spot_img
No menu items!
More
    Home Blog Page 2

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia 

    Bapak Prabowo Subianto 

    Presiden Prabowo Subianto menyerahkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam sebuah acara di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. Penyerahan zakat tersebut menjadi wujud komitmen Kepala Negara dalam menunaikan kewajiban sekaligus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat secara nasional.

    Di hadapan Ketua Baznas, Presiden melaksanakan proses ijab kabul pembayaran zakat yang dilanjutkan dengan doa bersama. Dalam pengantarnya pada Sidang Kabinet Paripurna setelah prosesi tersebut, Presiden menekankan pentingnya peran Baznas dan lembaga-lembaga ekonomi keagamaan dalam menghimpun serta mengelola potensi zakat di Indonesia.

    Menurut Presiden, pengelolaan zakat yang terkoordinasi dengan baik dapat menjadi kekuatan sosial-ekonomi yang signifikan bagi bangsa serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

    Kegiatan tersebut turut diikuti oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para Menteri Kabinet Merah Putih, serta para pimpinan lembaga negara yang hadir dan secara bergantian menunaikan zakat melalui Baznas.

    Melalui momentum bulan suci Ramadan, pemerintah berharap pengelolaan zakat nasional semakin optimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Catatan Seskab.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Kabar IKN : Catatan Presiden Republik Indonesia

    0

    Catatan Presiden Republik Indonesia

    Bapak Prabowo Subianto 

    Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3) untuk membahas kesiapan pemerintah menghadapi Idulfitri 1447 H sekaligus berbagai isu strategis nasional.

    Dalam sidang tersebut, Presiden menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama selama Ramadan serta memastikan stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi menjelang hari raya.

    Presiden juga menegaskan bahwa dinamika krisis global harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk mempercepat swasembada pangan dan energi, melalui pemanfaatan sumber daya alam secara optimal serta pengembangan energi terbarukan.

    Laporan dari para menteri dan Ketua DEN, menunjukkan bahwa kondisi ekonomi nasional tetap stabil dan cadangan energi dalam kondisi aman.

    Presiden menegaskan, seluruh kekayaan alam Indonesia harus diprioritaskan untuk kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Catatan Seskab.

    Kabar Berita Nusantara (kartanusa)

    Inspirasi Kehidupan : Milad ke-48, SDM 24 Surabaya Teruslah Komitmen dan Perkuat Brand Sekolah Karakter 

    0

    Inspirasi Kehidupan : Milad ke-48, SDM 24 Surabaya Teruslah Komitmen dan Perkuat Brand Sekolah Karakter 

    Oleh Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I.

    (Pimpinan Redaksi Kabar Berita Nusantara, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

    Selamat Milad ke-48 (09 Maret 1978-09 Maret 2026). Milad bukan sekadar merayakan tentang angka, melainkan momen untuk menengok ke belakang, evaluasi diri dan menatap ke depan, proyeksi yang visioner.

    “Di usia ke-48, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya telah mencapai tingkat kematangan yang luar biasa”

    Empat puluh delapan tahun bukanlah waktu yang singkat. Jika diibaratkan manusia, usia ini adalah masa kematangan sempurna—masa di mana pengalaman telah mengkristal menjadi kearifan.

    Berdiri kokoh di tengah hiruk-pikuk Kota Surabaya, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya bukan sekadar bangunan bata dan semen, melainkan sebuah bangunan peradaban yang telah melahirkan ribuan generasi berkarakter dan berprestasi.

    Ada beberapa catatan kecil tentang bagaimana seharusnya Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya di momentum Milad ke-48 ini, yakni:

    Pertama, Menjaga dan Menguatkan Akar: Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan; Refleksi hari ini membawa kita kembali pada akar pendiriannya.

    Sebagai Sekolah Muhammadiyah, napas perjuangan K.H. Ahmad Dahlan harus tetap terasa di setiap sudut kelas. Karakter yang dibangun bukan sekadar sopan santun lahiriah, melainkan karakter tauhid yang menggerakkan kepedulian sosial.

    “Di usia 48 ini, kita bertanya: Sudahkah lulusan kita menjadi pembela kaum lemah dan pencerah bagi sekitarnya?”

