spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog

    BRI Sidoarjo Kucurkan KUR Rp 617 Miliar untuk Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

    0

    Surabaya, kartanusa – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Kantor Cabang (Branch Office) Sidoarjo, Jawa Timur, terus memperkuat perannya dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Hingga Mei 2026, BRI BO Sidoarjo mencatat telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 617 miliar yang dialokasikan kepada 21.249 debitur.

    ​Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus mendorong pemerataan ekonomi daerah.

    Sektor Produksi Jadi Penopang Utama

    ​Pembiayaan KUR di Sidoarjo sejauh ini didominasi oleh sektor-sektor produktif. Sektor ini dinilai menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat yang bergerak dinamis.

    ​Branch Manager BRI BO Sidoarjo, Sudono, menjelaskan bahwa mayoritas penyaluran modal tersebut terserap oleh sektor produksi, yang mencakup bidang perdagangan, industri pengolahan, serta industri jasa lainnya.

    ​”Sebagian besar penyaluran KUR didominasi oleh sektor produksi yang tercatat sebesar Rp 392 miliar, atau sekitar 63 persen dari total penyaluran hingga Mei 2026,” ujar Sudono.

    ​Sudono menambahkan, wilayah Sidoarjo memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, terutama pada sektor perdagangan dan industri pengolahan. Melalui dukungan pembiayaan yang memadai, para pelaku usaha diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk:

    -​Meningkatkan kapasitas produksi dan skala usaha.
    -​Membuka lapangan kerja baru di tingkat lokal.
    -​Memperkuat daya saing ekonomi daerah di tingkat regional maupun nasional.

    Selaras dengan Agenda Astacita Pemerintah

    ​Penyaluran KUR ini juga menjadi wujud nyata kontribusi BRI dalam mendukung agenda strategis pemerintah, khususnya yang tertuang dalam Astacita. Fokusnya adalah memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pemerataan pembangunan dari tingkat daerah.

    ​“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Sidoarjo melalui penyaluran pendanaan usaha,” kata Sudono.

    Mengawal UMKM “Naik Kelas” Lewat Digitalisasi

    ​BRI menyadari bahwa tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkutat pada masalah permodalan. Oleh karena itu, BRI BO Sidoarjo menerapkan strategi pendampingan yang komprehensif guna memastikan usaha para debitur dapat tumbuh secara berkelanjutan.

    ​Dukungan yang diberikan tidak sebatas menyalurkan dana, tetapi juga mencakup:

    1. ​Edukasi Finansial: Membantu debitur mengelola keuangan usaha secara bertanggung jawab.
    2. ​Pelatihan Usaha: Memberikan pembekalan teknis dan manajemen agar bisnis lebih kokoh.
    3. ​Pemberdayaan Digital: Mendorong pelaku usaha untuk melek digital (digital literacy).

    ​Melalui literasi digital, BRI aktif mengarahkan para pelaku UMKM di Sidoarjo untuk memanfaatkan platform penjualan daring (online). Langkah ini dinilai krusial agar jangkauan pasar mereka semakin luas dan mampu beradaptasi dengan lanskap bisnis modern.

    ​”Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM. Kami terus mengedukasi pelaku usaha untuk memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” pungkas Sudono. (Armand/yupan)

    Upaya Wujudkan Ketahanan Pangan Warga Bashili, POB Komanda Sulap Lahan Kosong Jadi Kebun Semangka

    0

    Ituri, kartanusa – Satgas MONUSCO Kontingen INDORDB melalui Tim Civil-Military Cooperation (CIMIC) POB Komanda melaksanakan pembukaan lahan dan penanaman bibit semangka bersama masyarakat Desa Bashili, Provinsi Ituri. Dilansir dari laman resmi media sosial Korps Kostrad TNI Angkatan Darat pada Selasa (02/06/2026).

    Kegiatan ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus mempererat hubungan antara personel perdamaian dan warga setempat.

