Surabaya, kartanusa – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sekolah Muhammadiyah se-Cabang Ngagel pada 28 Februari–1 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penguatan ideologi, komitmen dakwah, serta kaderisasi di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Dr. M. Ridlwan, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas capaian PCM Ngagel yang dinilai sebagai cabang dengan perkembangan signifikan di Surabaya.
“PCM Ngagel adalah PCM dengan capaian tertinggi di Surabaya. Bahkan kesejahteraan gurunya termasuk yang tertinggi se-Surabaya.” Ujarnya di hadapan para peserta Baitul Arqam.
Menurutnya, capaian tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas dan pembinaan berkelanjutan. Ia mengingatkan agar kualitas guru tidak mengalami penurunan.
“Jangan sampai yang sudah berkualitas ini justru turun. Karena itu pembinaan kader seperti Baitul Arqam ini sangat diperlukan.” Tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan nasihat dengan mengutip sabda Rasulullah SAW tentang empat hal yang akan ditanyakan kepada manusia pada hari kiamat.
Pertama, Tentang umur; Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas usianya, sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia mengingatkan agar waktu tidak digunakan untuk hal-hal yang sia-sia.
Kedua, Tentang jasad; Tubuh yang diberikan Allah SWT harus digunakan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan Hadis.
Ketiga, Tentang ilmu; Ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat. Ia mengajak para guru memanfaatkan forum Baitul Arqam untuk memperdalam ilmu agama dan terus belajar di sisa usia yang dimiliki.
Keempat, Tentang harta; Harta yang diperoleh selama hidup akan dimintai pertanggungjawaban penggunaannya, terutama untuk keluarga, tetangga, dan sesama yang membutuhkan.
Menutup sambutannya, ia berharap seluruh keluarga besar PCM Ngagel senantiasa mendapat bimbingan Allah SWT dan tetap menjaga keikhlasan dalam menjalankan amanah.
“Tanpa keikhlasan, semua bisa menjadi celaka. Semoga kita semua istiqamah dalam dakwah dan pengabdian.” Pungkasnya. (MPID Ngagel).