    Kedua, Menghadapi Badai Perubahan; Dunia hari ini bergerak lebih cepat dari buku teks yang kita baca. Digitalisasi dan perubahan zaman menjadi tantangan nyata.

    Namun, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya harus mampu membuktikan tentang komitmennya terhadap Brand Sekolah Karakter. Ibarat jangkar, sekencang apa pun angin perubahan meniup anak didik kita, jika jangkarnya kuat, mereka tidak akan hanyut.

    “Inovasi teknologi boleh diadopsi, namun akhlakul karimah tetap menjadi fondasi yang tak boleh ditawar”

    Ketiga, Sinergi dengan Lingkungan: Rumah, Sekolah, dan Masyarakat; Keberhasilan mencapai angka 48 tahun ini adalah buah dari kerja keras kolektif.

    Para pendahulu yang meletakkan batu pertama, guru-guru yang mewakafkan energinya, orang tua yang menitipkan amanah paling berharga (anak-anak mereka), serta persyarikatan yang terus mendukung.

    “Milad ini adalah momentum untuk mempererat kembali ikatan kolaborasi ini. Mendidik pikiran tanpa mendidik hati sama sekali bukanlah pendidikan”

    Di usia ke-48 ini, mari kita berkomitmen kembali: Menjadikan Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya bukan hanya tempat mengejar nilai akademik di atas kertas, tapi tempat di mana setiap anak menemukan potensi terbaiknya dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi semesta.

    “Selamat Milad ke-48 Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya. Teruslah menyinari dan menginspirasi”

    Komitmen Brand Sekolah Karakter, SDM 24 Surabaya Perkuat Gerakan Filantropi di Bulan Ramadhan 

    0

    Surabaya, kartanusa – Bukti nyata implementasi kemanusiaan yang berlandaskan nilai Islam dalam bentuk nyata, dan komitmen dengan Brand Sekolah Karakter, SD Muhammadiyah 24 Surabaya pada Bulan Ramadhan 1447 H gencarkan syiar dakwah berbasis humanitas, melalui agenda bakti sosial dan bagi -bagi takjil pada hari Kamis (12/03/2026).

    Dengan menyalurkan sekitar 300 sembako dan 800 takjil, telah tersebar di berbagai titik, diantaranya panti asuhan, lingkungan masyarakat, ojol, beberapa siswa, dan kaum dhuafa. Kegiatan ini menunjukan bahwa melalui pendidikan dapat mengajarkan sekaligus menerapkan makna gerakan filantropi, yang sekaligus menjadi salah satu ciri khas dalam gerakan sosial di Muhammadiyah.

    Mengingat banyak AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) yang tersebar di berbagai bidang. Oleh karena itu, dalam menguatkan karakter humanitasnya juga mengajak puluhan siswa berkunjung ke panti asuhan dan terjun ke lapangan untuk berbagi takjil ke warga.

    Tujuan adanya kunjungan ini tidak sekedar agenda formalitas dalam Bulan Ramadhan melainkan bagian dari rangkaian Darul Arqam Berkarakter. Sebagaimana tema yang di usung; “Ramadan Berkarakter: Tebar Kebaikam untuk Meraih Ridha Allah SWT”.

    Dalam kesempatan tersebut, Ustadzah Norma Setyaningrum, M.Pd., Kepala Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menyampaikan bahwa kunjungan di panti asuhan tidak hanya sembako yang dibagikan, bahkan mengajak siswa membawa barang yang masih yang layak diberikan ke panti asuhan.

    Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan kepada siswa tentang nilai kesederhanaan dan rasa cukup terhadap kondisi atas apa yang dimiliki. Selain itu, panti asuhan menjadi salah satu pilihan karena lingkungan yang relevan dengan usia Sekolah Dasar (SD).

    “Kunjungan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang berlokasi di panti jompo, kali ini ditempatkan di panti asuhan supaya belajar nilai sosial dari teman sebaya.” Ujarnya.

    Kegiatan ini menunjukan bahwa pendidikan dalam Sekolah berbasis religius tidak sekedar mengenal dan membaca saja, melainkan gagasan yang berkembang dalam tindakan dilandasi nilai semangat kemanusiaan dengan menjunjung nilai moralitas sebagai upaya mengatasi unsur diskriminasi serta kesenjangan sosial, sehingga terbentuknya generasi karakter islami yang berkemajuan. (Dini Fatrisia Hasniati).

