Jakarta, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Istana Merdeka, Jakarta. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Kamis (18/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan ketersediaan stok pangan nasional serta kesiapan infrastruktur pertanian dalam menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino Godzilla.
Dalam keterangannya usai pertemuan, Mentan RI, Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa cadangan beras nasional hingga Juni 2026 mencapai sekitar 5,2 juta ton. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam beberapa bulan ke depan.
Selain cadangan pangan, lanjut Amran, bahwa pemerintah juga telah memastikan kesiapan berbagai infrastruktur pertanian sebagai langkah mitigasi menghadapi risiko El Nino Godzilla, diantaranya; pembangunan embung hingga pencetakan sawah baru.
“Upaya tersebut meliputi pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, program pompanisasi, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah baru.” Ujar Menpan Amran.
Lebih lanjut, Menpan RI, Amran juga menegaskan bahwa pada sektor peternakan, pemerintah terus menjaga stabilitas harga telur melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari peternak hingga Badan Gizi Nasional (BGN). Termasuk mempercepat program hilirisasi di sektor hortikultura.
“Pemerintah juga terus mempercepat program hilirisasi sektor hortikultura, termasuk komoditas kopi, kelapa, dan tebu.” Tegasnya.
Selain itu, pemerintah akan melanjutkan penyaluran berbagai bantuan ke daerah untuk mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian. (Humas/Gus).
Bogor, kartanusa – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menerima silaturrahim Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah beserta Tim Pengawas Haji DPR RI di kediamannya di Hambalang. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Rabu (17/06/2026).
Pertemuan tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 sekaligus langkah-langkah peningkatan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa pelaksanaan penyelenggaraan haji tahun 2026 yang dinilai berjalan baik meskipun masih terdapat sejumlah aspek yang perlu disempurnakan.
“Pelaksanaan penyelenggaraan haji tahun 2026 berjalan baik, meskipun ada aspek yang perlu disempurnakan.” Ujar Gus Irfan, panggilan akrab Menhaj RI.
Suasana pertemuan penuh kehangatan, bersama meningkatkan kualitas pelayanan haji dan umrah di Indonesia
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan sejumlah arahan strategis guna meningkatkan kualitas layanan mencakup; peningkatan kualitas konsumsi jemaah, persiapan layanan yang dilakukan lebih dini, hingga akomodasi dan hotel yang digunakan oleh jemaah Indonesia.
“Pentingnya pengembangan konsep Kampung Haji sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan pelayanan sekaligus menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia.” Ujar Presiden Prabowo.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap upaya mempercepat masa tunggu keberangkatan haji dan meminta jajarannya terus mencari terobosan untuk memperpendek masa tunggu jemaah secara lebih signifikan. (Humas/Gus).
Jakarta, kartanusa – Muhammadiyah tidak melihat MBG semata sebagai program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal itu Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M. Nurul Yamin. Rabu (17/06/2026).
Hal tersebut disampaikan menyikapi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mendapat kritik tajam dan masukan dari berbagai pihak. Untuk itu mutlak dilakukan pembenahan menyeluruh, agar program ini tetap berjalan sesuai tujuan program strategis ini.
Muhammadiyah melalui Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM) menegaskan komitmennya untuk mendukung dan menjadi mitra strategis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara amanah, profesional, transparan, dan akuntabel.
Program ini dipandang sebagai bagian dari ikhtiar strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, yang merupakan fondasi penting bagi lahirnya generasi bangsa yang sehat, kuat, cerdas, dan berdaya saing. Oleh karena itu, tata kelola yang baik dan akuntabel menjadi kunci agar tujuan mulia program ini dapat tercapai secara optimal.
Dengan jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang luas di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, Muhammadiyah memiliki kapasitas serta pengalaman yang memadai untuk turut menyukseskan program strategis nasional tersebut.
Partisipasi ini juga didasarkan pada penguatan ideologi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang menempatkan pelayanan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kemaslahatan umat sebagai bagian penting dari gerakan dakwah.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Badan Pelayan dan Pemenuhan Gizi Muhammadiyah (BPPGM), M. Nurul Yamin, menjelaskan bahwa Muhammadiyah tidak melihat MBG semata sebagai program penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, pemenuhan gizi merupakan prasyarat mutlak dalam menyiapkan generasi yang kuat dan berdaya saing. Ia menegaskan bahwa tanpa asupan gizi yang memadai, berbagai upaya pembangunan sumber daya manusia akan menghadapi tantangan yang besar.
