spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog

    DPR RI: Lapas Bukan Sekadar Tempat Menjalani Hukuman, tapi Tempat Memulai Kehidupan Baru

    0

    Banjarmasin, kartanusa – Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Lapas Kelas IIA Banjarmasin untuk melihat langsung efektivitas pelaksanaan KUHP dan KUHAP dalam mendukung program asimilasi serta kesiapan reintegrasi sosial warga binaan. Dilansir dari laman resmi media sosial DPR RI pada Selasa (23/06/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI, Maruli Siahaan, mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah berjalan, mulai dari ketahanan pangan hingga budidaya ikan.

    “Kami sangat mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah berjalan, mulai dari ketahanan pangan hingga budidaya ikan yang hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan warga binaan dan dipasarkan ke masyarakat.” Ujarnya.

    Tak hanya itu, lanjutnya, Lapas Kelas IIA Banjarmasin juga dinilai berhasil menjaga keamanan dengan tidak ditemukannya penyelundupan narkoba maupun handphone di dalam lapas.

    Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan Kunjungan Kerja Spesifik ke Lapas Kelas IIA Banjarmasin

    Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XIII DPR RI, Ahmad Basarah mendorong agar inovasi pendidikan formal bagi warga binaan, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi, dapat menjadi role model bagi lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

    “Ini dapat menjadi role model bagi lembaga pemasyarakatan di seluruh Indonesia sebagai salah satu solusi menghadapi persoalan overcapacity.” Ujarnya.

    Menurutnya, pembinaan yang baik bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga membuka kesempatan untuk kembali ke masyarakat dengan bekal pendidikan, keterampilan, dan harapan baru. (Humas/Gus).

    Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026, Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis NU bagi Bangsa Indonesia

    0

    Bangkalan, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Selasa (23/06/2026).

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir di tengah keluarga besar NU. Presiden Prabowo menilai NU memiliki karakter khas sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme.

    “NU memiliki karakter khas sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme, tercermin dari lagu Syubbanul Wathan yang telah diciptakan jauh sebelum Indonesia merdeka.” Tutur Presiden Prabowo Subianto.

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026

    Lebih lanjut, Kepala Negara, Prabowo Subianto juga memberikan penghargaan atas kontribusi besar NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, keluarga besar NU selalu hadir ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan dan menjadi salah satu pilar penting bangsa.

    “Keluarga besar NU selalu hadir ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan dan telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan serta stabilitas nasional.” Tegasnya.

    Dalam kesempatan tersebut juga, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa NU yang berisi para kiai dan ulama memiliki kedekatan kuat dengan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan. Hal ini membuat para ulama memahami secara langsung berbagai persoalan dan kondisi yang dihadapi rakyat sehari-hari.

    “Karena itu, para ulama perlu mengetahui berbagai perkembangan dan kebijakan pemerintah karena perannya sebagai pemimpin di tengah rakyat.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Upaya Perkuat Konektivitas, Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi

    0

    Sampang, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), yang dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Selasa (23/06/2026).

    Peresmian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat konektivitas antarwilayah guna mendukung pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

    “Jalan daerah merupakan infrastruktur dasar yang menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat dari desa hingga pusat-pusat perdagangan.” Tutur Presiden Prabowo Subianto.

    Suasana Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer

    Lebih lanjut, Kepala Negara, Prabowo Subianto juga menekankan bahwa pemerintah bertekad memastikan tidak ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur.

    “Oleh karena itu, pembangunan jalan daerah terus didorong sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok tanah air.” Tegasnya.

    Pada kesempatan tersebut juga, Kepala Negara, Prabowo Subianto mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga serta memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun secara optimal. Ia juga menegaskan dan mendukung penuh pembangunan infrastruktur di daerah sampai desa.

    “Pemerintah pusat akan terus meningkatkan dukungan pembangunan infrastruktur di daerah, termasuk hingga tingkat desa, pada tahun-tahun mendatang.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    KKG PAI Wringinanom Gelar Rapat Kerja di Malang: Perkuat Sinergi dan Kebersamaan Guru PAI

    0

    Malang, kartanusa – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Wringinanom menggelar kegiatan Rapat Kerja (Raker) di Riche Heritage Hotel Malang, yang diikuti oleh guru PAI dari berbagai sekolah dasar negeri maupun swasta se-Kecamatan Wringinanom Gresik. Selasa-Rabu (23-24/06/2026).