    Safari Ramadhan 1447 H, Pesantren Daarul Muttaqien Salurkan Donasi untuk Huffadz dan Korban Bencana

    0

    Surabaya, kartanusa – Yayasan Pesantren Terpadu Daarul Muttaqien menunjukkan komitmennya sebagai lembaga yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga kepedulian sosial. Melalui program bertajuk “Safari Ramadhan 1447 H / 2026 M“, pesantren ini menyelenggarakan aksi berbagi bertema “Tarhib Ramadhan dan Berbagi di Bulan Suci Ramadhan untuk Meraih Berkah dan Pahala” pada Sabtu (14/03/2026).

    ​Kegiatan yang berpusat di lingkungan pesantren ini dihadiri oleh tokoh nasional sekaligus selebritas, Ustadz Zacky Mirza, yang turut mendukung penggalangan dana bagi para penghafal Al-Qur’an dan warga terdampak bencana alam.

    Wujud Nyata Misi Sosial Pesantren

    ​Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Pesantren Terpadu Daarul Muttaqien, KH. Dr. M. Basori, Lc., MA, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan bagian dari misi besar lembaga untuk memberikan manfaat bagi sesama.

    ​”Kami adalah lembaga pendidikan sekaligus lembaga sosial. Maka, di setiap kegiatan, kami selalu menyisipkan bagian untuk mereka yang berhak, terutama kaum dhuafa dan anak-anak yatim,” ujar KH. Basori.

    ​Ia menambahkan bahwa, santunan ini bukan sekadar kegiatan musiman. Pihak yayasan secara rutin menyantuni anak-anak yatim setiap bulan dan memberikan dukungan berkelanjutan sesuai kebutuhan mereka.

    Kolaborasi untuk Para Penghafal Al-Qur’an

    ​Sejalan dengan orientasi pendidikan pesantren yang menekankan pada tahfidz (menghafal) dan tartil Al-Qur’an, Safari Ramadhan kali ini juga menjadi jembatan kolaborasi dengan Ustadz Zacky Mirza.

    ​”Visi dan misi kami sangat cocok. Ketika Ustadz Zacky Mirza menawarkan kolaborasi untuk menggalang dana bagi para huffadz (penghafal Al-Qur’an) dan korban bencana, kami menyambutnya dengan antusias karena ini sejalan dengan apa yang kami perjuangkan selama ini,” jelas KH. Basori.

    “Dan Alhamdulillah, donasi hari ini dari Yayasan Pesantren Terpadu Daarul Muttaqien terkumpul dana sebesar 8 juta rupiah,” imbuhnya.

    Puncak Penutupan Kegiatan Ramadhan

    ​Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB hingga waktu berbuka puasa ini sekaligus menjadi agenda penutup rangkaian kegiatan bulan Ramadhan di pesantren tersebut. Suasana hangat terasa saat para santri, wali santri, anak yatim, dan kaum dhuafa berkumpul bersama untuk menikmati hidangan buka puasa.

    ​Menutup keterangannya, KH. Basori berharap kegiatan ini dapat terus memupuk jiwa sosial di tengah masyarakat. Beliau menegaskan bahwa keberadaan Pesantren Daarul Muttaqien harus dirasakan manfaatnya secara luas, baik dari sisi pendidikan spiritual maupun kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

    Sementara itu, Ketua Komite SMP Terpadu Daarul Muttaqien, Yuris Artanti, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi yayasan dalam menggelar kegiatan positif ini. Menurutnya, Safari Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana edukasi karakter yang sangat efektif bagi para santri.

    ​”Kami selaku komite selalu memberikan dukungan penuh (support). Saya merasa kegiatan Safari Ramadhan ini membawa banyak sekali manfaat, terutama dalam membentuk karakter anak-anak untuk senantiasa berbuat baik, seperti melalui kebiasaan bersedekah dan menambah wawasan keilmuan,” ujar Yuris.

    ​Ia juga menekankan bahwa, dampak positif dari kegiatan ini tidak hanya dirasakan oleh internal sekolah, tetapi juga meluas hingga ke masyarakat sekitar pesantren, menciptakan keharmonisan sosial di bulan suci.