“Program makan bergizi merupakan salah satu ikhtiar penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi. Gizi yang baik bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan prasyarat mutlak terwujudnya generasi yang kuat, produktif, dan mampu membawa Indonesia menuju kemajuan.” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa berbagai dinamika dan kritik yang muncul terhadap pelaksanaan MBG harus dijadikan momentum untuk berbenah dalam memperkuat sistem pengelolaan.
“Karena itu, Muhammadiyah terus mendorong penguatan tata kelola, profesionalisme sumber daya manusia, serta sistem pengawasan yang berkelanjutan dalam program ini.” Tegasnya.
Yamin juga menegaskan bahwa terdapat tiga pilar utama yang wajib menjadi standar dalam pengelolaan MBG Muhammadiyah, yakni:
Pertama, Keamanan pangan yang mencakup aspek halal, tayib, dan aman untuk dikonsumsi.
Kedua, Tata kelola amanah dan professional.
Ketiga, Pengembangan ekosistem berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kualitas sistem yang dibangun.
“Oleh karena itu, penguatan kapasitas pengelola, pengawasan berkala, dan transparansi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pelaksanaan program.” Pungkasnya.
Dengan semangat dakwah berkemajuan, Muhammadiyah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus menjadi sarana menghadirkan manfaat yang luas bagi masyarakat sekaligus memperkuat upaya pembangunan generasi Indonesia yang unggul di masa depan. (Humas/Edy).
Surabaya, kartanusa – Wujudkan generasi berkarakter, berprestasi, dan mendunia, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya gelar Performing Art by Sahabat 24 di Gedung Kesenian Cak Durasim Surabaya. Ratusan siswa, guru, dan wali murid memadati gedung legendaris tersebut untuk menyaksikan agenda akbar dengan penuh khidmat. Selasa (16/06/2026).
Hadir sekaligus membuka acara, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, didampingi oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Ustadz Anang Saifudin Junaidi SE., SH., MSA.
Hadir juga menyaksikan Performing Art by Sahabat 24 dan pelantikan IPM Kids Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Wonokromo Laksamana Ajey Wibawa Satario, Komite Sekolah Karakter dan para undangan lainnya.
Tahun ini, Sekolah Karakter sukses menyelenggarakan Performing Art by Sahabat 24 dengan mengangkat tema yang sarat akan makna sejarah dan spiritual, yakni; “Cahaya Islam di Bumi Khatulistiwa: Meneladani Setiap Karakter Sang Pahlawan Muslim”.
Selain itu, pada momen tersebut dilaksanakan Pelantikan Pimpinan Baru Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kids Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya, oleh Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd., Kepala Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya.
Dalam sambutannya, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Sekretaris PCM Wonokromo menyampaikan rasa syukurnya kepada Allah SWT atas terselenggaranya acara tersebut.
Ia menegaskan bahwa Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya selalu komitmen dengan penguatan pendidikan karakter, yang semuanya tercermin dalam setiap proses pembelajaran dan kegiatan, termasuk kali ini, yang meneguhkan 6 bintang karakter, terutama bintang karakter ke 5.
Berikut adalah bintang karakter di Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya, yakni;
Cinta Allah SWT dan Segenap CiptaanNya.
Hormat, Santun, Menjadi Pendengar Yang Baik.
Mandiri, Disiplin, Tanggungjawab.
Jujur, Amanah, Bijaksana.
Percaya Diri, Kreatif, Pantang Menyerah.
Dermawan, Suka Menolong, Kerjasama.
“Kami masih ingat betul, 12 tahun mengabdi di Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya ini, sebelum berpindah tugas di SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya.” Ujarnya.
Menurutnya, melalui kegiatan Performing Art by Sahabat 24, Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya ingin terus meneguhkan komitmen terhadap brand Sekolah Karakter, dalam membina karakter mulia siswa sehingga mereka mampu menjadi generasi unggul yang berprestasi.
“Melalui kegiatan ini, Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya ingin mengembangkan potensi anak-anak, sehingga mereka mampu berprestasi, baik akademik maupun non-akademik.” Ungkap Ustadz Salman yang menjabat sebagai Bendahara Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur ini.
Tak lupa, Ustadz Salman juga menyampaikan terimakasih atas kehadiran para undangan dan walimurid yang terus semangat mendampingi anak-anak dan mempercayakan proses pendidikan di Sekolah Muhammadiyah. Mohon doanya, semoga kami bisa terus mengawal amanah ini lebih baik lagi.