    Kegiatan yang dipimpin Komandan Kompi POB Komanda, Mayor Inf Depari, melibatkan 22 personel yang terdiri dari personel Satgas, CLA, dan FARDC. Sebelum pelaksanaan, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pastor Gereja Katolik Bashili untuk menyiapkan lahan yang akan dimanfaatkan sebagai area pertanian produktif.

    Setelah proses koordinasi, personel Satgas bersama masyarakat bergotong royong membersihkan dan mengolah lahan hingga siap ditanami. Selanjutnya, penanaman bibit semangka dilakukan secara bersama-sama di lahan yang telah disiapkan.

    Kedatangan tim CIMIC disambut hangat oleh Pastor Emme Lokana Dhego dan masyarakat Desa Bashili. Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terlihat sepanjang kegiatan, dengan warga berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan penanaman.

    Dalam kesempatan tersebut, Mayor Inf Depari menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat, mendorong pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif.

    “Kegiatan ini bertujuan membantu meningkatkan ketersediaan pangan masyarakat, mendorong pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif, serta memperkuat sinergi antara personel MONUSCO dan masyarakat setempat.” Ujarnya.

    Melalui program ini, POB Komanda berharap lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat menjadi sumber pangan yang bermanfaat bagi warga Desa Bashili sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Komanda. (Humas/Gus).

    Dihadapan 12.173 Penggerak MBG, Presiden Prabowo Tegaskan MBG Strategi Besar Bangun SDM Indonesia Menuju Generasi Emas 2045

    0

    Bogor, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menghadiri acara Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Rabu (03/06/2026).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh 12.173 peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari seluruh Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pelaksana Program MBG yang telah mengabdikan diri di berbagai daerah.

    “Dedikasi para pelaksana menjadi fondasi penting dalam menjalankan program strategis yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.” Tegas Presiden Prabowo Subianto.

    Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran para unsur pelaksana dan mitra tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program MBG dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya saing.

    12.173 peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Koordinator Regional (Koreg) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari seluruh Indonesia, Koordinator Wilayah (Korwil), Kepala SPPG, serta para mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

    Melalui kegiatan ini, pemerintah juga memperkuat koordinasi serta menyamakan langkah antarpelaksana Program MBG agar pelaksanaannya berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.

    Turut mendampingi Presiden dalam kegiatan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Kepala BGN Nanik Sudaryati. Hadir pula sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, dan kepala lembaga negara.

    Pertemuan akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi nasional, menyamakan visi dan langkah, sekaligus memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan semakin efektif, berkelanjutan, dan tepat sasaran.

    Dengan dukungan lebih dari 12 ribu penggerak yang hadir, pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar program bantuan pangan, melainkan strategi besar pembangunan sumber daya manusia Indonesia menuju Generasi Emas 2045 dimulai dari pemenuhan gizi yang berkualitas bagi seluruh anak bangsa. (Humas/Gus).

    Wapres Gibran Rakabuming Ingatkan Lemhannas Lebih Peka Melihat Kondisi Masyarakat

    0

    Jakarta, kartanusa – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Tahun 2026 di Gedung Utama II, Istana Wakil Presiden, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Rabu (03/06/2026).

    Pembekalan tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai unsur pemerintahan, TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta peserta mancanegara yang tengah mengikuti program pendidikan kepemimpinan nasional Lemhannas RI.

    Dalam pembekalannya, Wapres RI Gibran Rakabuming menekankan bahwa para calon pemimpin harus memiliki kepekaan terhadap kondisi nyata yang dihadapi masyarakat.

    “Kebijakan yang baik tidak hanya lahir dari perencanaan yang matang, tetapi juga dari pemahaman yang kuat terhadap kebutuhan dan persoalan di lapangan.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, Wapres Gibran Rakabuming mencontohkan penyederhanaan regulasi distribusi pupuk yang sebelumnya dihadapkan pada banyak aturan yang tumpang tindih dan menyulitkan petani.

