spot_img
spot_img
No menu items!
More
    HomeBeritaKetua PCM Krembangan: Gerakan Muhammadiyah Harus Berlandaskan Dakwah dan Tajdid

    Ketua PCM Krembangan: Gerakan Muhammadiyah Harus Berlandaskan Dakwah dan Tajdid

    Surabaya, kartanusa – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan menggelar Kajian Ramadhan bagi pimpinan serta guru dan karyawan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Krembangan. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Auditorium AR. Fakhruddin, SD Muhammadiyah 11 Surabaya, Sabtu (7/3/2026).

    ​Dalam sambutannya, Ketua PCM Krembangan, Ahwan Hamid, S.Pd., M.Pd.I., menekankan pentingnya memahami jati diri Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berakar pada dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Ia mengingatkan bahwa setiap langkah yang diambil oleh warga Muhammadiyah, terutama di lingkungan amal usaha, harus memiliki nilai ibadah dan syiar Islam.

    Tiga Pilar Gerakan

    ​Ahwan Hamid merinci tiga karakteristik utama yang menjadi ruh gerakan Muhammadiyah, yaitu:
    Pertama, ​Gerakan Islam: Seluruh gerak-gerik pimpinan dan pegawai harus bersumber dan bernuansa Islami.

    Kedua, ​Gerakan Dakwah: Setiap kegiatan, baik di sekolah maupun organisasi otonom (ortom) seperti Aisyiyah, wajib mengandung nilai dakwah untuk mengajak masyarakat pada kebaikan.

    Ketiga, ​Gerakan Tajdid (Pembaharuan): Muhammadiyah harus selalu adaptif melalui pembaharuan pola pikir, program kerja, hingga sarana prasarana.

    ​”Jangan sampai kita mengadakan kegiatan yang tidak ada nilai dakwahnya. Semua guru, karyawan, dan pimpinan harus memastikan apa yang dilakukan bernilai dakwah, yaitu mengajak orang berbuat baik sesuai tuntunan Islam,” tegasnya.

    Inovasi dan Purifikasi

    ​Lebih lanjut, Ahwan menjelaskan bahwa, dimensi Tajdid dalam Muhammadiyah mencakup dua hal besar: Inovasi dan Purifikasi. Inovasi berkaitan dengan kemajuan cara berpikir dan fasilitas, seperti sejarah penggunaan bangku sekolah yang sempat menjadi simbol pembaharuan pendidikan Muhammadiyah.

    ​Sementara itu, purifikasi atau pemurnian ditekankan pada aspek ibadah. Ahwan meminta agar seluruh warga Muhammadiyah di Krembangan tetap berpegang teguh pada tuntunan resmi organisasi, seperti putusan Majelis Tarjih, guna menjaga kemurnian praktik ibadah dari hal-hal yang tidak sesuai syariat.​

    Kajian Ramadhan ini diharapkan dapat memperkuat ideologi para guru dan karyawan AUM agar tidak hanya sekadar bekerja, tetapi juga menjadi ujung tombak dakwah Muhammadiyah di wilayah Krembangan. (yupan)

    STAI
    previous arrow
    next arrow

    latest articles

    explore more

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here