    Sebanyak kurang lebih 35 guru PAI turut berpartisipasi dalam kegiatan yang menjadi agenda penting bagi organisasi profesi guru tersebut. Raker ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas program kerja KKG PAI Wringinanom untuk satu tahun ke depan.

    Dalam kesempatan tersebut, Panitia Pelaksana, Ustadz Abdussyakur, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan raker tidak hanya menjadi forum untuk menyusun dan membahas berbagai program KKG PAI, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antar guru PAI.

    “Tujuan utama kegiatan ini adalah menggodok program kerja KKG PAI selama satu tahun ke depan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menjalin keakraban antar guru PAI agar semakin solid dan kompak dalam menjalankan tugas.” Ungkap Ustadz Syakur, panggilan akrabnya.

    Menurutnya, setelah para guru PAI melalui berbagai rangkaian kegiatan akhir tahun pelajaran, termasuk proses penyerahan raport kepada siswa di sekolah masing-masing beberapa hari yang lalu.

    “Kegiatan raker ini menjadi ruang penyegaran sekaligus evaluasi bersama.” Tegasnya.

    Tepat pukul 12.00 WIB rombongan melakukan perjalanan menuju lokasi kegiatan di Malang dengan mengendarai bus berlangsung penuh suasana kekeluargaan.

    Para peserta terlihat menikmati kebersamaan dengan bercanda, berbagi cerita, dan bergurau satu sama lain. Momen tersebut semakin menambah kedekatan antara guru PAI yang selama ini memiliki kesibukan masing-masing di sekolah.

    “Kebersamaan seperti ini penting, karena guru tidak hanya membutuhkan forum resmi untuk berdiskusi, tetapi juga membutuhkan hubungan emosional yang baik agar kerja sama semakin kuat.” Tambahnya.

    Dalam kegiatan raker nanti, lanjutnya, para peserta akan membahas berbagai rencana dan strategi program KKG PAI Wringinanom. Berbagai ide dan gagasan muncul sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru, memperkuat pembelajaran Pendidikan Agama Islam, serta menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi guru maupun peserta didik.

    KKG PAI sebagai wadah profesional guru memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam pembelajaran PAI di sekolah dasar.

    Melalui kegiatan seperti raker, para guru dapat menyamakan persepsi, berbagi pengalaman, serta merancang langkah-langkah inovatif untuk menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang.

    Selain agenda pembahasan program, suasana kebersamaan selama kegiatan juga menjadi nilai tersendiri. Para guru PAI tampak menikmati kesempatan berkumpul di luar rutinitas sekolah.

    Hal ini diharapkan mampu memberikan semangat baru ketika kembali melaksanakan tugas mendidik para siswa.

    Dengan terselenggaranya Rapat Kerja KKG PAI Wringinanom ini, diharapkan seluruh program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan membawa kemajuan bagi organisasi serta memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI di Kecamatan Wringinanom.

    Senada, dalam kesempatan tersebut juga, Ketua KKG PAI Kecamatan Wrininanom, Ustadz H. Joko Mulyono, S.Ag., menyampaikan bahwa Raker ini kita buat berbeda tidak seperti biasanya, sengaja kita gelar diluar kota, walaupun dengan biaya merogoh kocek pribadi, nanti kegiatan raker kita buat menyenangkan disamping edukatif.

    “Semoga raker ini membawa kemajuan bagi KKG PAI Wringinanom, semakin kompak, semakin profesional, dan mampu memberikan kontribusi terbaik untuk pendidikan.” Tutur Abah Joko, panggilan akrabnya.

    Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu seorang guru, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi dan kebersamaan antar pendidik.

    Melalui KKG PAI Wringinanom, para guru terus berupaya bergerak bersama untuk mewujudkan pendidikan agama yang berkualitas dan berkemajuan. (Rahmat Syayid Syuhur).

    Marbot Masjid Ar-Royyan: Takmir Harus Berani Libatkan Generasi Muda

    0

    Surabaya, kartanusa – Di tengah tantangan regenerasi pengurus masjid dan perkembangan dunia digital yang semakin pesat, sudah saatnya para takmir berani memberikan ruang lebih luas kepada generasi muda untuk terlibat dalam pengelolaan masjid.

