sehingga memberi kemanfaatan bagi warga sekitar. Qurban tahun ini menjadi 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing, terdistribusi 500 paket, yang telah kita bagikan kepada guru-karyawan, siswa, warga dan TK Mitra Sekolah.

    “Terakhir, kami pesan khusus untuk Ustadz Laili Rahmi, S.Pd Kepala Sekolah Berbasis Pesantren SMPM 4 Gadung Surabaya, mohon diberikan arahan dan bimbingan untuk anak-anak kami yang mendaftarkan SMPM 4.” Tandasnya. (Gus)

    Refleksi Puasa Arafah Saat Wukuf atau Ikut Pemerintah ? 

    0
    Oplus_0

    No Ferry No Happy

    Bismillahirrahmanirrahim

    oleh Ferry Is Mirza (fim) 

    Refrensi Tafsir Al-Qur’an dan Al-Hadits

    Puasa Arafah Saat Wukuf atau Ikut Pemerintah ?

    Puasa Arafah yang dilakukan tahun ini apakah ikut wukuf di Arafah ataukah ikut ketetapan pemerintah ? Karena kalau ikut ketetapan pemerintah, maka puasa Arafah akan berbeda dengan waktu Jamaah haji wukuf di Arafah.

    Hal ini terjadi sama seperti 10 tahun lalu waktu wukuf di Arafah pada hari Jumat, 3 Oktober 2014. Sedangkan untuk 9 Dzulhijjah di Indonesia jatuh pada 4 Oktober 2014.

    Kalau Begitu Puasa Arafah Ikut Siapa ?

    Yang jelas hal semacam ini sudah ada sejak masa silam. Kita semestinya bersikap legowo dan lapang dada, menghargai perbedaan yang terjadi.

    Namun mengedepankan persatuan dalam masalah ini, itu lebih baik. Landasannya adalah sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang artinya :“Puasa kalian ditetapkan tatkala mayoritas kalian berpuasa, hari raya Idul Fithri ditetapkan tatkala mayoritas kalian berhari raya, dan Idul Adha ditetapkan tatkala mayoritas kalian berIdul Adha.” (HR. Tirmidzi no. 697 hadits ini shahih kata Syaikh Al Albani)

    Imam Tirmidzi ketika menyebutkan hadits ini berkata, yang artinya :“Para ulama menafsirkan bahwa hadits ini yang dimaksud adalah berpuasa dan berhari raya bersama al jama’ah dan mayoritas manusia”. Yang dimaksud Abu ‘Isa At-Tirmidzi adalah berpuasa dengan pemerintah (ulil amri), bukan dengan ormas atau golongan tertentu.

    Hadits di atas menunjukkan bahwa berpuasalah dan berhari rayalah bersama pemerintah. Kalau ketetapan pemerintah berbeda dengan wukuf di Arafah, tetap ketetapan pemerintah yang diikuti.

    Ikuti Hilal di Negeri Masing-masing

    Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi, maka berhari rayalah. Jika hilal tertutup, maka genapkanlah (bulan Sya’ban menjadi 30 hari).” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no 1906 dan Muslim no 1080)

    Hilal di negeri masing-masing lah yang jadi patokan, itulah maksud perintah hadits.

    Tidak Masalah Puasa Beda dengan Hari Wukuf di Arafah

    Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin juga mendapat pertanyaan sebagai berikut, “Jika terdapat perbedaan tentang penetapan hari Arafah disebabkan perbedaan mathla’ (tempat terbit bulan) hilal karena pengaruh perbedaan daerah. Apakah kami berpuasa mengikuti ru’yah negeri yang kami tinggali ataukah mengikuti ru’yah Haromain (dua tanah suci) ?”

    Syaikh rahimahullah menjawab, “Permasalahan ini adalah turunan dari perselisihan ulama apakah hilal untuk seluruh dunia itu satu ataukah berbeda- beda mengikuti perbedaan daerah. Pendapat yang benar, hilal itu berbeda-beda mengikuti perbedaan daerah”.