    Harapan untuk Masa Depan

    Yuris pun berharap agar Yayasan Daarul Muttaqien terus berinovasi dan meningkatkan kualitas program-program serupa di masa mendatang.

    ​”Harapan saya, semoga Yayasan Daarul Muttaqien bisa terus meningkatkan kegiatan-kegiatan yang luar biasa seperti ini,” pungkasnya. (Yuda)

    Lilik Hendarwati Beri Santunan dan Apresiasi Eksistensi LKSA Haji Abdullah Sholeh

    0

    Surabaya, kartanusa – Momentum bulan suci Ramadan kembali menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi dan berbagi kebahagiaan. Anggota DPRD Jawa Timur, Lilik Hendarwati, melakukan kunjungan hangat ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Haji Abdullah Sholeh pada Sabtu (14/3/2026).

    ​Dalam kunjungan tersebut, Lilik menyerahkan bantuan berupa 80 paket makanan serta uang saku kepada anak-anak yatim piatu yang dibina oleh lembaga tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin untuk menebar berkah di bulan mulia.

    ​Lilik mengungkapkan bahwa kedatangannya murni didasari oleh keinginan untuk menjaga hubungan kekeluargaan dengan masyarakat, khususnya anak-anak di panti asuhan.

    ​”Ini salah satu keluarga besar kita ya, jadi datang untuk insyaallah mengunjungi silaturahmi ke adik-adik yatim piatu, sekaligus memberikan sedikit santunan lah. Bagian dari aktivitas kita di bulan Ramadan yang mudah-mudahan memberikan berkah untuk semuanya,” ujarnya.

    ​Politisi perempuan ini juga memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi LKSA Haji Abdullah Sholeh dalam membina anak-anak yatim. Ia berharap lembaga ini terus eksis dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi lingkungan sekitar.

    ​”Alhamdulillah mudah-mudahan LKSA ini selalu sukses ya, memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar dan insyaallah dicintai oleh umat,” tambahnya.

    ​Menutup kunjungannya, Lilik berharap agar kegiatan sosial semacam ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan dan mengetuk pintu hati lebih banyak pihak untuk turut serta berkontribusi.

    ​”Harapannya mudah-mudahan acara seperti ini terus berjalan dengan baik dan juga bisa mendapatkan support dari banyak pihak juga nantinya, insyaallah,” pungkasnya. (Yuda)

    Kajian Ramadhan PCM Wonokromo: Mengupas Lima Jalur Rezeki dalam Al-Qur’an

    0

    Surabaya, kartanusa – Keluarga besar Muhammadiyah Wonokromo menggelar Kajian dan Buka Bersama di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung, Jumat (13/03/2026).

    Menghadirkan Ustadz Dr. M. Arfan Muammar, M.Pd., dosen Pascasarjana sekaligus Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, kajian ini membedah mendalam konsep rezeki menurut Al-Qur’an.

    Acara yang berlangsung khidmat ini dipandu oleh Ustadzah Puspitawati, S.Pd., selaku pembawa acara. Sosok yang akrab disapa Ustadzah Puspita ini merupakan Kepala Urusan (Kaur) Sumber Daya Insani (SDI) sekaligus guru kelas 6-ICP SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya.

    Empat Indikator Takwa

    Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo Surabaya, Ir. H. Lukman, dalam sambutannya menekankan bahwa tujuan akhir puasa sesuai QS. Al-Baqarah: 183 adalah menjadi pribadi muttaqin.

    Mengutip Ali bin Abi Thalib, Lukman menyebutkan empat ciri takwa: takut kepada Allah, semangat mencari dan berbagi rezeki (filantropi), bersyukur untuk membatasi sifat tamak, serta mengingat kematian.

    “Bimbinglah seluruh siswa di bawah naungan PCM Wonokromo dengan baik, karena mereka adalah aset masa depan Muhammadiyah.” Pesan Ustadz Lukman kepada para pendidik yang hadir.

