spot_img
spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 3

    Kabar IKN : Catatan Wakil Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Wakil Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Gibran Rakabuming Raka 

    Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Gibran Rakabuming menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat revitalisasi sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) saat meninjau SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Ende, Nusa Tenggara Timur. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Kamis (18/06/2026).

    Komitmen tersebut disampaikan Wapres Gibran Rakabuming setelah mendengar langsung aspirasi warga terkait keterbatasan sarana dan prasarana sekolah. Wapres juga memastikan bahwa kebutuhan sekolah akan menjadi bagian dari program revitalisasi sekolah.

    Sebelumnya, Wapres juga meninjau SMP Negeri 1 Ndona yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari akses jaringan seluler dan internet, ketersediaan air bersih, pagar sekolah, hingga sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

    Melihat kondisi tersebut, Wapres Gibran kembali menegaskan bahwa sekolah-sekolah di wilayah 3T akan menjadi prioritas dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Komisi I DPR RI Ingatkan Pentingnya Pengembangan Teknologi Alutsista Karya Anak Bangsa 

    0

    Surabaya, kartanusa – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto menegaskan pentingnya peran Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) dalam mendukung kemandirian teknologi pertahanan maritim nasional saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi I DPR RI ke STTAL, Surabaya. Dilansir dari laman resmi media sosial DPR RI pada Kamis (18/06/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, menyampaikan bahwa pola peperangan saat ini telah berubah dan semakin bertumpu pada penguasaan teknologi. Karena itu, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna alutsista, tetapi harus mampu mengembangkan teknologi pertahanan secara mandiri.

    “Perang sekarang sudah sangat berubah. Tidak lagi mengandalkan orang, tetapi mengandalkan teknologi. Karena itu, STTAL memiliki peran penting dalam melahirkan desain dan inovasi teknologi pertahanan maritim nasional.” Ujar Anton, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat.

     

    Suasana foto bersama Komisi I DPR RI usai mengunjungi Sekolah Tinggal Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di Surabaya

    Lebih lanjut, Politisi Partai Demokrat tersebut juga mengingatkan tentang pentingnya hasil riset dan inovasi yang dihasilkan STTAL harus dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan alutsista dalam negeri.

    “Hasil riset dan inovasi yang dihasilkan STTAL harus dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan alutsista dalam negeri.” Tandasnya.

    Menurutnya, ketersediaan anggaran dan Sumber Daya Manusia (SDM) harus jalan berimbang, sehingga hasilnya bisa optimal dalam mengembangkan alutsista dalam negeri.

    “Kalau SDM-nya tidak ada, anggaran tidak akan berarti. Ada SDM tetapi tidak ada anggaran, hasilnya juga tidak akan optimal. Jadi keduanya harus berjalan beriringan.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Pangkormar Ingatkan Wisudawan untuk Menjadi Pemimpin Maritim Unggul Hadapi Tantangan Global

    0
    Oplus_16908288

    Jakarta, kartanusa – Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, SE., MM., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP., didampingi Ketua Gabungan Jalasenastri Korps Marinir Ny. Nana Endi Supardi, menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Pascasarjana Magister Terapan Strategi Operasi Laut (M.Tr.Opsla.) Dikreg Seskoal Angkatan Ke-63 TA 2025.

    Acara tersebut sekaligus Upacara Penutupan Dikreg Seskoal Angkatan Ke-65 TA 2026 yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, SE., MM., M.Tr.Opsla., di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan. Dilansir dari laman resmi media sosial Korps Marinir TNI Angkatan Laut pada Kamis (18/06/2026).

    Seskoal merupakan lembaga pendidikan pengembangan umum tertinggi di lingkungan TNI Angkatan Laut memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin TNI dan TNI AL yang profesional, berkarakter, serta memiliki kemampuan staf dan komando untuk mendukung tugas pertahanan negara.

    Melalui pendidikan yang berjenjang dan berkelanjutan, para Perwira Menengah dibekali kemampuan kepemimpinan, analisis strategis, perencanaan operasi militer, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kelautan dan pertahanan.

    Pada kesempatan tersebut, sebanyak 142 Perwira Siswa Dikreg Seskoal Angkatan Ke-63 TA 2025 dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Magister Terapan Strategi Operasi Laut (M.Tr.Opsla.). Para lulusan berasal dari TNI, Polri, dan perwira negara sahabat, yakni Arab Saudi, Australia, India, Jepang, Malaysia, dan Singapura.