    Menurutnya, persoalan semacam itu menunjukkan pentingnya kehadiran pemimpin yang memahami kondisi riil masyarakat sehingga kebijakan yang diambil dapat menjawab kebutuhan di lapangan.

    Karena itu, Wapres Gibran Rakabuming juga mendorong para peserta Lemhannas untuk lebih sering turun ke lapangan dan membangun komunikasi yang intensif dengan masyarakat guna memperoleh gambaran nyata mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di daerah. (Humas/Gus).

    Presiden Prabowo Terima Menlu Türkiye di Hambalang, Komitmen Menjaga Stabilitas Timur Tengah

    0

    Bogor, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Republik Türkiye Hakan Fidan di kediaman Hambalang, Jawa Barat. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban sebagai cerminan eratnya hubungan persahabatan serta kemitraan strategis antara Indonesia dan Türkiye. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Rabu (03/06/2026).

    Kunjungan Menlu Fidan ke Indonesia dilakukan atas undangan Presiden Prabowo. Kehadiran Menlu Türkiye tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi di tengah berbagai dinamika kawasan maupun global yang berkembang saat ini.

    Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Türkiye Yang Mulia Recep Tayyip Erdoğan beserta Pemerintah Türkiye atas dukungan dan kerja sama erat yang diberikan dalam proses pemulangan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

    “Dukungan Türkiye dalam misi kemanusiaan, mencerminkan hubungan persahabatan yang kuat antara kedua negara, sekaligus menunjukkan komitmen bersama dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas internasional.” Tutur Presiden Prabowo Subianto.

    Di tengah suasana pertemuan yang berlangsung konstruktif, kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi terkini di Timur Tengah. Pembahasan mencakup berbagai dinamika regional yang tengah menjadi perhatian dunia, khususnya kondisi di Iran dan Palestina.

    Sebagai sesama negara yang berada di kawasan Global South, Indonesia dan Türkiye memiliki pandangan yang sejalan mengenai pentingnya menjaga stabilitas kawasan melalui dialog, diplomasi, dan penyelesaian damai. Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat koordinasi dalam mendorong upaya de-eskalasi berbagai konflik yang terjadi di Timur Tengah.

    Selain itu, Indonesia dan Türkiye juga menegaskan komitmen bersama untuk terus memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina. (Humas/Gus).

    Jalin Kerjasama Pertahanan, Panglima TNI Dampingi Menhan RI Terima Kunjungan Wakil Perdana Menteri Qatar

    0

    Jakarta, kartanusa – Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar, Yang Mulia Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani beserta delegasi di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial Biro Infohan Sekjen Kemhan pada Selasa (02/06/2026).

    Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan atas lawatan Menhan RI ke Qatar pada April 2025 dan momentum penting dalam memperkuat hubungan dan kerja sama pertahanan antara kedua negara. Selanjutnya Menhan RI menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang selama ini terjalin antara Indonesia dan Qatar.

    Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto turut menyambut hangat dan mengikuti pembahasan mengenai peluang kerja sama pertahanan dan menguatkan diplomasi militer dengan mencakup bidang pendidikan dan pelatihan militer, latihan bersama, pertukaran personel, pengembangan kapasitas sumber daya manusia pertahanan, hingga kerja sama industri pertahanan.

    Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan resmi Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Negara Qatar, Yang Mulia Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani 

    “Sebagai bagian dari agenda kunjungan, Indonesia dan Qatar menandatangani Statement of Intent Kerja Sama Pertahanan RI–Qatar yang menjadi langkah transisi menuju penyusunan Defence Cooperation Agreement (DCA) antara kedua negara. Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan bagi penguatan kolaborasi di bidang industri pertahanan darat dan keamanan siber.” Ujar Biro Infohan Sekjen Kemhan.