    Memahami Lima Jenis Rezeki

    Dalam inti kajian yang dipaparkan setelah pembukaan, Ustadz Dr. Arfan Muammar menjelaskan bahwa rezeki Allah tidak terbatas pada hasil bekerja semata. Ia membaginya ke dalam lima kategori:

    Pertama, Rezeki yang Diantar: Allah menjamin rezeki setiap makhluk, bahkan yang tidak bekerja sekalipun, seperti janin di rahim atau anak burung gagak (QS. Hud: 6).

    وَمَا مِنْ دَآ بَّةٍ فِى الْاَ رْضِ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ رِزْقُهَا وَ يَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۗ كُلٌّ فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ

    “Artinya, jangan mempersempit jalan rezeki dengan berpikir rezeki hanya datang dari bekerja.” Tegas Ustadz Arfan.

    Kedua, Rezeki yang Ditakar: Allah membagi porsi rezeki setiap orang berbeda-beda (QS. An-Nahl: 71). Ustadz Arfan mengibaratkan rezeki seperti ukuran sepatu; setiap orang punya ukuran sendiri dan tidak perlu iri pada milik orang lain.

    وَاللّٰهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلٰى بَعْضٍ فِى الرِّزْقِۚ فَمَا الَّذِيْنَ فُضِّلُوْا بِرَاۤدِّيْ رِزْقِهِمْ عَلٰى مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيْهِ سَوَاۤءٌۗ اَفَبِنِعْمَةِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ

    “Artinya Allah melebihkan sebagian kamu atas sebagian yang lain dalam hal rezeki. Akan tetapi, orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezekinya kepada para hamba sahaya yang mereka miliki sehingga mereka sama-sama (merasakan) rezeki itu. Mengapa terhadap nikmat Allah mereka ingkar?” Ungkapnya.

    Ketiga, Rezeki yang Dikejar: Manusia diperintahkan bertebaran di bumi untuk mencari karunia Allah (QS. Al-Jumu’ah: 10). Namun, Ustadz Arfan mengingatkan bahwa bekerja adalah ibadah, sementara hasilnya adalah jatah.

    Keempat, Rezeki yang Ditawarkan: Rezeki yang datang melalui jalur penawaran amal saleh, seperti sedekah, salat dhuha, istigfar, silaturahmi, hingga jalur pernikahan.

    Kelima, Rezeki Tak Disangka: Jalur khusus bagi mereka yang bertakwa (QS. At-Thalaq: 2-3).

    Dosa sebagai Penghambat Rezeki

    Sebagai penutup, Ustadz Dr. Arfan menekankan bahwa kunci utama kelancaran rezeki adalah menjauhi maksiat. Takwa berarti berhati-hati agar tidak terjerumus dalam dosa.

    وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى

    Artinya :“Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha: 124)

    “Jika ingin rezeki berlimpah, jangan sering berbuat dosa. Nabi Adam terusir dari kenyamanan surga karena satu dosa. Maka, siapa pun yang berpaling dari peringatan Allah, baginya kehidupan yang sempit.” Pungkasnya. (Basirun).

    Alumni SLTP Negeri 26 Surabaya Angkatan 2000 Berbagi 600 Paket Takjil dari Hasil Donasi Alumni

    0

    Surabaya, kartanusa – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan kembali ditunjukkan oleh para alumni SLTP Negeri 26 Surabaya angkatan tahun 2000. Pada Sabtu (14/03/2026), mereka menggelar kegiatan berbagi takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar sekolah yang berlokasi di Jalan Banjarsugihan, Surabaya.

    Kegiatan ini diikuti sekitar 50 alumni yang hadir bersama keluarga mereka. Dengan penuh kebersamaan, para alumni menyiapkan dan membagikan sebanyak 600 paket takjil kepada masyarakat.

    Menariknya, ratusan paket takjil tersebut merupakan hasil donasi yang dihimpun dari para alumni selama kurang lebih dua minggu sebelum kegiatan berlangsung. Donasi tersebut dikumpulkan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan penuh berkah.

    Koordinator acara, Moch. Fiqih, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada masyarakat, tetapi juga momentum mempererat Silaturrahim di antara para alumni.

    “Inilah yang bisa kami lakukan untuk saling berbagi berkah di bulan Ramadhan, selain tetap menjalin tali Silaturrahim di antara alumni tahun 2000.” Ujarnya.