    Sementara itu, Dikreg Seskoal Angkatan Ke-65 TA 2026 diikuti 129 Perwira Siswa yang berasal dari TNI, Polri, serta perwira mancanegara, diantaranya; Australia, China, India, Korea Selatan, Malaysia, Pakistan, Filipina, dan Singapura.

    Dalam amanatnya, Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, SE., MM., M.Tr.Opsla., menekankan agar para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan guna.

    “Kami berharap para lulusan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan guna mendukung tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan Indonesia serta menghadapi dinamika lingkungan strategis global yang terus berkembang.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Silaturahmi dengan Da’i Bachtiar, Kepala BNN RI Bahas Tantangan Narkotika Varian Baru

    0

    Jakarta, kartanusa – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI), Suyudi Ario Seto, gelar kunjungan kehormatan ke kediaman Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN) periode 2001, Jenderal Polisi (Purn) Drs. Da’i Bachtiar, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Dilansir dari laman resmi media sosial Biro Humas dan Protokol BNN pada Kamis (18/06/2026).

    Kegiatan tersebut selain sebagai media silaturahmi, kunjungan yang dilaksanakan menjelang peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 ini juga menjadi momentum untuk berdialog mengenai perkembangan strategis terkait penanganan penyalahgunaan narkotika di Indonesia.

    Dalam kesempatan tersebut, Suyudi Ario Seto, Kepala BNN RI menyampaikan sejumlah agenda kegiatan yang sedang digalakkan oleh BNN, termasuk peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang jatuh pada tanggal 26 Juni mendatang.

    “Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, peringatan kali ini diisi dengan rangkaian aksi yang menyentuh masyarakat luas, seperti bakti sosial, kegiatan olahraga, serta berbagai perlombaan.” Ujarnya.

    Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa BNN akan bersinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA). Menurutnya, kerja sama ini dinilai sangat penting mengingat adanya irisan tugas yang krusial, di mana tren penyalahgunaan narkotika saat ini kian menyasar kelompok rentan, khususnya anak-anak dan lingkungan keluarga.

    Dalam kesempatan tersebut juga, Kepala BNN RI menyampaikan tantangan baru yang dihadapi oleh petugas di lapangan, salah satunya adalah maraknya peredaran narkotika dalam bentuk varian cair, seperti ganja cair dan sabu cair.

    “Modus baru ini sering kali menyaru di ruang publik sehingga sulit dideteksi tanpa alat tes urine khusus.” Ungkapnya.

    Untuk itu, lanjutnya, BNN RI terus berupaya memperkuat kapasitas teknologi deteksi serta mengajukan dukungan optimalisasi anggaran bersama Komisi III DPR RI demi menghadapi dinamika peredaran zat adiktif baru tersebut.

    Menanggapi pemaparan tersebut, Jenderal Polisi (Purn) Da’i Bachtiar menyambut hangat kehadiran Kepala BNN RI beserta jajaran kedeputian yang hadir. Ia berbagi pengalaman historis mengenai awal mula berdirinya BNN dan bagaimana koordinasi nasional serta internasional dibentuk pada masanya.

    Da’i Bachtiar juga memberikan masukan berharga terkait penguatan regulasi di dalam undang-undang, khususnya yang berkaitan dengan posisi hukum penyidik BNN guna mengoptimalkan fungsi pencegahan, rehabilitasi, dan penegakan hukum secara terpadu di Indonesia. (Humas/Gus).

    Upaya Perkuat Peran BNN, Komisi III DPR RI Setujui Usulan Tambahan Anggaran BNN untuk Tahun 2027

    0

    Jakarta, kartanusa – Komisi III DPR RI sepakat menyetujui usulan tambahan anggaran sebesar Rp5,05 triliun yang diajukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia (RI) pada Rapat Kerja Bersama yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. Dilansir dari laman resmi media sosial Biro Humas dan Protokol BNN pada Rabu (17/06/2026).

    Tambahan anggaran tersebut diusulkan BNN guna mencegah kelumpuhan layanan publik pada tahun 2027 dan tercapainya target penurunan angka prevalensi penyalahguna narkotika menjadi 2,08%.

    Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menyampaikan bahwa Pagu Indikatif 2027 yang merosot menjadi Rp1,44 triliun dapat menyebabkan alokasi layanan masyarakat menyentuh angka nol rupiah. Menurutnya, untuk menutup defisit tersebut, BNN mengusulkan Pagu Ideal sebesar Rp6,49 triliun melalui kombinasi Rupiah Murni Rp1,51 triliun dan Pinjaman Luar Negeri (PLN) sebesar Rp3,54 triliun.