    Anak-anak muda bukan hanya calon penerus, melainkan aset yang harus dipersiapkan sejak dini agar mampu mengambil peran dalam memakmurkan masjid dan mengembangkan dakwah di berbagai lini. Semangat inilah yang menjadi landasan Masjid Istiqoomah Gubeng Surabaya menyelenggarakan Workshop Media Kemasjidan bagi kader-kader muda Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Dalam rilisnya Selasa (23/06/2026).

    Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Juni 2026 tersebut merupakan tindak lanjut dari program studi tiru yang sebelumnya dilakukan oleh Pengurus Masjid Istiqoomah ke Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran pada Mei 2026 lalu.

    Workshop berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WIB dan dipusatkan di Masjid Istiqoomah yang beralamat di Jalan Jojoran III No.146, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya.

    Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Masjid Istiqoomah bertindak sebagai panitia sekaligus peserta dalam kegiatan tersebut. Belasan kader muda mengikuti workshop dengan penuh antusias sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan mereka dalam pengelolaan media sosial dan dakwah digital masjid.

    Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) setempat, Ustadz Kastari Aburidza, S.T., Ketua Takmir Masjid Istiqoomah, Ustadz Chairul Bashori, sesepuh sekaligus penasihat masjid Haji Jiran, serta para kader IPM yang aktif dalam berbagai kegiatan kemasjidan.

    Dalam sambutannya, Ketua Takmir Masjid Istiqoomah, Ustadz Chairul Bashori, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen masjid untuk terus mendukung dan membina generasi muda yang selama ini telah aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan.

    “Supaya anak-anak muda yang telah aktif dalam mengurus dan mengelola masjid dapat meningkatkan semangatnya, hari ini kami mendatangkan narasumber untuk memberikan pembekalan kepada kalian dalam upaya pengelolaan media sosial masjid, sehingga dapat lebih berkembang dan lebih bermanfaat untuk jamaah umum. Narasumber hari ini merupakan praktisi di bidangnya dan telah membuktikan dengan pencapaian serta hasil yang luar biasa.” Ujar Ustadz Chairul Bashori.

    Untuk memberikan wawasan yang lebih luas dan pengalaman praktis kepada peserta, panitia menghadirkan Bayu Firdaus sebagai narasumber utama. Bayu dikenal sebagai Marbot Masjid Ar-Royyan Muhammadiyah Buduran atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Ramah Musafir. Selain itu, ia juga aktif sebagai Dai Digital Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

    Selama sesi materi, Bayu Firdaus menyampaikan berbagai strategi pengelolaan media sosial masjid dengan gaya yang santai dan komunikatif. Meski dikemas dengan ringan, materi yang diberikan tetap sarat dengan pesan-pesan penting mengenai peran generasi muda dalam masa depan masjid.

    Menurut Bayu, generasi muda memiliki posisi yang sangat strategis dalam proses regenerasi masjid sekaligus pengembangan dakwah di era digital. Ia menilai bahwa media sosial saat ini telah menjadi ruang utama yang harus diisi dengan konten-konten positif dan bernilai dakwah.

    “Hari ini para pegiat dakwah digital sedang melakukan perang. Perang bukan memperebutkan wilayah, tetapi memperebutkan perhatian. Setiap hari anak muda menghabiskan 4 hingga 8 jam di media sosial. Jika masjid tidak hadir di sana, maka ruang digital akan diisi oleh pihak lain. Karena itu remaja masjid hari ini bukan hanya penjaga kebersihan masjid, tetapi juga penjaga dakwah di ruang digital.” Ungkapnya.

    Selain membahas aspek teknis pengelolaan media sosial, workshop ini juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat pelaksanaan ibadah. Para peserta diajak memahami bahwa masjid merupakan pusat pembinaan umat yang membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

    Bayu Firdaus juga memberikan apresiasi kepada Masjid Istiqoomah yang dinilai telah menunjukkan keberanian dalam melibatkan kader-kader muda untuk mengambil peran penting dalam pengelolaan masjid. Menurutnya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan keberlangsungan dakwah dan kemakmuran masjid di masa mendatang.

    Menutup sesi workshop, Bayu menyampaikan pesan inspiratif mengenai peran besar masjid pada masa Rasulullah SAW yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, informasi, ekonomi, dan perubahan sosial.