“Mohon doanya, kami PCM Wonokromo sedang mengajukan pinjaman dana 13 milyar, untuk pengembangan di 5 Sekolah Muhammadiyah di lingkungan Muhammadiyah Wonokromo, termasuk untuk pembangunan gedung baru Sekolah Karakter.” Tandasnya.
Suasana Performing Art by Sahabat 24 Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya yang menggambarkan perjalanan sejarah cahaya Islam di Bumi Khatulistiwa
Pesan Motivasi Mendidik Bersama Generasi Unggul
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Salman juga menyampaikan pesan penting dalam Al-Qur’an Surat An-nisa ayat 9, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Artinya :“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 9).
“Monggo nanti di rumah, panjenengan bisa membuka, membaca dan memahami isinya, yang intinya adalah tugas kita bersama untuk mendidik anak-anak kita menjadi generasi unggul; yang kuat aqidahnya, kuat Ibadahnya, akhlaknya mulia, dan wawasannya luas.” Kata Ustadz Salman, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya ini.
Anak Investasi Dunia dan Akhirat
Di akhir sambutannya, Ustadz Salman, yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur ini, mengingatkan tentang hadits Nabi Muhammad SAW tentang investasi yang terus memberikan manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.
Artinya :“Apabila manusia telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya darinya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang selalu mendoakannya.” (HR. Muslim).
“Anak adalah salah satu investasi dunia dan akhirat, pahalanya terus mengalir, walaupun kita telah meninggal dunia. Maka jadikan anak-anak kita generasi unggul, sholeh-sholehah, dengan berupaya memberikan pendidikan yang terbaik. Akhirnya mari kita buka acara ini dengan bacaan basmalah bersama-sama, bismillahirrahmanirrahim.” Pungkasnya. (Humas/Gus).
Klaten, Kartanusa – ‘Aisyi Tower Klaten merupakan manifestasi usaha dakwah di bidang ekonomi, khususnya dalam maujud perhotelan. Pada saat yang sama, kata Haedar Nashir, juga merupakan wujud dari ikhtiar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk terus membangun kemandirian organisasi.
“Langkah ini tentu merupakan langkah yang harus terus dikelola dengan sebaik-baiknya dengan manajemen yang maju, profesional, dan modern. Lebih dari itu, tentu juga harus ‘Aisyi Tower Klaten dirancang sedemikian rupa agar semakin maju,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.
Haedar menyebut, dengan hadirnya ‘Aisyi Tower Klaten ini, tampak jelas antara ‘Aisyiyah dan Suara Muhammadiyah saling berkolaborasi dan berupaya untuk meningkatkan kualitas usaha di bidang ekonomi dan bisnis.
“Yang dapat memberikan kemanfaatan bagi organisasi maupun kepada pihak lain. Dengan memanfaatkan jasa ‘Aisyi Tower ini, sehingga mereka juga menjadi merasa terlayani,” tuturnya, Selasa (16/6) saat Soft Opening ‘Aisyi Tower Klaten secara daring.
Sebagai organisasi Islam, pangkal pembahasan tidak selalu berkutat pada diskursus keagamaan yang elementer, khususnya menyangkut akidah, ibadah, akhlak. Namun, kata Haedar, ada hal yang jauh lebih substansial di dalamnya: mewujudkan dimensi muamalah dunyawiyah secara niscaya.
“(Ini) untuk mewujudkan muamalah dunyawiyah dalam kepentingan yang semakin aktual dan semakin produktif,” ujarnya.
Dalam pada itu, sebagai organisasi Islam berbasis keagamaan dan kemasyarakatan, mesti mengembangkan etos kemandirian. Karena sungguh betapa mahal kemandirian tersebut.
“Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus terus memperkokoh kekuatan kemandirian itu. Tidak bisa menggantungkan kepada orang lain, kecuali kita harus bisa berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri,” tekannya.
Lebih dalam lagi, menggarisbawahi konteks kemandirian itu, Haedar meminta jangan terus didiskusikan dalam forum semata. Bahkan, menjadi isu-isu yang tidak produktif bahkan serba konfrontatif seakan-akan tidak memerlukan bantuan orang lain.
“Kemandirian justru kita membangun kekuatan sendiri, tetapi juga dengan berkolaborasi. Buktinya bahwa ‘Aisyiyah dengan PT SCM bisa berkolaborasi karena kita tidak bisa sendiri. Juga pihak luar, baik pemerintah maupun berbagai pihak lainnya. Bahwa kemandirian itu juga memerlukan kolaborasi,” tegas Haedar.