    “Usulan pembiayaan luar negeri merupakan bagian dari total kebutuhan untuk 3 tahun ke depan, yang akan dieksekusi melalui 3 project utama di bawah payung Operasi Indonesia Bersinar.” Ujar Kepala BNN RI.

    Sementara itu, dalam pembahasan evaluasi kinerja, Kepala BNN RI memaparkan sejumlah capaian kinerja BNN di semester pertama tahun 2026. Ia menyebutkan bahwa per tanggal 15 Juni 2026 realisasi anggaran BNN telah mencapai 50,84% atau sekitar Rp733,18 miliar.

    Menurutnya, serapan anggaran tersebut merupakan bentuk dari capaian operasional yang masif di lapangan seperti:

    • Pengungkapan 155 kasus narkotika.
    • Penyitaan dan pemusnahan ratusan kilogram barang bukti narkotika.
    • Terbentuknya 370 peer educator,
    • Terlaksananya 66.969 tes urine,
    • Terlayaninya ribuan klien dalam rehabilitasi, dan lain sebagainya.

    Di akhir rangkaian rapat kerja, Kepala BNN RI menegaskan bahwa seluruh capaian operasional dan usulan anggaran ideal ini merupakan satu kesatuan langkah strategis demi menyelamatkan generasi Indonesia dari ancaman narkotika.

    “Tidak ada pembangunan yang berkelanjutan tanpa sumber daya manusia yang sehat dan tidak ada Indonesia emas tanpa lingkungan yang bebas narkotika, sekali lagi Kami ucapkan terima kasih atas perhatian, pengawasan, dan dukungan pimpinan serta seluruh anggota Komisi III DPR RI.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Kebesaran, Kemajuan dan Teguh Menjaga Marwah: Haji Mabrur Sepanjang Hayat

    0

    Kebesaran, Kemajuan dan Teguh Menjaga Marwah: Haji Mabrur Sepanjang Hayat

    Oleh Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si.

    (Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Periode 2026-2031)

    Dalam kesempatan ini, kami sampaikan kepada kepengurusan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Periode 2021 – 2026 yang sungguh kami banggakan dan terimakasih atas kebersamaan selama ini dalam mengawal cita-cita mulia mewujudkan Kemabruran Haji Sepanjang Hayat.

    Kepada para Muktamirin, peserta Muktamar IPHI Ke VIII, mulai Senin hingga Selasa (15 – 16/06/2026) yang hadir dari Kepengurusan Tingkat PP, PW, PD, dan PC, baik yang hadir secara offline maupun secara online, di seluruh Indonesia. Kami atas nama PP IPHI menyampaikan terimakasih atas kehadiran dan kepercayaannya dalam mendukung dan menyukseskan acara Muktamar VIII di Bali.

    Khusus kepada panitia Muktamar Ke VIII dari PP, PW dan PD se-Provinsi Bali, kami sampaikan rasa bangga, atas dedikasi dan kebersamaan kita serta persaudaraan kita sebagai Keluarga Besar IPHI seluruh Indonesia.

    Kami mengucapkan terimakasih yang tulus dan mohon dimaafkan segala kesalahan dan kekhilafan selama kepemimpinan Pengurus Pusat IPHI periode 2021 – 2026.

    Selanjutnya, untuk kepemimpinan Pengurus Pusat IPHI periode 2026- 2031, kami mohon do’a, dukungan dan kerjasama yang baik demi kebesaran, kemajuan dan teguh menjaga marwah haji mabrur sepanjang hayat.

    Tidak lupa kita selalu bertawakal kepada Allah SWT, semoga kita selalu dalam Rahmat dan Hidayah-Nya, Aamiin.

    Dari Bali, IPHI Lepas Landas: Dari Organisasi Romantisme Menuju Organisasi Peradaban Modern

    0

    Dari Bali, IPHI Lepas Landas: Dari Organisasi Romantisme Menuju Organisasi Peradaban Modern

    Oleh Rd. H. Holil Aksan Umarzen

    (Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia 2021-2026)

    Pertama-tama, saya menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Muktamar VIII IPHI di Bali serta terpilihnya kembali Bapak Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si., sebagai Ketua Umum PP IPHI periode 2026–2031. Semoga amanah yang diemban membawa keberkahan dan kemajuan bagi organisasi serta kemaslahatan bagi umat dan bangsa.

    Muktamar VIII IPHI di Bali tidak semestinya dimaknai sebagai sekadar pergantian kepemimpinan lima tahunan. Lebih dari itu, mestinya Bali harus dikenang sebagai titik lepas landas IPHI menuju babak baru yang lebih visioner.