    “Masjid pada zaman Rasulullah bukan hanya tempat sholat. Masjid adalah pusat pendidikan, pusat ekonomi, pusat informasi, dan pusat perubahan.” Tegasnya.

    Hari ini media sosial, lanjutnya, adalah halaman depan masjid di dunia digital. Jika dulu dakwah dilakukan dari mimbar ke mimbar, maka hari ini dakwah juga dilakukan dari layar ke layar.

    “Jadilah generasi yang tidak hanya aktif membuat konten, tetapi mampu menjadikan setiap konten sebagai jalan hadirnya kebaikan dan kebermanfaatan bagi umat.” Pesannya.

    Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari para peserta. Salah satunya disampaikan oleh Poppy, pengelola media sosial Masjid Istiqoomah sekaligus peserta workshop.

    “Materi yang disampaikan sangat memuaskan dan bermanfaat. Banyak hal baru yang kami pelajari dari penyampaiannya. Banyak wawasan dan pengalaman berharga yang kami peroleh.” Ujarnya.

    Melalui kegiatan ini, Masjid Istiqoomah berharap semakin banyak pengurus masjid yang menyadari pentingnya melibatkan generasi muda dalam berbagai aspek pengelolaan masjid. Ketika anak-anak muda diberi ruang untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi, mereka akan tumbuh menjadi kader yang memiliki rasa memiliki terhadap masjid.

    Pada akhirnya, keberhasilan sebuah masjid tidak hanya diukur dari ramainya jamaah, tetapi juga dari kemampuannya menyiapkan generasi penerus yang siap melanjutkan estafet dakwah dan kemakmuran masjid di masa depan. (Darwis).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto 

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto bertolak menuju Provinsi Jawa Timur dalam rangka kunjungan kerja, Selasa (23/06/2026), sekitar pukul 09.00 WIB. Keberangkatan Kepala Negara menandai dimulainya rangkaian agenda yang dijadwalkan berlangsung dalam satu hari.

    Setibanya di Kabupaten Sampang, Presiden Prabowo akan meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 KM yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).

    Usai agenda di Sampang, Presiden Prabowo akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Bangkalan. Di wilayah tersebut, Kepala Negara dijadwalkan menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di IAI Syaichona Mohammad Cholil. Dilansir laman resmi media sosial BPMI Setpres.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Presiden Prabowo Subianto Gelar Ratas Kabinet Merah Putih, Bahas 2 Hal Krusial 

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin, 22 Juni 2026.

    Rapat strategis ini membahas dua agenda utama yang krusial bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat: pengembangan pariwisata nasional serta evaluasi program hilirisasi dan ketahanan energi.

    Transformasi GBK Menjadi Ikon Baru Bertaraf Internasional

    Pemerintah akan menata ulang kawasan Gelora Bung Karno (GBK) seluas 200 hektare secara komprehensif.

    Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Republik Indonesia, Rosan Roeslani. Ia juga menegaskan bahwa revitalisasi tersebut mencakup area Hotel Sultan hingga lapangan golf untuk memperkuat sport tourism.

    “Fasilitas akan ditingkatkan menjadi world-class standard guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian rakyat.” Ujarnya.

    ​Peresmian Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik (EV)

    Sementara itu, dalam kesempatan tersebut yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, melaporkan bahwa pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik hasil kerja sama CATL dan Antam telah rampung.

    “Rencananya, ekosistem ini akan segera diresmikan pada akhir bulan Juli mendatang.” Ungkapnya.

    ​Stabilitas Kelistrikan & Ketahanan Energi

    Dalam kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto secara khusus menginstruksikan agar pelayanan listrik kepada masyarakat dipastikan berjalan optimal tanpa kendala.

    Ia menegaskan bahwa Pemerintah telah mengambil langkah cepat membantu pasokan batu bara PLN dan membentuk Tim Pengadaan Batu Bara gabungan untuk menjaga stabilitas kelistrikan.

    “Saat ini, ketahanan energi nasional juga dipastikan dalam kondisi aman dengan cadangan di atas 20 hari.” Tuturnya.

    ​Melalui penguatan hilirisasi, ketahanan energi, dan pembangunan destinasi unggulan berkelas dunia, pemerintah terus mendorong lahirnya sumber-sumber pertumbuhan baru untuk mewujudkan Indonesia yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. (Humas/Gus).