Pokok pangkalnya di sini kalau ingin berbuat untuk orang banyak dan bisa bersaing dengan berbagai pihak dalam dakwah, maka kuncinya mesti mempunyai sesuatu yang dimiliki.
“Sesuatu itu bukan hanya pikiran, ide-ide, suara, apalagi retorika, tetapi karya nyata. Dan untuk sampai ke karya nyata, sungguh yang diperlukan langkah-langkah nyata, kerja-kerja nyata, dan komitmen-komitmen yang diwujudkan dalam langkah-langkah nyata itu,” terangnya.
Dalam konteks sedemikan itu, maka Haedar mendorong Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah harus semakin produktif dan menghasilkan sesuatu yang dapat memberi nilai kemanfaatan bagi organisasi maupun masyarakat secara luas.
“Nilai amaliyah kita sungguh akan diuji karena kemanfaatannya. Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, sebaik-baik manusia adalah yang memberi kemanfaatan. Begitu juga kita nisbahkan kepada organisasi. Sebaik-baik organisasi adalah yang memberi kemanfaatan bagi orang banyak,” beber Haedar.
Di situlah kerja produktif menemukan relevansinya. Sementara, hal-hal yang bersifat seremonial atau simbolik, mesti ditepikan atau diminimalisasikan. Kenapa? “Agar kita bisa kerja produktif. Karena tidak bisa dilakukan kedua-keduanya,” imbuhnya.
Seraya menarik benang merahnya, akumulasi dari usaha di bidang bisnis, ekonomi, membangun kemandirian, dan langkah-langkah produktif merupakan fondasi penting bagi kemajuan persyarikatan.
Sejumput dengan hal itu, Haedar mendorong agar ke depan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah dan seluruh amal usahanya, harus bisa melangkah lebih maju, modern, dan profesional.
“Bukan dengan retorika dan kegiatan-kegiatan seremonial yang hanya indah untuk diviralkan atau mungkin menjadi isu media massa, tetapi tidak membawa perubahan bagi kehidupan nyata, Persyarikatan, umat, dan bangsa,” tandas Haedar. (Red)
Jakarta, kartanusa – Pemerintah Republik Indonesia (RI) sampaikan capaian positif penerbitan global bond (obligasi global) perdana Danantara senilai USD1,5 miliar. Hal ini disampaikan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi (Meninveshil)/Kepala BKPM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani.
Menurutnya, jumlah obligasi global yang diterbitkan oleh Danantara dinilai telah berhasil melebihi target yang ditetapkan sebelumnya. Dilansir dari laman resmi media sosial BPMI Setpres pada Senin, 15 Juni 2026.
“Dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 miliar dolar. Sehingga melihat book building yang begitu tinggi, artinya kami meng-upsize atau meningkatkan dari 1 miliar menjadi 1,5 billion USD yang di mana itu dibagi menjadi 5 tahun dan juga 10 tahun.” Ungkapnya.
Selain itu, ia mengatakan bahwa penerbitan obligasi global perdana tersebut memperoleh respons positif dari kunjungan ke sejumlah negara di antaranya Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Rosan juga menyebut bahwa pihaknya bertemu dengan 122 investor global dalam rangkaian kunjungan tersebut.
Di samping capaian penerbitan jumlah obligasi yang melampaui target, Rosan juga menuturkan bahwa Danantara berhasil memperoleh persentasi pengembalian hasil obligasi yang dinilai kompetitif.
Menurutnya, obligasi dengan tenor lima tahun berhasil ditutup dengan nilai imbal hasil 5,35 persen, sementara tenor 10 tahun 5,95 persen.
“Nah ini adalah hasil yang sangat-sangat baik. Dan ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini riil ya.” Tegasnya Meninveshil/BKPM.
Lebih lanjut, Rosan menjelaskan bahwa dari dua tenor surat utang yang diterbitkan oleh Danantara, masing-masing telah berhasil menghimpun dana sebesar USD750 juta. Rosan menyebut bahwa sebagian dari penerbitan obligasi tersebut bahkan telah terealisasi.
“Karena tanggal 11 kemarin kita sudah signing dan tanggal 18 dananya akan masuk ke dalam rekening Danantara.” Pungkasnya. (Humas/Gus).
Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Senin (15/06/2026).