    Kehangatan acara juga terasa karena banyak alumni yang turut mengajak keluarga mereka. Momen ini dimanfaatkan untuk saling mengenalkan anggota keluarga, mengingat kesempatan berkumpul seperti ini terkadang hanya terjadi setahun sekali karena kesibukan masing-masing.

    Setelah selesai membagikan takjil kepada para pengguna jalan di sekitar sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang kemudian diakhiri dengan sholat Maghrib berjamaah di masjid sekolah.

    “Setelah berbagi takjil di jalan raya dekat sekolah, kami lanjutkan dengan berbuka puasa dan sholat Maghrib di Masjid sekolah.” Ungkap Yudi Setiawan, Sekretaris Abadi alumni.

    Melalui kegiatan ini, para alumni berharap kebersamaan dan tali silaturahmi antar alumni SLTP Negeri 26 Surabaya angkatan 2000 dapat terus terjaga dan semakin kuat di masa mendatang. (Anang Dony Irawan).

    Rakor AIK UMMAD Bahas Penguatan Kurikulum, Peluncuran Buku Ajar, dan Persiapan Baitul Arqom

    0

    Madiun, kartanusa – Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) diikuti dosen pengampu AIK di Ruang Rapat 1 Kampus UMMAD, pada Kamis, 12 Maret 2026.

    Rakor AIK UMMAD membahas berbagai program strategis dalam usaha penguatan pelaksanaan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di UMMAD.

    Direktur AIK UMMAD, Ustadz Drs. Suyono, M.Pd., menerangkan, salah satu agenda penting yang dibahas dalam rakor tersebut adalah peluncuran bahan atau modul ajar AIK UMMAD.

    Saat ini buku ajar AIK telah memasuki tahap akhir atau finishing yang meliputi penyusunan desain cover serta finalisasi isi modul.

    “Buku ajar tersebut direncanakan akan diluncurkan secara resmi pada kegiatan Baitul Arqom yang akan datang.” Terang Ustadz Suyono.

    Pembahasan lain yang dilakukan adalah penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) untuk mata kuliah AIK 1, AIK 2, AIK 3, dan AIK 4.

    Tujuan penyusunan RPS ini adalah menyelaraskan kurikulum AIK di UMMAD dengan standar kurikulum AIK Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), format RPS terbaru UMMAD, serta kebutuhan pembelajaran mahasiswa.

    Dalam Rakor tersebut juga disepakati bahwa mata kuliah AIK 4 akan dilaksanakan dalam bentuk praktikum ke Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

    “Praktikum ini akan disesuaikan dengan bidang keilmuan mahasiswa dan akan dikoordinasikan lebih lanjut oleh dosen pengampu mata kuliah.” Ujar Ustadz Suyono.

    Baitul Arqam Dosen dan Karyawan 

    Rapat koordinasi juga membahas rencana pelaksanaan Baitul Arqom yang direncanakan berlangsung di SMK Muhammadiyah 3 Dolopo, pada Sabtu-Ahad, 2–3 Mei 2026.

    Sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan, peserta akan mengikuti klasifikasi baca Al-Qur’an yang dijadwalkan pada Kamis-Jumat, 23–24 April 2026.

    Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, telah dibentuk kepanitiaan Baitul Arqom yang terdiri dari Organizing Committee dan panitia pelaksana dari unsur dosen dan mahasiswa.

    Organizing Committee diketuai oleh Ustadz Dr. Muhammad Syarifuddin dengan Ustadz Hasan Al Banna, M.Sc sebagai Sekretaris dan Ustadzah Awit Istighfarin, M.Med.Kom sebagai Bendahara.

    Sementara itu, panitia mahasiswa akan dibentuk melalui mekanisme open rekruitmen dengan syarat telah mengikuti dan lulus kegiatan Baitul Arqom. (Humas/Joko).

    Inspirasi Kehidupan : NU dalam Pandangan Salafi- Wahabi

    0

    Inspirasi Kehidupan : NU dalam Pandangan Salafi- Wahabi

    Oleh KH. Nurbani Yusuf 

    (Komunitas Padhang Makhsyar)

    Dalam pandangan Salafi Wahabi :
    NU itu Ahli Bi’ah, Ahli Tahayul, Ahli Khurafat dan Ahli Syirik. Sebab itu Aqidah-nya perlu diluruskan. Ibadahnya perlu di murnikan. NU itu sesat dan banyak menyimpang.