    Din Syamsuddin Tegaskan Bung Karno Tokoh Muslim dan Nasionalis pada Haul ke 56 Bung Karno

    0

    Jakarta, kartanusa – Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Periode 2005-2015, Prof. Dr. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, MA., yang sering dipanggil Din Syamsuddin menegaskan bahwa Proklamator Kemerdekaan Indonesia sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia (RI), Ir. Sukarno atau Bung Karno, adalah seorang tokoh nasionalis sekaligus tokoh Muslim. Hal tersebut disampaikan dalam ceramahnya pada Haul ke 56 Bung Karno di Masjid At-Taufik, Lenteng Agung, Jakarta 21 Juni 2026.

    Haul tersebut diprakarsai oleh DPP Baitul Muslimin (Bamusi) DPP PDIP, dihadiri ratusan jamaah dan sejumlah tokoh PDIP antara lain; Dr. Ahmad Basarah yang mewakili Ibu Megawati Sukarnoputri, Abdullah Azwar Anas, Gus Falah dan Helmi Hidayat masing-masing sebagai Ketua Panitia dan Sekretaris.

    Dalam tausiyahnya, Din Syamsuddin, yang dikenal ikut mendirikan Bamusi bersama almarhum Taufik Kiemas, banyak alasan yang membuktikan bahwa Bung Karno adalah Tokoh Muslim dengan wawasan keislaman yang luas dan dalam.

    “Bung Karno memadukan antara wawasan kebangsaan dan wawasan keislaman, yang baginya tidak ada pemisahan antara keduanya.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa menurut Bung Karno, cita-cita kebangsaan Indonesia selaras dengan nilai-nilai Islam. Menurutnya, sebagai Penggali Pancasila, Bung Karno sangat menekankan posisi sentral Sila Ketuhanan Yang Maha Esa terhadap sila-sila lain.

    “Itulah yang menjadi salah satu alasan mengapa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) pada 3 Agustus 1965 menganugerahi Bung Karno Gelar Doktor Honoris Causa dalam Bidang Filsafat Ilmu Tauhid.” Ungkapnya.

    Din Syamsuddin juga menegaskan bahwa Bung Karno dalam Buku Di Bawah Bendera Revolusi pada artikel Tahun 1924 menulis bahwa Islam yang akan kita wujudkan di Indonesia Merdeka nanti ada Islam yang berkemajuan, paham yang senada dengan gagasan Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan.

    “Oleh karena itulah pada 1940, Bung Karno menulis artikel yang kemudian diterbitkan jadi buku dengan judul Islam Sontoloyo.” Tandas Din Syamsuddin Guru Besar Politik Islam Global FISIP UIN Jakarta ini.

    Buku ini, lanjut Din Syamsuddin,  merupakan autokritik Bung Karno terhadap keberislaman umat Islam waktu itu yang dianggapnya dogmatik dan cenderung membawa penafsiran Al-Qur’an yang literal atau harfiah.

    “Hal ini bertentangan dengan Islam Berkemajuan dan tidak akan membawa umat kepada kemajuan.” Katanya.

    Din Syamsuddin, dalam tausiyahnya juga mengangkat pikiran cemerlang Bung Karno tentang Trisakti sebagai arah panduan kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, yakni; Berdaulat dalam politik, Berdikari dalam ekonomi, dan Berkepribadian dalam budaya. Menurutnya, Trisakti sangat dan tetap relevan dengan kehidupan bangsa dewasa ini.

    “Maka seyogyanya para pemimpin bangsa mengikuti dan menerapkan secara konsisten dan konsekwen.” Tegas Din Syamsuddin, yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat ini.

    Di akhir tausiyahnya, Din Syamsuddin yang pernah diangkat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Bamusi mendampingi Ketua Ibu Megawati Sukarno Putri, berpesan agar PDIP jangan jauh dari Islam dan Umat Islam.

    “Baitul Muslimin yang merupakan kelanjutan dari Jamiyatul Muslim, organisasi dakwah di tubuh Partai Nasional Indonesia di Era Bung Karno perlu berfungsi sebagai sarana dakwah dan wahana pemaduan nasionalisme dan Islam.” Pungkasnya. (Humas/Arif).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka. Turut hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Wakil Rektor Imperial College London, Amanda Wolthuizen. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin (22/06/2026).