    Pada kesempatan tersebut juga, Menhan RI, Sjafrie Sjamsoeddin menganugerahkan Penghargaan Dharma Pertahanan kepada Yang Mulia Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hassan bin Ali Al Thani sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Indonesia atas kontribusi dan komitmennya dalam memperkuat hubungan persahabatan serta kerja sama pertahanan Indonesia–Qatar. (Humas/Gus).

    Pangkormar Ajak Prajurit Marinir Teguhkan Jiwa Patriotis Penjaga NKRI pada Peringatan Hari Lahir Pancasila

    0
    Oplus_16908288

    Jakarta, kartanusa – Dispen Kormar TNI AL Jakarta, Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Apel Ksatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan. Dilansir dari laman resmi media sosial Korps Marinir TNI Angkatan Laut pada Senin (01/06/2026).

    Upacara berlangsung dengan khidmat sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila yang menjadi dasar negara dan pedoman hidup bangsa Indonesia.

    Pasukan upacara terdiri dari prajurit dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Korps Marinir wilayah Jakarta yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh disiplin dan semangat. Kekompakan serta keteguhan sikap yang ditunjukkan peserta upacara mencerminkan kesiapan Korps Marinir dalam mengemban tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Dalam amanat yang dibacakan oleh Pangkormar Letjen TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., bahwa Hari ini, 1 Juni 2026, kita memperingati Hari Lahir Pancasila dengan tema; “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

    “Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi juga bintang penuntun yang telah membuktikan kemampuannya menyatukan bangsa Indonesia yang beragam dalam satu ikatan kebangsaan yang kokoh.” Tegasnya.

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang membimbing bangsa ini untuk menjaga persatuan, menjunjung nilai kemanusiaan, serta memperkuat peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkeadilan.

    Sebagai bangsa yang besar, lanjutnya, kita memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam tindakan nyata, bukan sekadar slogan atau hafalan.

    “Mari kita perkuat semangat gotong royong, menjaga toleransi, menolak segala bentuk radikalisme dan perpecahan, serta memastikan setiap kebijakan dan langkah pembangunan berpihak kepada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Tegasnya. (Humas/Gus).

    Upaya Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Presiden Prabowo Subianto Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto melakukan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Selasa (02/06/2026).

    Dalam keputusan tersebut, Menteri Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

    Kepemimpinan baru ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berbagai agenda peningkatan kualitas gizi masyarakat berjalan semakin efektif, tepat sasaran, dan akuntabel.

    “Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa seiring dengan keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto mengakhiri masa tugas Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, serta Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.

    Menteri Prasetyo Hadi mengatakan bahwa pemerintah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi mereka dalam membangun fondasi kelembagaan dan mengembangkan Badan Gizi Nasional sejak awal pembentukannya.

    “Tentunya disertai dengan ucapan terima kasih atas kerja keras, dedikasi selama ini di dalam membangun fondasi dan mengembangkan Badan Gizi Nasional.” Tandasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Menteri Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada jajaran pimpinan yang baru agar segera melakukan konsolidasi internal organisasi, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta meningkatkan sinergi dengan pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. Menurutnya, langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh program Badan Gizi Nasional berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntabilitas.

    “Kita semua berharap kepemimpinan yang baru dapat mempercepat pelaksanaan program-program prioritas, memperbaiki kinerja, meningkatkan tata kelola organisasi, serta menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam hal upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palmerah, Jakarta, untuk memastikan sarana, sistem operasional, serta rantai pendukung dalam pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional sesuai dengan standar. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Selasa (02/06/2026).

    Presiden Prabowo tiba sekitar pukul 09.30 WIB, disambut oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan Kepala SPPG Palmerah.

    Kepala Negara kemudian meninjau area green house yang menjadi bagian dari sistem pendukung penyediaan bahan pangan bergizi, dan memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan serta pemanfaatan fasilitas yang dirancang untuk mendukung keberlanjutan pasokan bahan pangan bagi program pemenuhan gizi.