    Bali bukan sekadar destinasi wisata. Bali adalah kota dunia, tempat bertemunya berbagai bangsa, budaya, dan peradaban. Dari pulau yang menjadi wajah Indonesia di mata dunia itu, IPHI mendapatkan momentum yang tepat untuk melakukan lompatan paradigma.

    “Sudah saatnya IPHI keluar dari jebakan romantisme masa lalu yang berlebihan”

    Tidak ada yang salah dengan sejarah. Tidak ada yang keliru dengan kebanggaan sebagai alumni haji. Tetapi organisasi besar tidak dibangun hanya dengan nostalgia. Sejarah harus menjadi sumber inspirasi, bukan tempat berdiam diri.

    Dunia telah berubah, dan tantangan umat semakin kompleks. Perubahan teknologi, kecerdasan buatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan, kesehatan, lingkungan, hingga perubahan geopolitik global menuntut hadirnya organisasi yang adaptif dan visioner.

    Karena itu, IPHI tidak cukup hanya menjadi organisasi silaturahmi dan seremonial, tetapi kemabruran haji harus melahirkan kebermanfaatan. Gelar haji harus melahirkan keteladanan. Persaudaraan harus melahirkan kekuatan sosial, ekonomi, pendidikan, dan peradaban.

    IPHI memiliki modal besar yang tidak dimiliki banyak organisasi lain. Jutaan alumni haji yang tersebar di seluruh Indonesia merupakan kekuatan moral dan sosial yang sangat potensial. Potensi besar ini tidak boleh berhenti menjadi kebanggaan simbolik, tetapi harus menjadi energi perubahan.

    Muktamar Bali hendaknya menjadi momentum perubahan besar. Ukuran keberhasilan organisasi tidak lagi sebatas banyaknya pengurus dan ramainya kegiatan, tetapi sejauh mana IPHI mampu menghadirkan manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

    Sudah waktunya IPHI bergerak:

    • Dari nostalgia menuju inovasi.
    • Dari simbol menuju karya.
    • Dari kebanggaan masa lalu menuju pengabdian masa depan.
    • Dari organisasi romantisme menuju organisasi peradaban modern.

    Sebab kemabruran sejati tidak berhenti di Tanah Suci. Kemabruran sejati adalah ketika nilai-nilai haji menjelma menjadi ilmu, keteladanan, pelayanan, dan kebermanfaatan bagi sesama.

    “Selamat kepada Ketua Umum PP IPHI Dr. Ir. H. Erman Suparno, MBA., M.Si., dan seluruh jajaran kepengurusan baru: dari Bali, kota dunia, IPHI lepas landas”

    Bukan untuk kembali hidup dalam romantisme masa lalu, tetapi untuk menjemput masa depan. Menuju organisasi peradaban modern yang bermartabat, mandiri, dan berkhidmat bagi umat, bangsa, dan dunia.

    Romantisme bukanlah masalah. Justru ia adalah akar yang menjaga identitas, persaudaraan, dan penghormatan kepada para pendiri. Namun romantisme yang berlebihan sering membuat organisasi lebih banyak hidup dalam narasi daripada karya, lebih sibuk berpolemik daripada berinovasi.

    “Sejarah adalah akar, romantisme adalah ruh, tetapi karya dan inovasi adalah buahnya”

    Ketum PBNU Ingatkan Piagam Keulamaan pada Halaqah Nilai-Nilai Keulamaan di Ponpes Raudlatut Thullab

    0

    Magelang, kartanusa – Teguhkan Aswaja, Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa saat ini kita membutuhkan sebuah Piagam Keulamaan, sebagai panduan ilmu dan spiritual, sekaligus rujukan fungsi ulama sebagai pengayom dan penuntun umat.

    Hal ini disampaikan Gus Yahya, Ketum PBNU saat menghadiri Halaqah Nilai-Nilai Keulamaan yang digelar di Ponpes Raudlatut Thullab, Magelang. Dilansir dari laman resmi media sosial TVNU pada Rabu (17/06/2026).

    Dalam tausiyahnya, Ketum PBNU, Gus Yahya menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama adalah jam’iyah-nya ulama, namun dirinya menyoroti standar keulamaan, dimana akhir-akhir ini semakin tidak jelas arahnya.

    “Hari-hari ini standar keulamaan semakin tidak jelas arahnya, sementara umat semakin bingung kemana arah yang benar.” Tutur Gus Yahya, Ketum PBNU.