    Imperial College London merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik dunia, yang menempati peringkat 2 dunia menurut QS World University Rankings dan peringkat 4 dunia untuk pendidikan kedokteran.

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerima delegasi Imperial College London di Istana Merdeka

    Beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yakni:

    1. Kerja sama dengan Imperial College London menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional, khususnya di bidang kedokteran dan sains.
    2. Pemerintah merencanakan pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada pendidikan kedokteran dan sains. Imperial College London akan mendukung pengembangan institusi tersebut melalui penguatan kurikulum, standar pengajaran, penelitian bersama, serta keterlibatan profesor dan pakar internasional.
    3. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi universitas yang akan dibangun, tetapi juga menjadi katalis bagi peningkatan mutu perguruan tinggi, penelitian, dan inovasi di seluruh Indonesia.
    4. Kemitraan strategis ini diharapkan mempercepat lahirnya dokter, ilmuwan, peneliti, dan inovator Indonesia yang mampu bersaing serta berkontribusi di tingkat global.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya Ingatkan Pentingnya 7 Kebiasaan Baik Generasi Hebat

    0

    Surabaya, kartanusa – Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes, mengingatkan tentang pentingnya 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diproklamirkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia (RI), Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed.

    Hal tersebut disampaikannya dalam acara yang sarat makna dan penuh haru Wisuda Purnasiswa Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya di Ballroom BG Junction Surabaya pada Ahad (21/06/2026).

    Mengawali sambutannya, Ustadz Dikky Syadqomullah, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya menyinggung salah satu rekomendasi film, children of heaven yang mengisahkan perjuangan anak-anak yang tetap berjuang sekalipun memiliki keterbatasan ekonomi.

    “Tadi malam kami bersama pimpinan dan kader-kader Muhammadiyah Surabaya hadir di sebelah, nonton bareng film children of heaven. Film tersebut sangat bagus, yang mengisahkan perjuangan anak-anak yang tetap berjuang sekalipun memiliki keterbatasan ekonomi.” Ujarnya Ustadz Dikky Syadqomullah, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur ini.

    Ustadz Dikky kemudian menyampaikan beberapa pantun, yang mana sejumlah tujuh total pantun berisikan apresiasi atas Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya. Pantun yang disampaikan pun mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari audiens yang hadir, khususnya anak-anak yang telah di wisuda.

    Ia kemudian menegaskan beberapa pesan yang sudah terangkum dalam 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat diantaranya;

    Pertama, Bangun Pagi: Melatih kedisiplinan dan mempersiapkan mental untuk menghadapi aktivitas sepanjang hari.

    “Siapa yang tadi pagi bangun tidur lebih awal, secara mandiri. Bapak/ibu kalau anak-anak tidak bangun pagi, maka dibangunkan, supaya anak-anak terbiasa, tentunya jangan lupa sholatnya, sehingga terbentuk karakter disiplinnya.” Ulasnya.

    Kedua, Taat Beribadah: Menanamkan nilai spiritual yang kuat untuk membangun karakter jujur, berempati, dan berintegritas.

    Ketiga, Berolahraga: Menjaga kebugaran fisik dan memicu hormon yang membuat suasana hati anak lebih bahagia.

    Keempat, Makan Sehat dan Bergizi: Memenuhi kebutuhan nutrisi untuk tumbuh kembang yang optimal dan menjaga daya tahan tubuh.

    Kelima, Gemar Belajar: Menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi dan kreativitas anak, bukan sekadar mengejar nilai akademik.

    Keenam, Bermasyarakat: Terlibat dalam kegiatan sosial atau bermain dengan teman sebaya untuk mengasah rasa peduli dan gotong royong.

    Ketujuh, Tidur Tepat Waktu: Memastikan waktu istirahat yang cukup agar fungsi kognitif dan stamina tubuh pulih dengan baik.

    Di akhir sesi, Ustadz Dikky mengingatkan tentang keberhasilan kita terletak pada restu kedua orang tua. Ia lantas menukil tentang salah satu isi Kitab Ta’lim al-Muta’allim, dimana orang tua yang dimaksud adalah orang tua kandung dan guru di sekolah.

    “Jadi, mintalah restu kepada kedua orang tua kandung kita, kepada guru-guru kita, sehingga kita menjadi anak yang sukses di dunia dan di akhirat nanti.” Pungkasnya. (Habib).