    Dari area green house, Kepala Negara melanjutkan peninjauan ke fasilitas hidroponik dan bioflok, yang menjadi contoh penerapan pendekatan terintegrasi dalam mendukung kebutuhan pangan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

    Selanjutnya, Presiden Prabowo meninjau dapur utama SPPG yang menjadi pusat produksi makanan bergizi. Di dalam dapur, Presiden Prabowo melihat secara langsung proses pengolahan makanan, mulai dari persiapan bahan baku, proses memasak, hingga pengemasan makanan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Inspirasi Kehidupan: Jejak Pengabdian Tokoh Bangsa, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si.

    0

    Inspirasi Kehidupan: Jejak Pengabdian Tokoh Bangsa, Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si.

    Tokoh Langka yang Kaya Solusi dengan Pendekatan Seni

    Oleh Rd. H. Holil Aksan Umarzen 

    (Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia)

    Tidak semua orang mampu bekerja dengan baik. Tidak semua orang mampu memimpin dengan bijak. Dan tidak semua orang mampu mengubah masalah menjadi peluang bagi banyak orang.

    Namun sejarah bangsa ini mencatat bahwa ada beberapa tokoh yang memiliki kemampuan langka tersebut. Salah satunya adalah Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si.

    Jejak pengabdiannya tidak hanya terbentang di satu bidang, melainkan melintasi dunia konstruksi, bisnis, politik, pemerintahan, ketenagakerjaan, seni budaya, ekonomi kerakyatan, hingga organisasi keumatan. Ia termasuk sosok yang membuktikan bahwa pengabdian tidak mengenal batas profesi maupun jabatan.

    Apa yang membedakan Erman Suparno dengan banyak tokoh lainnya adalah kemampuannya menghadapi persoalan dengan pendekatan yang tidak biasa. Ia tidak hanya mengandalkan kekuasaan atau kewenangan formal, tetapi juga menggunakan kreativitas, empati, komunikasi, dan kebudayaan sebagai instrumen penyelesaian masalah.

    “Karena itu, beliau layak disebut sebagai tokoh bangsa yang kaya solusi dengan pendekatan seni”

    Bagi Erman Suparno, seni bukan hanya pertunjukan di atas panggung. Seni adalah cara berpikir. Seni adalah kemampuan membaca situasi. Seni adalah kecerdasan menemukan akar persoalan. Seni adalah kemampuan menggerakkan orang lain menuju tujuan yang sama.

    Perjalanan kariernya dimulai dari dunia konstruksi. Dengan latar belakang pendidikan teknik dan pengalaman profesional yang panjang, beliau meniti karier dari bawah hingga dipercaya memegang berbagai jabatan strategis di perusahaan nasional. Dunia konstruksi mengajarkannya pentingnya perencanaan, ketelitian, disiplin, dan tanggung jawab.

    Dari dunia profesional, langkah pengabdiannya berlanjut ke parlemen. Sebagai anggota DPR RI, ia aktif memperjuangkan berbagai kepentingan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pembangunan, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.

    Puncak pengabdiannya di pemerintahan terjadi ketika dipercaya menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia periode 2005–2009. Pada masa itulah berbagai gagasan dan kebijakan strategis di bidang ketenagakerjaan, perlindungan tenaga kerja, dan pembangunan kawasan transmigrasi dikembangkan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional.

    Namun salah satu jejak pengabdian yang paling unik justru lahir di luar dunia birokrasi dan politik.

    Pada masa ketika banyak seniman tradisional kehilangan ruang berkarya dan mengalami kesulitan ekonomi, Erman Suparno melihat persoalan tersebut dari sudut pandang yang berbeda. Ketika sebagian orang melihat beban sosial, ia melihat potensi yang masih dapat dibangkitkan.

    Melalui Yayasan Samiaji, beliau menghimpun para seniman dan pelawak yang sedang menghadapi masa sulit. Dari gagasan itulah lahir Ketoprak Humor, sebuah inovasi budaya yang memadukan kesenian tradisional dengan hiburan modern.