    Lebih lanjut, Gus Yahya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut turut diperparah dengan maraknya nilai-nilai pragmatis yang kerap mendahului kerangka ilmu, sehingga nilai-nilai keulamaan berangsur lemah.

    “Maraknya nilai-nilai pragmatis yang kerap mendahului kerangka ilmu, sehingga nilai-nilai keulamaan berangsur lemah dan mulai kehilangan makna sejatinya.” Tegasnya.

    Gus Yahya juga menegaskan bahwa sejak berdiri, NU dibentuk untuk memikirkan nasib ulama yang kemudian bergerak bersama dalam membersamai dan melayani umat secara bermartabat. Menurutnya, menjadi sebuah hal yang sia-sia jika kita hanya mengejar kemegahan fisik.

    “Menjadi sebuah hal yang sia-sia jika kita hanya mengejar kemegahan fisik, namun hakikat keulamaan itu luput dari benak kita.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Ketum PBNU : Mendidik Santri di Pesantren Merupakan Amanah Besar

    0
    Oplus_16908288

    Lampung, kartanusa – Mendidik santri di pesantren merupakan amanah besar yang menyangkut masa depan dunia dan akhirat anak-anak yang dititipkan orang tua kepada para kiai.

    Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Yahya Cholil Staquf, saat memberikan arahan dalam Roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Qodiri, Lampung Tengah. Dilansir dari laman resmi media sosial TVNU pada Selasa (16/06/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa pengasuh pesantren harus siap memikul tanggung jawab besar tersebut dengan kesabaran, kebersamaan, dan ketakwaan.

    “Pengasuh pesantren harus siap memikul tanggung jawab besar tersebut dengan kesabaran, kebersamaan, dan ketakwaan sebagaimana pesan Al-Qur’an dalam prinsip isbiru, wa shabiru, wa rabithu, dan wattaqullah.” Tegas Gus Yahya, panggilan akrabnya.

    Lebih lanjut, Gus Yahya juga menjelaskan bahwa keberadaan pesantren sejatinya merupakan bentuk keberanian para kiai dalam mengambil tanggung jawab besar untuk mendidik anak-anak yang dititipkan oleh orang tua mereka. Menurutnya, tanggung jawab utama pendidikan anak berada di tangan orang tua.

    “Padahal tanggung jawab utama pendidikan anak berada di tangan orang tua, baik untuk kemaslahatan dunia maupun akhirat.” Tandasnya.

    Namun, tambah Gus Yahya, menurutnya para pengasuh pesantren berani mengambil amanah besar dan mulia tersebut demi memastikan para santri memperoleh pendidikan yang baik.

    “Para pengasuh pesantren berani mengambil amanah tersebut demi memastikan para santri memperoleh pendidikan yang baik dan terhindar dari berbagai hal yang dapat merugikan kehidupan mereka.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

    Presiden Prabowo Subianto Ingatkan Himbara bukan Sekadar Bank, tetapi Instrumen Kemajuan Bangsa

    0

    Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto gelar pertemuan bersama jajaran Direksi dan Komisaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu; BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN dan BSI di Istana Merdeka, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Kamis, 18 Juni 2026.

    Pertemuan tersebut menjadi momentum pertama kalinya Presiden RI, Prabowo Subianto mengumpulkan secara lengkap pimpinan bank-bank Himbara, mulai dari direktur utama, jajaran direksi, hingga komisaris, yang berjumlah 100 orang.

    Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa Himbara tidak hanya dipandang sebagai entitas bisnis semata. Dengan kapitalisasi pasar gabungan yang mencapai sekitar Rp1.100 triliun atau sekitar 10 persen dari nilai seluruh perusahaan nasional. Menurutnya, Himbara memiliki tanggung jawab besar untuk turut mendorong kemajuan ekonomi nasional.

    “Himbara memiliki tanggung jawab besar untuk turut mendorong kemajuan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.” Tegas Presiden Prabowo Subianto.

    Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto gelar pertemuan bersama jajaran Direksi dan Komisaris Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yaitu; BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN dan BSI di Istana Merdeka, Jakarta

    Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan peran penting Himbara dalam memperluas akses dan kesempatan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

    “Pentingnya peran Himbara dalam memperluas akses dan kesempatan ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendukung berbagai program prioritas pemerintah.

    Presiden Prabowo Subianto juga mengingatkan kepada seluruh bank Himbara untuk tetap menjalankan peran dan proses bisnis secara profesional, menjaga tata kelola yang baik, dan memegang teguh prinsip kehati-hatian. (Humas/Gus).