    Bukan hanya Syiah yang disesatkan siapapun yang tidak sepandangan dicap ahli bid’ah. Salafi-Wahabi mengambil posisi sebagai Polisi Sunah. Siapapun yang tidak sepandangan dicap sesat masuk neraka. Dengan begitu kita tahu posisi Salafi Wahabi dalam pola komunikasi dan dakwah Islam seperti apa?

    Salafi-Wahabi umumnya memandang NU sebagai kelompok yang mencampuradukkan ajaran Islam dengan tradisi lokal: tahayul, bid’ah, khurafat, dan syirik. Amalan NU tak ada yang selamat. Bahkan Shalat yang dikerjakan NU mengandung 140 kesalahan karena tidak sesuai dengan kitab Shifat Shalat Nabi.

    Amalan NU seperti tahlilan, manaqiban, berzanjen, tawashul, maulid nabi, dan ziarah kubur dianggap tidak sesuai dengan tauhid yang murni yang dianut Wahabi. NU dianggap hanya Ahlujamaah tetapi bukan Ahlu Sunnah.

    Sebagian besar amalan NU disasar bid’ah, sesat dan masuk neraka : berjanzen, diba’ ziarah kubur, tawashul adalah sasaran empuk yang harus dihilangkan, pendek kata NU dianggap produsen tahayul, bid’ ah dan khurafat.

    Dalam bidang Aqidah, NU juga dianggap sesat karena bermadzab As’ Ariyah dan Maturidiyah — sifat 50 (sifat wajib, jais dan mustahil) bagi Allah jelas syirik yang nyata karena dianggap tidak sinkron dengan aqidah salafus-saleh. Padahal Imam Asy ‘ari yang ditahzdzir adalah ulama salaf sementara Syaikh Ibnu Taymiyah dan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab penggagas trilogi Wahabi : Rubbubiyah, Uluhiyah dan Ubudiyah adalah ulama khalaf.

    Dalam pandangan salafi-wahabi, tarekat mengalami nasib kurang lebih sama — para mursyid dan guru sufi dihabisi seperti tidak ada benarnya sama sekali: Imam al Ghazali berikut kitabnya dijauhi tak boleh dipelajari. Umat Islam harus dijauhkan dari tarekat karena dianggap sumber segala kesesatan dan penyimpangan.

    Salafi- Wahabi juga anti adat dan tradisi— wayang kulit dan gamelan jelas bid’ah mengandung unsur syirik, mistis dan sinkretis jauh dari tauhid yang murni. Salafi-Wahabi mengharamkan maulid nabi, haul, nuzulul qur’an, isra mi’radz atau lainnya. Bahkan mudik hari raya dianggap bid’ah. Piara burung juga bid’ah katanya lucu.

    Menganut kebenaran tunggal itu pangkal soalnya : intoleran tidak menerima perbedaan dan keragaman. Islam-ku vs Islam-mu bukan Islam kita

    Dakwah salafi wahabi adalah dakwah dengan sesama muslim. Head to head mengambil posisi saling berhadapan bukan berdampingan. Jadinya keras dengan sesama mukmin tapi lembut dengan orang kafir.

    “Seperti pungguk rindukan bulan: Salafi -Wahabi tak mungkin akur dengan NU, Muhammadiyah apalagi Syiah tambah tak mungkin”

    Kenapa tidak hidup berdampingan saling menghargai dan menghormati, bukankah setiap aliran memiliki manhaj yang berbeda. Orang beriman itu bersaudara, jika berselisih maka damaikanlah.

    Terpenting adalah saling menghormati bahwa perbedaan itu niscaya, perbedaan itu sesuatu yang lumrah dan bahwa:

    • Bertauhid yang sama: Allah Yang Ahad.
    • Nabi yang sama: Muhammad SAW.
    • Kitab nya juga sama: Al-Qur’an.
    • Beriman pada hari kiamat yang sama.

    “InsyaAllah mencukupi disebut mukmin, betapapun itu”