Pesawat yang membawa Presiden Steinmeier beserta rombongan mendarat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 09.20 WIB. Kedatangan Presiden Steinmeier disambut oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin serta sejumlah pejabat dari kedua negara.
Usai prosesi penyambutan di bandara, Presiden Steinmeier beserta rombongan langsung menuju Istana Merdeka, Jakarta dan disambut langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Kedua pemimpin tampak berjabat tangan kemudian bersama-sama menuju beranda depan Istana Merdeka.
Suasana penyambutan tamu kenegaraan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto
Upacara penyambutan kenegaraan berlangsung khidmat, diawali dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan kedua negara dan diiringi 21 kali dentuman meriam. Setelah melakukan pemeriksaan pasukan kehormatan, Presiden Prabowo dan Presiden Steinmeier saling memperkenalkan delegasi masing-masing negara yang hadir dalam agenda penyambutan tersebut.
Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan penandatanganan buku tamu kenegaraan dan sesi foto bersama di Ruang Kredensial. Setelah itu, Presiden Steinmeier dan Presiden Prabowo melakukan pertemuan empat mata (tête-à-tête) guna membahas berbagai isu strategis serta penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Jerman.
Dalam pernyataan pers bersama, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan kenegaraan Presiden Steinmeier ke Indonesia. Presiden menilai kunjungan tersebut memiliki arti penting bagi hubungan kedua negara yang selama ini telah terjalin dengan baik. BPMI Setpres.
Surabaya, kartanusa – Komunitas Sosial Kendangsari Peduli kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat. Kali ini komunitas tersebut menggelar aksi bakti sosial berupa bersih-bersih Musholla Assalam yang berada di Kendangsari Gang 7, Surabaya. Ahad (14/06/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Zubaidulloh, Sekretaris Kendangsari Peduli meSurabaya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Kendangsari Peduli yang tidak hanya fokus pada pembagian sembako untuk lansia dan yatim dhuafa, tapi juga perawatan tempat ibadah di wilayah Kendangsari. Aksi bersih-bersih musholla dijadwalkan setiap Minggu kedua tiap bulan.
“Tempat wudhu, kamar mandi, karpet, kaca, sampai dinding-dinding musholla kita bersihkan semua biar jamaah lebih nyaman ibadah ” Ujar Ubaid, panggilan akrabnya.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Marbot Musholla Assalam, Mbah Udin, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku sangat berterima kasih atas bantuan warga Kendangsari Peduli, yang sangat membantu dan bermanfaat.
“Kami sangat respect atas kegiatan teman-teman Kendangsari Peduli yang melakukan baksos di tempat kami.” Imbuh Mbah Udin.
Kendangsari Peduli sendiri beranggotakan warga sekitar yang memiliki kepedulian sosial tinggi. Selain program sembako dan bersih-bersih musholla, mereka juga terbuka bagi warga lain yang ingin ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial di wilayah Kendangsari. (U-Baid).
Surabaya, kartanusa – Ustadz Edy Susanto, M.Pd., kembali terpilih untuk memimpin Sekolah Teladan Nasional SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) Pucang Surabaya periode 2026–2027. Pelantikan berlangsung penuh khidmat di Auditorium The Millenium Building (TMB) Lantai 4 Mudipat Pucang Surabaya. Rabu (17/06/2026).
Hadir beberapa tokoh penting Muhammadiyah, mulai dari Cabang hingga Daerah, yakni; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Dr. M. Ridlwan, M.Pd., Sekretaris Ustadz Drs. Catur Anang Hutoyo, M.Pd.
Hadir juga Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kota Surabaya, Ustadz Dikky Syadqomullah, S.H.I., M.Hes., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel, Ustadz Drs. H. Ahmad Zaini, M.Pd., Sekretaris Ustadz Sugeng Purwanto, serta undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Edy Susanto, Kepala SD Mudipat Pucang Surabaya, menegaskan bahwa pencapaian Mudipat Pucang Surabaya selama ini adalah hasil kerja keras kolektif seluruh guru dan karyawan.
Ustadz Edy, panggilan akrabnya, menegaskan komitmennya untuk terus menjaga ritme sekolah melalui tiga strategi utama: menjaga ketahanan sistem (endurance), memperkuat kolaborasi, dan memacu inovasi.
“Sekolah ini maju karena sistem yang tertata, bukan karena ketergantungan pada sosok tertentu (by person). Kita harus memastikan tradisi kerja berjamaah ini terus berlanjut.” Ujarnya.