    Apa yang semula hanya upaya membantu para seniman bertahan hidup kemudian berkembang menjadi salah satu program budaya paling populer di Indonesia. Ketoprak Humor bukan hanya menjadi tontonan yang menghibur masyarakat, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi ratusan pelaku seni dan keluarganya.

    Banyak seniman yang sebelumnya kehilangan pekerjaan akhirnya kembali memperoleh kesempatan berkarya, mendapatkan penghasilan yang layak, membiayai pendidikan anak-anak mereka, bahkan mengangkat kesejahteraan keluarganya.

    “Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa seni dapat menjadi solusi ekonomi, solusi sosial, sekaligus solusi kebudayaan”

    Di sinilah terlihat keunikan cara berpikir Erman Suparno. Ia tidak sekadar menyelesaikan masalah, tetapi mengubah masalah menjadi peluang yang melahirkan manfaat lebih luas.

    Pendekatan yang sama terlihat dalam berbagai bidang pengabdiannya. Ia selalu berusaha memahami akar persoalan terlebih dahulu sebelum menawarkan jalan keluar. Baginya, masalah tidak cukup diselesaikan di permukaan. Masalah harus dipahami dari sumbernya agar solusi yang diberikan mampu bertahan dalam jangka panjang.

    Karakter itulah yang kemudian membuatnya dipercaya memimpin berbagai organisasi nasional, termasuk Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI).

    Dalam kepemimpinannya di IPHI, beliau berupaya menempatkan organisasi bukan hanya sebagai wadah silaturahmi alumni haji, tetapi juga sebagai kekuatan moral, sosial, ekonomi, dan keumatan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Pengalaman panjangnya di dunia usaha, pemerintahan, parlemen, dan organisasi menjadi modal penting dalam membangun jejaring kerja sama yang luas demi kemaslahatan umat.

    Di balik berbagai jabatan dan prestasi yang diraihnya, terdapat satu benang merah yang selalu terlihat dalam perjalanan hidupnya, yaitu semangat untuk menghadirkan manfaat.

    Ia memahami bahwa jabatan pada akhirnya akan berakhir. Kekuasaan akan berganti. Popularitas akan memudar. Namun manfaat yang diberikan kepada orang lain akan tetap hidup dan dikenang.

    Karena itu, jika ada satu kalimat yang dapat menggambarkan perjalanan hidup H. Erman Suparno, mungkin kalimat itu adalah:

    “Menjadikan pengabdian sebagai karya, dan menjadikan setiap krisis sebagai kesempatan untuk melahirkan solusi”

    Jejak hidupnya mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kemampuan memerintah, melainkan kemampuan menghadirkan harapan. Bukan sekadar mengelola organisasi, melainkan menggerakkan manusia. Bukan sekadar menyelesaikan masalah, melainkan menemukan akar masalah dan mengubahnya menjadi jalan kemajuan.

    Di tengah kehidupan bangsa yang semakin kompleks, sosok seperti H. Erman Suparno menjadi pengingat bahwa kecerdasan, pengalaman, kreativitas, dan keikhlasan dapat berpadu menjadi kekuatan besar untuk membangun masyarakat, umat, dan bangsa.

    Itulah sebabnya, beliau layak dikenang sebagai salah satu tokoh bangsa yang kaya solusi dengan pendekatan seni—seni dalam berpikir, seni dalam bekerja, seni dalam memimpin, dan seni dalam mengabdi.

    Selamat melanjutkan pengabdian, Pak Haji Erman Suparno. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing setiap langkah, melapangkan setiap urusan, serta menjadikan seluruh karya dan pengabdian sebagai cahaya yang menerangi perjalanan umat, bangsa, dan generasi yang akan datang, Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin.

    “Barakallahu fi umrikum wa fi khidmatikum lil ummah wal wathan. Semoga Allah memberkahi usia dan pengabdian beliau untuk umat dan bangsa sepanjang Hayat”