    Misalnya di Makkah terlihat hilal sehingga hari ini adalah tanggal 9 Dzulhijjah. Sedangkan di negara lain, hilal Dzulhijjah telah terlihat sehari sebelum ru’yah Makkah sehingga tanggal 9 Dzulhijjah di Makkah adalah tanggal 10 Dzulhijjah di negara tersebut. Tidak boleh bagi penduduk Negara tersebut untuk berpuasa Arafah pada hari ini karena hari ini adalah hari Idul Adha di negara mereka.

    Demikian pula, jika kemunculan hilal Dzulhijjah di negara itu selang satu hari setelah ru’yah di Makkah sehingga tanggal 9 Dzulhijjah di Makkah itu baru tanggal 8 Dzulhijjah di negara tersebut. Penduduk negara tersebut berpuasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah menurut mereka meski hari tersebut bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah di Mekkah.

    Inilah pendapat yang paling kuat dalam masalah ini karena Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Jika kalian melihat hilal Ramadhan hendaklah kalian berpuasa dan jika kalian melihat hilal Syawal hendaknya kalian berhari raya”. (HR. Bukhari-Muslim)

    Orang-orang yang di daerah mereka hilal tidak terlihat maka mereka tidak termasuk orang yang melihatnya.

    Sebagaimana manusia bersepakat bahwa terbitnya fajar serta tenggelamnya matahari itu mengikuti daerahnya masing-masing, demikian pula penetapan bulan itu sebagaimana penetapan waktu harian (yaitu mengikuti daerahnya masing-masing)”. (Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin, 20/47-48, Darul Wathon – Darul Tsaroya, cetakan tahun 1413 H)

    “Kesimpulan dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah, puasa Arafah mengikuti penanggalan atau penglihatan di negeri masing-masing dan tidak mesti mengikuti wukuf di Arafah”.

     fimdalimunthe55@gmail.com

    PCM Karangpilang Gelar Pengukuhan PRM Gunungsari Indah

    0

    Surabaya, kartanusa – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpilang Kota Surabaya gelar pengukuhan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Gunungsari Indah periode 2022-2027. Kegiatan berlangsung di Masjid Gunungsari Indah, Jalan Gunungsari Indah Blok W 13 Karangpilang. Sabtu (22/6/2024).

    Ketua terpilih PRM Gunungsari Indah Anastas Rizaly mengatakan PRM Gunungsari Indah adalah PRM berbasis masjid. Ia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas terbentuknya PRM ini, khususnya support dari Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) PDM Kota Surabaya.

    “Syaratnya juga mudah. Kita yang merencanakan, Allah yang memberi jalan untuk berdirinya PRM Gunungsari Indah.” Ujarnya.

    Jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah Gunungsari Indah yang baru dikukuhkan

    Ketua PCM Karangpilang KH. Choiruddin, M.Ag., mengatakan bahwa berdirinya PRM ini sungguh luar biasa. Dari PRM ini, dia berharap semoga bisa mendirikan klinik.

    “Kerukunan tetap dijaga. Jangan sampai mengunggulkan PRM masing-masing, tetapi sama-sama ber-fastabiqul khairat.” Tutur Kiyai Pimpinan Pondok Pesantren Ummul Quroo Kota Surabaya.

    Sementara itu, Wakil Ketua PDM Kota Surabaya Ustadz Zayyin Chudhori, M.Ag., mengatakan bahwa sebuah kebahagiaan pada malam ini bisa berdiri PRM baru.

    Dia menjelaskan berdirinya PRM ini karena ada potensi, bukan karena ada konflik. Posisi PRM sangat penting karena berhadapan langsung dengan anggota.

    “Tugas ranting adalah memimpin dan membina anggota. Maka sangat sentral sekali. Semua amal usaha memang harus berbasis ranting sehingga tidak hanya tinggal nama. Masjid ini milik Muhammadiyah, maka harus dikelola oleh orang Muhammadiyah.” Terangnya.

    Dia menyatakan tentang kebanyakan orang Muhammadiyah kurang merawat masjidnya. Maka, PRM harus betul-betul merawat dan menjaga amal usahanya.

    “Menjaga masjidnya, jangan sampai dikelola oleh orang di luar Muhammadiyah.” Tegasnya. (Habib)