Lebih lanjut, Ustadz Edy mengatakan bahwa kepemimpinannya akan terus mengedepankan asas kolektif-kolegial, dengan melibatkan seluruh elemen, yang terdiri dari 156 guru dan karyawan, dalam merumuskan kebijakan strategis sekolah.
Menurutnya, kunci keberhasilan Mudipat Pucang Surabaya ke depan terletak pada kemauan untuk merancang program bersama, mengeksekusi bersama, dan menikmati hasilnya bersama-sama. Ustadz Edy juga berkomitmen untuk memastikan kesejahteraan seluruh staf terjamin secara adil.
Dalam kepemimpinan Ustadz Edy Susanto kali ini, diharapkan mampu menjaga marwah dan meningkatkan kualitas Sekolah Teladan Nasional SD Mudipat Pucang Surabaya sebagai salah satu sekolah dasar Muhammadiyah yang menjadi rujukan nasional dengan kualitas pendidikan yang terus berkembang dan berdaya saing global. (Humas/Siwor).
Tadabbur Alam Bromo: Momentum Hijriyah Memperkokoh Risalah
Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.
(Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo, Guru Ismuba Spemma Pucang Surabaya)
(Tadabbur Alam bersama Sekolah Inovatif SD Muhammadiyah 7 Surabaya, Ahad -Senin, 14-15 Juni 2026).
Refleksi Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriyah di hamparan pasir dan megahnya Gunung Bromo bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan sebuah Tadabbur Alam yang agung. Di bawah langit yang luas dan di hadapan mahakarya Sang Pencipta, kita menundukkan hati untuk merenungi makna hakiki dari sebuah perjalanan waktu.
Mari dalam kesempatan ini, kita bersama meneguhkan komitmen di awal tahun baru Islam, dengan beberapa hal berikut:
Pertama, Menakar Aqidah di Atas Puncak Ketinggian: Gunung Bromo mengajarkan kita tentang kerendahan hati. Berdiri di sana, di tengah bentang alam yang begitu perkasa, kita menyadari betapa kecilnya diri ini di hadapan Al-Mutakabbir (Yang Maha Memiliki Kebesaran).
“Hijrah adalah komitmen diri memindahkan hati dari ketergantungan kepada makhluk menuju ketergantungan mutlak kepada Allah SWT”
Menjadikan Tahun Baru 1448 Hijriyah sebagai tahun penguatan tauhid, di mana setiap napas dan langkah senantiasa terikat dengan pengawasan Allah.
Kedua, Memperbaiki Ibadah: Meniti Jalan Pendakian Spiritual. Sebagaimana mendaki gunung yang membutuhkan stamina, kesabaran, dan arah yang tepat, ibadah adalah pendakian menuju ridha-Nya.
Seringkali kita lelah dalam urusan duniawi, namun lalai dalam mengejar derajat spiritual. Hijrah tahun ini mestinya menjadi momentum untuk memperbaiki kualitas shalat, kedalaman tilawah, dan keikhlasan dalam beramal.
“Mari menjadikan ibadah bukan sekadar rutinitas gugur kewajiban, melainkan kebutuhan ruhani yang memberikan energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari”
Ketiga, Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar: Menjadi Cahaya di Tengah Kabut. Di balik kabut Bromo yang kadang pekat, cahaya matahari selalu menemukan jalannya untuk menyingsing. Begitu pula peran seorang Muslim dalam masyarakat.
Kondisi zaman yang penuh tantangan menuntut dakwah yang lebih cerdas, santun, dan berdampak. Dakwah amarma’ruf adalah mengajak pada kebaikan dengan keteladanan, sementara nahi munkar adalah keberanian bersuara di atas prinsip kebenaran.
Mari bersama menguatkan peran diri sebagai pembawa risalah kebenaran di lingkungan keluarga, profesi, dan masyarakat luas. Dan jangan lupa menjadikan media dan segala sarana yang ada sebagai jalan untuk menebar kemaslahatan dan membendung kemungkaran.
“Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan dari kondisi diri yang kurang baik menuju kondisi yang lebih diridhai Allah SWT”
Semoga di tahun 1448 Hijriyah ini, langkah kita di Gunung Bromo menjadi saksi atas niat suci untuk memperbaiki aqidah, meningkatkan ibadah, dan mengokohkan dakwah. Selamat Tahun Baru Hijriyah 1448, semoga momentum ini menjadi awal dari perubahan besar yang membawa berkah bagi diri, keluarga, dan bangsa.